Batu empedu adalah endapan cairan empedu yang mengeras di kandung empedu. Metode pengobatan untuk mengatasi batu empedu berbeda-beda, tergantung pada gejala, jenis batu empedu, dan lokasinya.

Sampai saat ini, belum diketahui penyebab dari terbentuknya batu empedu, tetapi terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko menderita batu empedu. Wanita, terutama wanita hamil, lebih sering mengalami batu empedu dibanding pria. Selain itu, kegemukan juga meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.

Mengatasi Batu Empedu, Perlu Operasi atau Tidak? - Alodokter

Jumlah batu empedu yang dimiliki penderita bervariasi, bisa hanya satu, bisa juga beberapa buah. Ukurannya pun bermacam-macam, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf.

Apa Gejala Kemunculan Batu Empedu?

Batu empedu awalnya tidak menyebabkan tanda atau gejala. Namun jika batu empedu bergeser ke saluran empedu dan menyebabkan penyumbatan, penderita akan merasakan nyeri di perut. Ciri-ciri nyeri perut yang disebabkan oleh batu empedu adalah:

  • Sakit di perut bagian kanan atas dan ulu hati, yang muncul tiba-tiba dan bertambah parah dengan cepat.
  • Sakit menjalar ke punggung di antara tulang belikat dan bahu kanan.
  • Sakit bisa terasa sangat parah, hingga membuat penderitanya tidak bisa duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman.

Di samping nyeri perut, gejala lain yang juga bisa muncul adalah:

Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan, seperti USG perut, CT scan, MRI, atau ERCP, untuk melihat keberadaan batu empedu. Tes darah juga dapat dilakukan untuk melihat komplikasi yang timbul dari penyakit batu empedu.

Kapan Operasi Batu Empedu Diperlukan?

Pengobatan untuk penyakit batu empedu akan disesuaikan dengan kondisi penderita. Untuk penyakit batu empedu yang tidak menimbulkan gejala, sering kali tidak diperlukan operasi pengangkatan kantung empedu.

Hanya sepertiga dari seluruh penderita penyakit batu empedu tanpa gejala yang akhirnya memerlukan operasi. Hal ini menunjukkan bahwa batu empedu sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan jika memang tidak menimbulkan keluhan atau gejala.

Operasi dilakukan bila penyakit batu empedu sudah menimbulkan gejala. Tindakan yang dilakukan dokter bedah saat operasi adalah pengangkatan kantung empedu. Dokter bisa melakukan operasi pengangkatan kantung empedu dengan laparoskopi, maupun dengan pembedahan terbuka, yaitu melalui sayatan pada dinding perut.

Pengangkatan kantung empedu tidak memengaruhi kemampuan seseorang untuk mencerna makanan, tetapi terkadang bisa menyebabkan diare.

Pengobatan Batu Empedu Selain dengan Operasi

Selain dengan operasi, batu empedu juga bisa diatasi dengan:

Obat asam ursodeoksikolat

Obat asam ursodeoksikolat dapat membantu melarutkan batu empedu, tetapi membutuhkan waktu beberapa bulan dan harus dipantau setiap bulan. Meski demikian, obat asam ursodeoksikolat memiliki beberapa kekurangan, yaitu hanya bisa mengatasi batu yang ukurannya kecil dan batu yang terbentuk dari kolesterol. Selain itu, batu empedu juga dapat kambuh.

Extracorporeal shockwave lithotripsy (ESWL)

ESWL merupakan pengobatan dengan gelombang kejut untuk memecah batu empedu. Kekurangan dari metode ini adalah hanya efektif untuk batu empedu tunggal yang diameternya kurang dari 2 cm. Selain itu, efektivitas ESWL dalam menghancurkan batu empedu juga belum sepenuhnya jelas, sehingga dokter biasanya lebih merekomendasikan operasi.

Kesimpulannya, ketika batu empedu menimbulkan gejala, maka pilihan penanganannya adalah operasi pengangkatan kantung empedu. Ada alternatif pengobatan lain dengan obat dan tindakan ESWL, tetapi perlu diingat bahwa batu empedu dapat muncul kembali bila kantung empedu tidak diangkat.

Ditulis oleh:

dr. Sonny Seputra, M.Ked.Klin, SpB
(Dokter Spesialis Bedah)