Memar di paha dapat muncul setelah terbentur benda keras. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Meski begitu, langkah penanganan tetap diperlukan agar memar dapat sembuh dalam waktu yang lebih singkat.

Memar di paha umumnya ditandai dengan perubahan warna pada kulit menjadi merah, kebiruan, ungu, bahkan hitam. Hal ini bisa terjadi karena adanya darah yang merembes ke jaringan di sekitar area paha akibat benturan keras atau cedera.

Memar di Paha, Ketahui Penyebab dan Penanganannya - Alodokter

Memar di Paha dan Penyebabnya

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa memar di paha biasanya disebabkan oleh benturan benda tumpul di area paha akibat kecelakaan atau cedera. Hal ini menyebabkan pecahnya pembuluh darah di bawah kulit sehingga darah merembes ke jaringan sekitarnya dan membeku. 

Selain karena benturan, memar di paha juga bisa terjadi akibat olahraga yang terlalu berat. Saat Anda berolahraga, otot akan menegang dengan kuat dan menimbulkan robekan di pembuluh darah sehingga memar pun timbul di area tersebut.

Tak hanya itu, memar di paha juga bisa terjadi tanpa alasan yang jelas. Memar seperti ini biasanya disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti trombositopenia, hemofilia, dan leukemia.

Ada pula beberapa faktor yang dapat membuat Anda lebih rentan mengalami luka memar, seperti konsumsi obat|pengencer darah, kekurangan vitamin, dan faktor usia.

Memar di Paha dan Penanganannya

Sebagaimana memar pada umumnya, memar di paha biasanya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu. Meski begitu, beberapa upaya penanganan tetap perlu dilakukan agar luka memar dapat hilang dalam waktu yang lebih singkat. Berikut ini adalah penanganan memar di paha yang dapat Anda lakukan:

1. Menggunakan kompres dingin

Saat mengalami memar di paha, Anda dapat mengompres area memar menggunakan es maupun air dingin. Pemberian kompres dingin mampu memperlambat aliran darah ke area yang mengalami cedera, sehingga dapat mengurangi luka memar pada kulit. 

Untuk melakukannya cukup mudah, Anda hanya perlu mengompresnya dengan air dingin menggunakan handuk di bagian paha yang memar. Kompres selama 15–20 menit sebanyak 3 kali sehari.

2. Memosisikan paha yang memar lebih tinggi

Cara lain untuk meredakan memar di paha adalah dengan memosisikan paha lebih tinggi dari dada. Posisi ini dapat mengurangi aliran darah ke area luka sehingga memar tidak makin melebar. Anda bisa menggunakan bantal untuk mengganjal paha yang mengalami memar.

3. Memperbanyak istirahat

Penanganan memar di paha yang tidak kalah penting adalah dengan memperbanyak istirahat. Anda bisa melakukannya dengan cara menghindari aktivitas yang melibatkan area paha, seperti berjalan dan berlari.

4. Menutup atau membalut area memar

Selain mengistirahatkan area memar, Anda juga bisa menutup atau membalut memar di paha menggunakan perban elastis, terutama untuk luka memar yang disertai dengan pembengkakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi nyeri dan mencegah luka memar bertambah parah. 

5. Memberikan kompres hangat

Tidak hanya dengan kompres dingin, kompres hangat pun juga dapat Anda gunakan untuk meredakan memar di paha. Namun, mengompres memar dengan air hangat sebaiknya dilakukan 2 hari setelah kompres dingin. Hal ini bertujuan agar aliran darah dapat meningkat sehingga dapat membantu proses penyembuhan memar. 

Bahkan, Anda juga bisa mandi menggunakan air hangat agar tubuh Anda dapat membantu proses pemulihan lebih cepat.

Selain melakukan beberapa penanganan di atas, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan antinyeri, seperti paracetamol. Hal ini biasanya dilakukan ketika luka memar disertai pembengkakan dan rasa nyeri yang tidak berkurang setelah dilakukan penanganan.

Perlu diingat, memar di paha biasanya akan sembuh dalam waktu 2–4 minggu. Adapun berbagai penanganan luka memar di atas adalah upaya untuk mempercepat proses pemulihannya.

Namun, jika memar di paha disertai pembengkakan dan tidak membaik dalam waktu lebih dari 3 minggu, jangan ragu untuk memeriksakannya kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.