Bagi masyarakat yang terinfeksi virus Corona, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan paket obat gratis yang terdiri dari multivitamin hingga antivirus. Setidaknya ada 3 jenis obat antivirus yang boleh diresepkan.

Favipiravir, molnupiravir, dan paxlovid merupakan 3 jenis obat antivirus yang diberikan kepada pasien COVID-19 di Indonesia. Obat tersebut harus diminum selama 5 hari setelah gejala COVID-19 pertama muncul untuk mendapatkan efektivitas terbaik.

Mengenal 3 Jenis Obat Antivirus COVID-19 - Alodokter

Obat COVID-19 di Indonesia

Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga jenis obat antivirus COVID-19 tersebut:

Favipiravir

Di Jepang, favipiravir digunakan sebagai obat antivirus untuk menangani influenza. Obat ini bekerja dengan cara mencegah virus mereplikasi atau memperbanyak diri.

Favipiravir dapat diberikan kepada pasien dewasa COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, dan parah. Namun, obat ini tidak boleh diberikan kepada ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan karena dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi.

Jika perlu, Anda disarankan untuk menggunakan kontrasepsi bila menggunakan favipiravir untuk mengatasi COVID-19. Durasi penggunaan kontrasepsi untuk pria adalah 3 bulan dan 7 hari untuk wanita.

Jika diberikan kepada ibu menyusui (busui), busui harus berhenti menyusui karena zat yang terkandung di dalam obat berisiko dapat disalurkan melalui ASI.

Molnupiravir

Molnupiravir digunakan untuk menangani infeksi virus Corona dan membantu mencegah gejala COVID-19 bertambah parah. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan penyebaran virus Corona penyebab COVID-19.

Molnupiravir dapat diberikan pada pasien COVID-19 berusia 18 tahun ke atas atau termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, seperti penderita kanker, AIDS, penyakit liver, atau penyakit autoimun, menjalani kemoterapi dalam 12 bulan terakhir, atau pernah menjalani tranplantasi organ.

Namun, obat COVID-19 ini tidak dianjurkan untuk diberikan kepada ibu hamil, wanita yang sedang menjalani program hamil, dan ibu menyusui. Molnupiravir dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti pusing, sakit kepala, diare, mual, dan muntah.

Paxlovid

Paxlovid merupakan gabungan dari obat antivirus nirmatrelvir dan ritonavir. Nirmatrelvir dapat mencegah replikasi virus Corona dengan memblokir aktivitas enzim protease SARS-CoV-2-3CL.

Ketika virus tidak dapat menggandakan diri, tingkat keparahan gejala COVID-19 bisa diturunkan. Tak hanya itu, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat inap dan meninggal juga dapat dikurangi.

Sementara itu, ritonavir digunakan untuk memperlambat metabolisme nirmatrelvir. Hal ini dimaksudkan agar nirmatrelvir tetap aktif di dalam tubuh untuk jangka waktu yang lebih lama agar dapat memerangi virus Corona.

Paxlovid bisa diberikan pada pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang. Obat antivirus ini juga boleh diberikan pada anak usia 12 tahun ke atas dengan berat badan setidaknya 40 kg.

Sama seperti obat antivirus lainnya, Paxlovid juga memiliki efek samping jika dikonsumsi, yaitu:

  • Gangguan liver, seperti kehilangan nafsu makan, penyakit kuning, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, kulit gatal, sakit perut
  • Diare
  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri otot

Untuk memutus rantai penyebaran virus Corona, dianjurkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan lengkapi dosis vaksin COVID-19 bila sudah mendapatkan jadwal.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pengobatan COVID-19, konsultasikan langsung dengan dokter untuk mendapatkan jawaban yang akurat melalui aplikasi ALODOKTER.