Mengenal Tumor Hidung, Gejala dan Penanganannya

Tumor hidung adalah benjolan yang tumbuh di rongga hidung (nasal cavity). Tumor hidung bisa bersifat jinak atau bisa bersifat kanker. Yuk, kenali gejala, faktor risiko dan penanganan tumor hidung!

Tumor hidung yang bersifat non kanker atau jinak umumnya tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak mengancam jiwa. Sebaliknya, tumor hidung yang bersifat kanker atau disebut juga kanker hidung merupakan pertumbuhan jaringan abnormal yang bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ada pula beragam kondisi klinis lainnya yang masih berkaitan dengan tumor hidung, antara lain tumor sinus paranasal dan sinonasal. Tumor sinus paranasal adalah tumor yang terjadi di rongga sinus, sementara tumor sinonasal adalah tumor langka yang tumbuh di rongga hidung dan area sinus.

Gejala Tumor Hidung yang Perlu Anda Waspadai

Baik tumor hidung non-kanker, tumor hidung ganas (kanker hidung), atau pun tumor sinonasal, memiliki banyak kesamaan gejala, antara lain:

  • Hidung tersumbat dan meler.
  • Keluar cairan lendir atau darah dari hidung.
  • Sakit kepala.
  • Rasa nyeri di sekitar wajah seperti di dahi, hidung, pipi, serta sekitar mata dan
  • Pembengkakan di wajah.
  • Gangguan penglihatan.
  • Sering mimisan.
  • Hilangnya indera penciuman atau indera pengecap.
  • Nyeri atau mati rasa di wajah atau gigi.
  • Kesulitan membuka mulut.
  • Nyeri telinga.
  • Kesulitan mendengar.

Jenis Tumor Hidung Jinak dan Ganas

Ada beragam jenis tumor yang dapat terjadi di sekitar rongga hidung dan sinus. Tumor hidung yang bersifat jinak atau non-kanker, antara lain:

  • Polip hidung
    Polip hidung merupakan pertumbuhan jaringan pada lapisan mukosa hidung atau pada sinus. Polip hidung dengan ukuran besar bisa menyebabkan hidung tersumbat atau berair, sakit kepala, kehilangan kemampuan mengecap dan mencium bau.
  • Inverted papilloma
    Inverted papilloma adalah pertumbuhan sel jinak di lapisan rongga hidung atau sinus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inverted papilloma terkait dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Kendati jenisnya non-kanker, tapi inverted papilloma bisa berbahaya dan bisa menghancurkan tulang di sekitarnya. Sel tumor juga dapat tumbuh jauh ke dalam jaringan di dekat sinus, bahkan ke Sebagian kasus inverted papilloma dapat berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa.

Sedangkan jenis tumor hidung atau sinus yang ganas (kanker), antara lain:

  • Karsinoma sel skuamosa.
  • Kanker kelenjar liur minor.
  • Adenokarsinoma.
  • Kanker neuroendokrin.
  • Esthesioneuroblastoma.

Tumor ganas lainnya yang dapat terjadi di hidung, namun lebih jarang, yaitu limfoma, melanoma mukosa, sarkoma jaringan lunak, kanker tulang, karsinoma sel transisional, karsinoma kistik adenoid, melanoma, neuroblastoma, sarkoma, plasmacytoma, dan karsinoma metastatik atau sebaran kanker dari organ lain.

Faktor Risiko Tumor Hidung

Kendati sebagian tumor hidung atau kanker hidung tidak memiliki faktor risiko yang jelas, namun Anda tetap perlu mengenali beberapa faktor umum yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah:

  • Paparan debu kayu, debu tekstil, dan debu dari kulit
  • Paparan asap rokok atau tembakau.
  • Senyawa nikel.
  • Pembuatan alkohol isopropil.
  • Radium-226.
  • Virus Epstein-Barr (EBV).
  • Inverted papilloma.
  • Human papillomavirus (HPV).
  • Paparan formaldehida.
  • Kromium.
  • Terapi radiasi untuk retinoblastoma.
  • Gas

Cara Mendiagnosis Tumor Hidung dan Penanganannya

Tumor hidung dan tumor paranasal dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik, endoskopi, CT scan, dan MRI. Pengobatan untuk tumor hidung dan tumor paranasal bergantung pada lokasi tumor dan jenis sel apa yang terlibat. Adapun jenis pengobatannya meliputi:

  • Prosedur operasi untuk pengangkatan tumor, bisa berupa operasi terbuka maupun operasi bedah
  • Terapi radiasi menggunakan Rontgen atau terapi proton, untuk membunuh sel kanker.
  • Kemoterapi yang dapat digunakan sebelum atau sesudah operasi. Kemoterapi juga dapat digunakan bersamaan dengan terapi radiasi. Prosedur ini bertujuan membunuh sel kanker.

Ada pula pengobatan dengan perawatan paliatif, yakni perawatan medis khusus yang berfokus pada penanganan nyeri dan gejala penyakit tumor hidung. Waspadai jika Anda mengalami gejala pilek yang kambuhan dan terjadi dalam jangka panjang, diikuti sering mimisan, gangguan pada indera penciuman, atau keluhan lain yang mengganggu. Periksakan diri ke dokter THT untuk memastikan bahwa Anda tidak mengalami tumor hidung.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi