Mengenal Obat Nyeri Sendi yang Tidak Bikin Perih

Obat nyeri sendi tidak harus menyebabkan sensasi perih. Sebagian orang kerap menggunakan balsem, gel, atau krim pereda nyeri sendi yang mengandung capsaicin untuk meredakan nyeri sendi tersebut. Padahal, krim atau gel yang mengandung natrium diklofenak sebenarnya lebih tepat digunakan untuk mengobati nyeri sendi tanpa memberikan sensasi perih.

Sendi adalah media penghubung antar tulang. Sendi-sendi yang berada di tubuh Anda, memberikan sokongan dan membantu Anda untuk bergerak. Kerusakan pada sendi yang diakibatkan oleh penyakit atau cedera, rupanya dapat mengganggu pergerakan Anda dan juga menimbulkan rasa sakit.

Voltaren Article 3 - Mengenal Obat Nyeri Sendi yang Tidak Bikin Perih

Penyebab Nyeri Sendi

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri sendi, yaitu: osteoarthritis, cedera seperti patah tulang, keseleo, asam urat, rheumatoid arthritis, lupus, hingga infeksi virus. Aktivitas yang berlebihan seperti berdiri terlalu lama, melompat, dan mengangkat beban terlalu berat juga dapat menyebabkan nyeri sendi.

Pengobatan Nyeri Sendi

Pengobatan nyeri sendi disesuaikan pada penyebab yang mendasari. Untuk pengobatan di rumah dapat dilakukan kompres dingin, istirahat, dan juga obat untuk mengatasi nyeri dan radang. Anda dapat mencoba memakai obat topikal (obat oles)  untuk mengatasi nyeri seperti natrium diklofenak gel yang dapat dibeli bebas tanpa resep dokter.

Perbandingan Natrium Diklofenak dan Capsaicin

Sebagian orang lebih memilih untuk menggunakan krim atau gel yang mengandung natrium diklofenak atau capsaicin untuk meredakan nyeri sendi yang dialaminya. Tetapi kedua jenis obat tersebut memiliki cara kerja yang berbeda. Berikut adalah penjelasan dua kandungan obat nyeri sendi tersebut:

  • Natrium diklofenak
    Diklofenak adalah golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang dapat mengobati nyeri sendi. Obat ini bekerja untuk meredakan peradangan dan mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit tanpa menimbulkan sensasi pedas atau perih. Gel natrium diklofenak ini biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit akibat osteoartritis pada sendi tertentu, seperti area lutut, pergelangan kaki, kaki, siku, pergelangan tangan, dan tangan. Jika nyeri sendi dirasakan di banyak bagian tubuh, bisa digunakan natrium diklofenak oral atau tablet. Selain bekerja sebagai antinyeri dan radang, golongan OAINS seperti natrium diklofenak juga memiliki efek lain yakni pereda demam.  Meski demikian, obat ini tidak boleh digunakan pada penderita penyakit jantung.
  • Capsaicin
    Capsaicin adalah bahan aktif dalam cabai yang menciptakan rasa pedas. Bahan aktif ini digunakan dalam obat oles seperti krim dan losion untuk menghilangkan nyeri otot atau nyeri sendi. Krim yang mengandung capsaicin jika dioleskan pada tubuh akan menyebabkan sensasi perih yang mengaktifkan sel saraf tertentu. Penggunaan krim yang mengandung bahan aktif ini untuk mengobati nyeri sendi tidak disarankan jika: terdapat alergi terhadap cabai atau obat capsaicin oles, digunakan pada anak-anak, dan terdapat luka terbuka atau kulit yang teriritasi. Anda disarankan untuk mencuci area kulit yang dioleskan obat ini, jika sensasi terbakar atau pedas menyebabkan rasa tidak nyaman atau membuat kulit Anda menjadi kemerahan. Segera bersihkan dengan air bersih apabila capsaicin terkena mukosa seperti: mata, mulut, atau hidung.

Mungkin obat nyeri sendi yang mengandung capsaicin dan natrium diklofenak serupa, yakni dapat mengobati nyeri sendi yang Anda alami. Namun kenyataannya tidak. Obat nyeri sendi yang mengandung capsaicin rupanya hanya mengalihkan nyeri sendi yang dialami, sehingga nyeri tersebut seakan berkurang. Tetapi capsaicin tidak mengatasi peradangan yang sebenarnya adalah penyebab utama nyeri. Sedangkan natrium diklofenak memang dapat mengatasi masalah nyeri sendi tanpa menimbulkan rasa perih pada area tubuh yang dioleskan obat tersebut.

Hal ini membuat natrium diklofenak lebih baik digunakan untuk mengobati nyeri sendi.  Selain itu, penelitian pun mengungkapkan bahwa krim atau gel yang mengandung natrium diklofenak lebih efektif dan ampuh untuk mengobati osteoarthritis pada lutut.

Jika keluhan nyeri masih terjadi setelah mencoba cara di atas, apalagi jika Anda mengalami demam, nyeri menetap hingga lebih dari 3 hari, berat badan menurun, atau terjadi nyeri dan pembengkakan sendi tanpa sebab yang jelas, maka segeralah berobat ke dokter.