Ada banyak pilihan pewarna makanan yang dijual di pasaran untuk mempercantik tampilan makanan. Namun, menggunakan pewarna alami yang terbuat dari sayuran dan bumbu dapur lebih direkomendasikan, sebab pewarna alami cenderung lebih aman untuk dikonsumsi.  

Pewarna alami makanan dapat Anda temui dengan mudah di rumah. Anda dapat memanfaatkan berbagai jenis sayur dan bumbu dapur sebagai pewarna makanan sekaligus penambah rasa alami.

Memanfaatkan Pewarna Alami dari Sayuran dan Bumbu Dapur - Alodokter

Macam-macam Bahan Pewarna Alami

Ada beragam alasan penggunaan pewarna makanan. Di antaranya adalah untuk membuat tampilan makanan menjadi lebih menarik, mempertajam warna makanan, memperbaiki tampilan makanan, hingga memberikan variasi warna pada makanan.

Namun di balik warnanya yang menarik, pewarna makanan buatan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Apalagi jika pewarna tersebut belum lulus uji kesehatan pangan. Studi yang dilakukan pada ratusan anak menunjukkan bahwa pewarna dan pengawet makanan jenis sodium benzoate dapat memperparah perilaku hiperaktif.

Untuk mengurangi risiko tersebut, pewarna alami dapat menjadi pilihan. Ada berbagai macam sayur dan bumbu dapur yang bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami seperti:

  • Kunyit untuk warna kuning
    Jika ingin memberikan warna kuning pada makanan, Anda dapat memanfaatkan kunyit. Di India, kunyit dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada masakan kari. Sementara di Indonesia, pewarna alami ini kerap dimanfaatkan untuk membuat nasi kuning.
  • Kulit bawang bombay untuk warna oranye
    Meski tidak bisa diterapkan pada banyak makanan, Anda dapat memanfaatkan kulit bawang sebagai pewarna alami. Kulit bawang dapat memberikan warna kuning telur terlihat lebih oranye. Caranya mudah, Anda cukup memasukkan telur ke dalam rebusan air dan kulit bawang.  Masak hingga matang hingga tampak oranye. Semakin lama telur berada di rebusan kulit bawang, maka warna oranye kuning telur akan semakin pekat. Selain itu, paprika yang dimasak juga dapat memberi warna oranye hingga merah pekat.
  • Paprika untuk warna merah
    Paprika merah dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan untuk warna merah. Ekstrak paprika dapat digunakan sebagai pewarna alami karena kandungan capsanthin dan capsorubin di dalamnya. Selain paprika, Anda juga bisa memanfaatkan raspberry dan buah bit untuk memberikan warna merah pada makanan.
  • Ubi ungu dan blueberry untuk warna ungu
    Untuk memberikan warna ungu pada makanan, Anda dapat memanfaatkan ubi ungu. Ubi ungu dapat memberikan warna ungu pada makanan berkat kandungan pigmen alami antosianin. Buah lain yang juga memiliki pigmen ini adalah blueberry. Meski kandungan antosianinnya hanya sepertiga kandungan antosianin dalam ubi ungu, blueberry juga bisa dipakai untuk memberikan warna ungu pada makanan. Caranya adalah dengan mencampur 1 cangkir blueberry dan 2 sendok makan air, kemudian haluskan dengan blender. Setelah itu, saring menggunakan kain kasa halus. Tuangkan hasil saringan blueberry ke dalam makanan yang ingin diwarnai.

Untuk meminimalkan risiko terhadap kesehatan, penggunaan pewarna alami dari sayur dan bumbu dapur dapat menjadi pilihan. Meski warnanya tidak akan sama dengan pewarna sintetis, namun pewarna alami cenderung lebih aman dan memiliki nilai nutrisi.