Tulang belikat bersayap termasuk kondisi anatomis yang jarang terjadi. Meski begitu, tulang belikat bersayap dapat mengganggu kegiatan sehari-hari dan menurunkan rasa percaya diri. Kenali penyebab terjadinya tulang belikat bersayap dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.

Sesuai dengan namanya, tulang belikat akan menonjol hingga terbentuk seperti sayap. Kondisi ini bisa mengganggu keselarasan pergerakan lengan. Akibatnya, pergerakan menjadi sangat terbatas, misalnya saat mengangkat barang, menyikat gigi, menyisir rambut atau mengganti pakaian.

Tulang Belikat Bersayap: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Penyebab Tulang Belikat Bersayap

Tulang belikat bersayap dapat disebabkan oleh beragam hal, mulai dari trauma, cedera otot, hingga penyebab yang tidak diketahui. Hal ini menyebabkan saraf cedera dan kelumpuhan otot-otot penggerak tulang belikat, seperti otot seratus anterior, trapezius atau rhomboid. Akibatnya, otot-otot tersebut tidak dapat menarik tulang belikat dan membuatnya menonjol seperti sayap.

Terjadinya kondisi tulang belikat bersayap juga dapat dipengaruhi oleh efek samping terapi atau tindakan medis tertentu. Misalnya operasi pada leher, yang kemudian melukai saraf otot pendukung tulang belikat, sehingga otot lumpuh dan menyebabkan tulang belikat tampak bersayap.

Tanda-tanda terjadinya tulang belikat bersayap berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi dan otot-otot yang bermasalah. Namun secara umum, gejala tulang belikat bersayap berupa kesulitan untuk mengangkat lengan melebihi tinggi bahu, timbul rasa nyeri di leher, bahu, punggung dan bahu tampak turun.

Atasi Masalah Tulang Belikat dengan Cara Ini

Untuk mengetahui bagian otot mana yang mengalami masalah, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan elektromiografi untuk menguji semua otot penggerak tulang belikat. Setelah mengetahui otot yang bermasalah, kemudian akan dilakukan beberapa cara untuk mengatasi masalah tulang belikat bersayap, di antaranya:

  • Terapi konservatif
    Terapi konservatif merupakan salah satu cara untuk mengatasi tulang belikat bersayap. Untuk mengatasi kelumpuhan pada otot seratus anterior, terapi konservatif dapat dilakukan selama 6-24 bulan. Jika terdapat kelumpuhan pada otot trapezius, maka akan dilakukan eksplorasi awal saraf aksesoris tulang belakang. Jika gagal, dokter akan melakukan dekompresi saraf dorsal.
  • Melatih otot bahu
    Agar otot sekitar tulang belikat tidak mengerut, latihan untuk menjaga jangkauan gerakan sangat penting dilakukan. Namun, tindakan khusus juga harus dilakukan agar tidak merenggangkan otot-otot yang lumpuh. Setelah saraf otot sudah membaik, latihan kekuatan akan dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan fungsi otot-otot di bahu.
  • Operasi
    Prosedur operasi akan menjadi pilihan terakhir jika beberapa cara di atas tidak berhasil. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kerusakan pada sendi-sendi yang terletak di bahu. Pada prosedur ini, dokter akan menangani jaringan yang bermasalah dan mengembalikan tulang belikat ke posisi normal.

Kondisi tulang belikat bersayap dapat mengganggu aktivitas, sehingga penderitanya merasa frustrasi atau tertekan. Anda dapat mengatasi tulang belikat bersayap dengan beberapa cara di atas, melalui konsultasi dokter.

Atasi Masalah Tulang Belikat dengan Cara Ini

Guna mengetahui bagian otot mana yang mengalami masalah, dokter biasanya akan melakukan tes elektromiografi untuk menguji semua otot penggerak tulang belikat. Baru kemudian akan dilakukan beberapa cara untuk mengatasi masalah tulang belikat bersayap.

Langkah pertama untuk mengatasi tulang belikat bersayap dapat dimulai dengan terapi konservatif yang dapat memberikan waktu pemulihan spontan. Untuk kelumpuhan pada otot seratus anterior, terapi konservatif dapat dilakukan setidaknya sekitar 24 bulan atau minimal 6 bulan. Jika terdapat kelumpuhan pada otot trapezius, maka akan dilakukan eksplorasi awal saraf aksesoris tulang belakang. Dan jika terapi konservatif gagal, akan dilakukan dekompresi saraf dorsal.

Agar otot sekitar tulang belikat tidak mengerut, latihan untuk menjaga jangkauan gerakan sangat penting dilakukan. Namun, tindakan khusus juga harus dilakukan agar tidak merenggangkan otot-otot yang lumpuh. Setelah persarafan otot kembali membaik, latihan kekuatan akan dilakukan secara bertahap.

Olahraga Ini Bisa Dilakukan Untuk Menguatkan Otot Bahu dan Tulang Belikat

Guna menguatkan otot bahu dan tulang belikat, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan.

  • Shoulder squeeze
    Gerakan ini dapat dilakukan untuk merenggangkan otot di sekitar bahu. Anda dapat melakukannya dalam posisi berdiri atau duduk. Namun, pastikan posisi punggung Anda tegak. Setelah itu, tarik bagian tulang belikat Anda ke arah tengah punggung, sehingga dada terlihat condong ke depan. Lalu kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
  • Rotasi samping ke kanan dan ke kiri
    Gerakan ini dilakukan dengan posisi tubuh duduk tegak. Pastikan telapak kaki Anda datar menyentuh lantai. Lalu letakkan telapak tangan kiri di bahu kanan dan sebaliknya, hingga mendapatkan posisi menyilang di depan dada. Pastikan mengangkat lengan setinggi dada. Putar sedikit tubuh bagian atas ke kiri dan ke kanan, lalu tahan selama sekitar 10 detik. Lakukan hal yang sama bergantian pada sisi lainnya sebanyak lima kali.
  • Lengkungkan punggung
    Pertama, letakkan kedua tangan di belakang kepala. Lalu lengkungkan bagian punggung ke belakang dengan posisi kepala melihat ke atap. Tahan selama 10 detik, lalu kembali kepada posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak lima kali.
  • Lekukan sisi kanan dan kiri tubuh
    Masih dengan posisi kaki datar di lantai dan meletakkan tangan di belakang kepala. Lekukan tubuh Anda ke kanan dan kiri. Pada setiap sisinya, lakukan sebanyak lima kali dan tahan sekitar 10 detik.

Cara di atas dapat Anda praktikkan sehari-hari guna menguatkan otot bahu dan tulang belikat. Meski begitu, cobalah untuk mengonsultasikantentang latihan untuk tulang belikat bersayap tersebut kepada dokter Anda. Apakah aman jika Anda melakukannya atau tidak.