Jantung merupakan organ vital dalam tubuh manusia yang bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Agar proses sirkulasi darah di dalam tubuh dapat berjalan dengan optimal, maka diperlukan bantuan dari otot jantung untuk menjalankan fungsinya.

Otot jantung merupakan penyusun dinding jantung dan memiliki fungsi untuk memompa darah, baik menuju jantung maupun sebaliknya, sehingga terjadi sirkulasi darah. Pada jantung, terdapat saraf khusus yang berperan mengatur keseragaman irama detak jantung agar fungsi pompa jantung dalam menjaga sirkulasi darah dapat berjalan dengan baik.

Memahami Peran Otot Jantung dan Penyakit yang Menghantuinya - Alodokter

Secara umum, otot jantung memiliki kemampuan kontraksi yang serupa dengan otot rangka. Tetapi pada jantung, sel-sel otot ini saling bersinergi dengan jaringan saraf jantung dalam mendukung proses kontraksi organ jantung secara teratur. Tidak seperti otot rangka yang dapat dikendalikan secara sadar, otot jantung akan terus bekerja secara otomatis, inilah yang menjadi pembeda utama dengan otot lurik.

Jenis-jenis Penyakit Otot Jantung

Karena fungsinya yang sangat penting dalam menjalankan kerja jantung, maka wajar bila gangguan pada otot jantung akan berdampak buruk terhadap sirkulasi darah dalam tubuh. Salah satu kelainan pada otot jantung adalah kardiomiopati. Kardiomiopati adalah menurunnya kekuatan otot jantung sehingga tidak dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh secara adekuat.

Terdapat empat tipe kardiomiopati, yaitu:

  • Kardiomiopati dilatasi
    Kardiomiopati dilatasi merupakan jenis gangguan otot jantung yang paling sering terjadi. Kondisi ini muncul ketika otot jantung mengalami pembesaran dan meregang, sehingga serat otot menjadi lebih tipis dan tidak dapat berkontraksi dengan baik. Kardiomiopati dilatasi dapat diturunkan secara genetik atapun disebabkan oleh penyakit jantung, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, gangguan katup jantung, serangan jantung, infeksi seperti hepatitis dan HIV, hingga konsumsi alkohol dan kokain dalam jangka panjang.
  • Kardiomiopati hipertropik
    Kardiomiopati hipertropik muncul akibat menebalnya otot jantung secara abnormal, khususnya pada ventrikel (bilik) kiri jantung. Penebalan ini membuat otot jantung tidak dapat memompa darah secara normal. Biasanya, kardiomiopati hipertropik merupakan penyakit genetik yang diturunkan di dalam keluarga. Atau bisa juga karena penyakit lain, seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan tiroid.
  • Kardiomiopati restriktif
    Kardiomiopati tipe ini lebih sering terjadi pada lansia. Kardiomiopati jenis ini timbul sebagai akibat dari kurang elastisnya otot jantung sehingga tidak dapat mengembang dengan baik. Hal ini membuat aliran darah menuju jantung menjadi berkurang atau bahkan terhenti. Tidak ada yang tahu pasti penyebab munculnya kardiomiopati restriktif. Namun, kondisi ini dapat merupakan bagian dari penyakit lain yang memengaruhi organ jantung, misalnya hemokromatosis (penumpukan zat besi di dalam tubuh) dan penyakit jaringan ikat.
  • Aritmogenik displasia ventrikel kanan (arrhythmogenic right ventricular dysplasia)
    Jenis kardiomiopati ini sangat jarang terjadi. Gangguan ini timbul akibat adanya pergantian otot bilik kanan dengan jaringan parut. Pergantian ini menyebabkan dinding ruang jantung menipis dan merenggang. Akibatnya, irama jantung menjadi tidak beraturan dan tidak dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan optimal.

Hingga saat ini tidak ada yang tahu pasti penyebab munculnya kardiomiopati. Namun bagi beberapa orang, gangguan pada otot jantung ini lebih berisiko terjadi jika terdapat beberapa faktor, yaitu kelainan genetik, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, obesitas, kekurangan vitamin dan mineral, komplikasi kehamilan, konsumsi alkohol yang berlebihan, efek samping pengobatan seperti kemoterapi, hingga penyalahgunaan narkoba.

Menjaga Kesehatan Otot Jantung

Dalam beberapa kasus, penyakit kardiomiopati tidak dapat dicegah, terlebih jika kondisi ini muncul akibat faktor genetika. Akan tetapi, Anda masih bisa mengurangi kemungkinan munculnya gejala kardiomiopati dan jenis penyakit jantung lainnya dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Batasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Jagalah berat badan ideal Anda. Jika Anda memiliki riwayat obesitas, disarankan untuk mengatur pola makan dan menurunkan berat badan.
  • Mulailah melakukan diet sehat secara teratur, kurangi makanan yang terlalu manis, tinggi garam, dan tinggi kolesterol.
  • Istirahat yang cukup.
  • Rutinlah memeriksakan diri ke dokter, terlebih jika Anda memiliki riwayat penyakit yang bisa menjadi pemicu muculnya kardiomiopati, seperti kolesterol tinggi dan diabetes.

Dengan mulai menerapkan pola hidup sehat, bukan tidak mungkin Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit otot jantung dan masalah jantung lainnya. Jika Anda mengalami sesak napas, rasa lelah yang berlebihan, nyeri dada, detak jantung yang cepat, dan pembengkakan pada kaki dan tubuh, maka segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan dini dapat mengurangi risiko komplikasi lain yang lebih berbahaya.