Gondokan adalah kondisi membesarnya kelenjar tiroid. Namun, pembesaran kelenjar tiroid tidak selalu nampak dari luar, sehingga Anda mungkin tidak menyadari sedang terkena gondokan. Salah satu jenis gondokan yang berbahaya adalah gondokan dalam atau struma Basedow. Kondisi ini ditandai dengan gangguan mata yang khas serta kenaikan hormon tiroid.

Kelenjar tiroid adalah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bawah jakun di leher. Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang fungsinya mengatur metabolisme tubuh. Kondisi kelenjar tiroid yang membesar atau disebut gondokan, termasuk kondisi abnormal. Meskipun biasanya tidak nyeri, gondok dapat menyebabkan batuk, kesulitan menelan, atau sulit bernapas, jika ukurannya besar.

Mengenal Gondokan Dalam atau Struma Basedow - Alodokter

Penyebab Gondokan Dalam atau Struma Basedow

Gondokan terjadi karena adanya gangguan pada kelenjar tiroid. Penyebabnya bisa karena kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme).

Secara medis, tidak ada istilah gondokan dalam. Oleh orang Indonesia, gondokan dalam diartikan sebagai kondisi gondokan yang melebar ke samping disertai mata melotot. Kondisi ini menyerupai tanda dan gejala dari salah satu penyakit tiroid yaitu penyakit Graves. Penyakit Graves adalah penyakit tiroid yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan (hipertiroidisme).

Tiroid memproduksi hormon setelah mendapat perintah dari thyroid stimulating hormone (TSH) yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari di otak. Pada penyakit Graves, kerusakan dalam sistem kekebalan tubuh melepaskan antibodi abnormal yang meniru fungsi TSH. Didorong oleh sinyal palsu tersebut, kelenjar tiroid kemudian memproduksi hormon dalam jumlah berlebihan. Rangsangan berlebihan ini dapat menyebabkan kelenjar tiroid membesar.

Faktor-Faktor Lain yang Dapat menyebabkan Pembesaran Tiroid

Kondisi-kondisi yang juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid dan menyerupai kondisi gondokan dalam, yaitu:

  • Kekurangan yodium
    Yodium merupakan zat kimiawi yang berperan penting dalam pembentukan hormon tiroid di dalam tubuh. Pada orang yang kekurangan yodium, gondokan terbentuk karena tiroid membesar dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak yodium.
  • Penyakit Hashimoto
    Penyakit Hashimoto adalah penyakit akibat peradangan pada kelenjar tiroid sehingga menghasilkan hormon terlalu sedikit (hipotiroidisme). Hormon tiroid yang rendah membuat kelenjar pituitari memproduksi TSH untuk merangsang produksi tiroid. Hal inilah yang kemudian menyebabkan kelenjar tiroid membesar.
  • Gondok multinodular
    Pada kondisi ini, beberapa benjolan padat maupun berisi cairan yang disebut nodul, berkembang di kedua sisi kelenjar tiroid. Hal tersebut menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid. Penyebab gondok multinodular tidak diketahui dengan pasti, namun kondisi ini berkaitan dengan penyakit tiroid lain, seperti penyakit Hashimoto, kekurangan yodium, hingga kanker tiroid.
  • Nodul tiroid soliter
    Pada kondisi ini, benjolan tiroid hanya terjadi di salah satu bagian kelenjar tiroid.
  • Kanker tiroid
    Kanker tiroid merupakan pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kanker tiroid lebih sering terjadi daripada nodul tiroid.

Gondokan lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria. Selain itu, orang yang sedang hamil, berusia di atas 40 tahun, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit autoimun, sedang menggunakan obat-obatan tertentu (misalnya obat untuk penyakit jantung atau lithium untuk mengobati gangguan kesehatan mental), dan terpapar radiasi, juga lebih berisiko mengalami gondokan.

Gejala Gondok Dalam atau Struma Basedow

Tidak semua gondokan memunculkan gejala dan tanda yang khas. Namun, gejala umum yang dapat muncul pada gondokan meliputi:

  • Leher membengkak.
  • Perasaan kaku atau mengganjal di tenggorokan.
  • Suara serak.
  • Batuk.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kesulitan menelan.

Pada penyakit Graves, beberapa gejala lain yang dapat muncul di samping pembesaran kelenjar tiroid adalah tangan dan jari gemetar (tremor), mata menonjol atau terlihat seperti melotot, penurunan berat badan, siklus menstruasi berubah, kulit di kaki memerah, detak jantung tidak teratur, dan penurunan libido.

