Kesehatan sistem pencernaan anak berkaitan erat dengan tumbuh kembangnya.  Hal ini dipengaruhi oleh penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan Si Kecil dan kesiapan belajarnya. Oleh karena itu, agar tumbuh kembangnya  berjalan optimal, orang tua perlu memahami cara mencegah gangguan pencernaan anak.

Setelah lahir, sistem pencernaan anak akan terus berkembang. Fungsi-fungsi tubuhnya akan berusaha untuk mulai bekerja secara mandiri, termasuk dalam mengolah dan  menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk aktivitas, serta tumbuh kembangnya.

Mencegah Gangguan Pencernaan untuk Mendukung Tumbuh Kembang Si Kecil - Alodokter

Beragam Gangguan Pencernaan pada Anak

Ketika Si Kecil rewel, susah tidur, dan  sering buang air, bisa jadi pencernaannya terganggu. Ada beberapa jenis gangguan  pencernaan yang sering dialami oleh anak, di antaranya:

1. Perut kembung

Keluhan perut kembung sering ditemukan pada anak yang baru mulai mengonsumsi makanan padat. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi atau karena bakteri yang berada di dalam saluran pencernaan.

Selain itu, saluran pencernaan anak di bawah usia 3 tahun umumnya belum matang dan masih dalam tahap perkembangan. Hal ini pula yang turut anak mengalami perut kembung, Moms.

2. Diare

Diare pada anak umumnya disebabkan oleh rotavirus yang kerap menyerang anak berusia di bawah 2 tahun. Jika Si Kecil mengalami diare, usahakan untuk memberikannya air minum yang cukup agar tidak terjadi dehidrasi.

3. Sembelit

Sembelit biasanya terjadi pada saat peralihan antara masa ASI eksklusif ke masa MPASI. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala, seperti susah buang air besar dan tinja tampak kering.

Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Si Kecil

Agar Si Kecil tumbuh secara optimal, penting bagi orang tua untuk  memahami cara menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil. Berikut adalah beberapa hal  yang dapat dilakukan:

Memperbanyak asupan serat

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan pencernaan Si kecil adalah dengan  memberikan makanan berserat. Ketika bercampur dengan air, serat akan membuat saluran pencernaan bekerja dengan optimal. Serat bisa diperoleh dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan,dan susu formula pertumbuhan.

Memperbanyak cairan

Cairan berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kelancaran sistem  pencernaan buah hati Moms. Sama seperti orang dewasa, kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi pada Si Kecil. Apabila mengalami dehidrasi, Si Kecil pun akan berisiko mengalami sembelit, Moms.

Menjaga kebersihan tubuh dan makanan

Gangguan pencernaan bisa disebabkan oleh virus dan bakteri. Oleh sebab itu,  pastikan Moms selalu menjaga kebersihan makanan yang diberikan kepada Si Kecil. Selain itu, kebersihan tubuh anak juga harus diperhatikan agar tidak terjangkit kuman dan bakteri penyebab penyakit.

Mengajak anak berolahraga

Olahraga tidak hanya penting bagi orang dewasa, tapi juga bagi buah hati Moms.  Olahraga bisa membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, sistem  imunitas, serta sistem pencernaan. Setiap aktivitas fisik akan merangsang aktivitas saluran pencernaan, sehingga membantu Si Kecil mencerna makanan dengan baik.

Memberikan susu pertumbuhan dengan formula PHP

Selain beberapa hal di atas, Moms juga bisa memberikan Si Kecil susu pertumbuhan dengan formula PHP (protein terhidrolisa parsial).

Susu jenis ini memiliki partikel protein yang sudah terhidrolisa secara parsial, sehingga ukurannya lebih kecil dan mudah dicerna oleh saluran pencernaan Si Kecil yang masih berkembang.

Dengan mengonsumsi susu berformula PHP, maka kenyamanan pencernaan si Kecil dapat terjaga dengan baik.

Gangguan pencernaan bisa menghambat tumbuh kembang anak dan perkembangan otaknya. Sebaliknya, jika  pencernaan lancar, penyerapan nutrisi akan maksimal, sehingga tumbuh kembangnya juga akan berjalan optimal.

Apabila Si Kecil tampak mengalami gejala gangguan pencernaan, Moms bisa melakukan konsultasi online melalui Chat bersama Dokter. Namun, jika setelah konsultasi, gejala gangguan pencernaan yang dialami oleh bayi tidak segera membaik, sebaiknya segera periksakan ke dokter.