Dari semua gejala tersebut, yang paling khas dirasakan oleh penderita penyakit Graves adalah mata menonjol (exophthalmos). Kondisi ini umumnya diikuti dengan sensasi perih dan nyeri pada mata, kelopak mata bengkak, mata meradang, dan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.

Dalam kasus exophthalmos yang parah, otot mata yang membengkak dapat memberikan tekanan yang kuat pada saraf optik. Hal ini memungkinkan terjadinya buta sebagian (parsial). Otot-otot mata yang mengalami peradangan jangka panjang perlahan-lahan akan kehilangan kemampuan mengontrol gerakan, sehingga menyebabkan penglihatan ganda (double vision).

Diagnosis Gondokan Dalam atau Struma Basedow

Dalam menentukan diagnosis gondokan dalam atau struma Basedow, langkah awal yang dilakukan dokter adalah melakukan penelusuran riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengecek tanda-tanda klinis, meliputi pemeriksaan tekanan darah dan denyut jantung, serta perabaan pada kelenjar tiroid.

Karena penyakit Graves berkaitan dengan hormon tiroid, dokter akan menganjurkan tes darah untuk mengetahui kadar thyroid stimulating hormon (TSH) dan hormon tiroid. Penderita penyakit Graves umumnya memiliki kadar TSH di bawah normal dan hormon tiroid di atas normal.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan memberikan yodium. Caranya dengan mengukur yodium yang terdapat pada kelenjar tiroid setelah diberikan yodium melalui suntikan pada pembuluh darah atau secara oral. Jumlah yodium pada kelenjar tiroid menentukan apakah gondokan disebabkan penyakit Graves atau gangguan hipertoidisme karena sebab lain. Pemeriksaan radiologis, seperti USG, CT scan, dan MRI, juga mungkin diperlukan untuk hasil diagnosis yang lebih akurat.

Pengobatan Gondokan Dalam

Pengobatan gondokan dalam sangat bergantung pada ukuran, tanda dan gejala yang muncul, serta penyebab yang mendasarinya. Tujuan pengobatan dari gondokan dalam atau struma Basedow adalah untuk menghambat produksi hormon tiroid berlebih dan memblokir efek hormon tersebut pada tubuh. Penanganan gondokan dalam meliputi:

  • Pemberian obat-obatan
    Untuk menangani peradangan pada kelenjar tiroid, dokter akan memberikan obat pereda nyeri dan antiradang, seperti aspirin dan kortikosteroid. Untuk mengatasi hipertiroidisme yang terjadi akibat struma Basedow, diperlukan obat-obatan untuk mengendalikan kadar hormon.
  • Terapi yodium radioaktif
    Radioaktif bekerja dengan cara menghancurkan sel-sel tiroid yang terlalu aktif. Hasilnya pembengkakan akan menyusut dan gejala lainnya berkurang secara bertahap.
  • Pengobatan antitiroid
    Obat ini bekerja dengan cara menghalangi penggunaan yodium untuk memproduksi tiroid. Obat antitiroid dapat digunakan sebelum atau setelah terapi yodium radioaktif sebagai pengobatan tambahan.

Prosedur operasi menjadi pilihan terakhir untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid (tiroidektomi total) atau sebagian dari tiroid (tiroidektomi subtotal), tergantung dari tingkatan penyakit. Prosedur ini cukup berisiko, karena dapat merusak saraf yang mengontrol pita suara dan kelenjar kecil yang berdekatan dengan kelenjar tiroid (kelenjar paratiroid).

Setelah operasi, Anda mungkin memerlukan terapi pengganti hormon tiroid. Risiko lain yang sangat berbahaya pada operasi pengangkatan tiroid yaitu tirotoksikosis atau badai tiroid (thyroid storm). Kondisi ini memiliki angka kematian yang cukup tinggi.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami pembengkakan leher yang disertai pusing, sulit menelan, penurunan berat badan, gangguan penglihatan, dan suara serak. Jika dibiarkan, gondokan dalam atau struma Basedow dapat menekan vena jugularis (pembuluh darah yang mengalirkan darah dari wajah, kepala, otak, dan leher, menuju jantung), tenggorokan, kerongkongan, atau saraf yang berada di kotak suara tenggorokan. Deteksi dini sangat penting agar dapat dilakukan pengobatan segera untuk mencegah berkembangnya penyakit dan terjadinya komplikasi.