Tak hanya di luar rumah, polusi udara di dalam rumah juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Polusi tersebut bisa berasal dari benda-benda yang tidak kita sadari mengeluarkan zat berbahaya atau menjadi tempat berkembangnya kuman penyakit.

Polusi udara di dalam rumah bisa disebabkan oleh polusi dari luar rumah, bisa juga oleh zat beracun dari benda-benda di dalam rumah atau produk pembersih rumah tangga. Polusi udara ini berbahaya bagi kesehatan anggota keluarga di rumah, terutama anak dan bayi yang sebagian besar waktunya berada di dalam rumah.

Mengenal Sumber Polusi Udara di Dalam Rumah dan Cara Menguranginya - Alodokter

Selain akibat paparan zat beracun, polusi udara di dalam rumah juga bisa disebabkan oleh mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur, yang berkembang biak pada benda atau area di dalam rumah yang jarang dibersihkan.

Mengenal Sumber Polusi Udara di Dalam Rumah

Dengan mengenali berbagai sumber polusi udara di dalam rumah, Anda bisa mengakalinya dan membuat udara di rumah menjadi lebih sehat. Berikut ini adalah beberapa sumber polusi udara di dalam rumah yang sering tidak disadari:

1. Karpet dan mebel

Karpet umumnya mengandung volatile organic compounds (VOC) yang dapat membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak dan orang yang menderita asma atau alergi.

Gas VOC ini juga banyak terkandung di dalam produk pembersih rumah tangga. Paparan gas VOC dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala, mual, sakit tenggorokan, dan iritasi mata.

Selain karpet, furnitur baru yang terbuat dari kayu biasanya juga mengandung gas berbahaya bernama formaldehida yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan.

Jadi, sebelum digunakan, furnitur dan karpet baru sebaiknya dijemur dulu di luar rumah selama 1 hari. Selain itu, buka jendela atau ventilasi udara selama beberapa hari pertama karpet dan mebel baru digunakan, sehingga memungkinkan adanya pertukaran udara.

2. Penyejuk ruangan

Penyejuk ruangan (air conditioner/AC) memang dapat membuat udara di dalam rumah terasa sejuk. Namun, AC perlu dibersihkan secara teratur.

Selain itu, Anda perlu membuka jendela di pagi atau malam hari agar sirkulasi udara tetap baik. Jika tidak, debu, bakteri, dan virus yang menjadi sumber polusi udara di dalam rumah akan terus berada di dalam ruangan.

Selain itu, Anda juga perlu berhati-hati, karena terus-menerus berada di dalam ruangan ber-AC dapat membuat kulit dan mata kering.

3. Pengharum ruangan

Pengharum ruangan kerap digunakan untuk membuat udara di rumah terasa lebih segar dan wangi. Namun, produk ini sebenarnya hanya menyamarkan bau dengan aroma buatan, bukan mengatasi sumber bau di dalam rumah.

Beberapa bahan kimia dalam pengharum ruangan, seperti etanol, kampor, fenol, dan formaldehida, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Bahan-bahan kimia ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti sakit kepala, asma, dan eksim.

4. Cat dinding

Hindari menyimpan cat di dalam rumah, karena umumnya cat mengandung VOC. Saat mengecat dinding, pilihlah cat dengan kandungan VOC yang rendah dan pastikan semua jendela dalam keadaan terbuka.

Meski pengecatan telah selesai dilakukan, sebaiknya jendela tetap dibiarkan terbuka selama beberapa hari untuk memastikan VOC tidak terperangkap di dalam rumah dan menyebabkan gangguan kesehatan.

5. Produk pembersih rumah tangga

Produk pembersih lantai dan detergen, terutama yang mengandung amonia dan klorin, berisiko menyebabkan gangguan pernapasan. Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan rumah dengan cairan pembersih untuk melindungi kulit dan pernapasan.

Sebisa mungkin, minimalkan penggunaan pembersih semprot. Sebagai alternatif, Anda dapat mencoba membuat cairan pembersih sendiri menggunakan larutan cuka atau air hangat yang ditambahkan soda kue untuk membersihkan bagian tertentu di dalam rumah.

6. Asap rokok

Bukan hanya membuat udara di rumah menjadi bau, asap rokok juga dapat terhirup oleh anggota keluarga yang tinggal di rumah. Hal ini membuat mereka menjadi perokok pasif dan berisiko terkena berbagai penyakit, seperti sinusitis, bronkitis, pneumonia, dan memperburuk gejala asma.

Asap rokok merupakan sumber polusi yang paling banyak menyebabkan kerusakan paru-paru. Kebiasaan merokok juga termasuk salah satu penyebab utama kanker paru-paru.

Selain itu, residu asap rokok yang tertinggal di lantai, karpet, sofa, dan bantal dapat membahayakan kesehatan anak-anak yang sering bermain di area tersebut.

7. Gas dan kompor

Tabung gas LPG dan kompor yang bocor dapat melepaskan karbon monoksida yang bisa menyebabkan kelelahan, sakit kepala, mual, dan bahkan kematian. Oleh karena itu, pastikan kompor dan tabung gas terpasang dengan sempurna.

Selain itu, tempatkan kompor berdekatan dengan jendela atau ventilasi udara. Dengan begitu, bila ada kebocoran, gas tidak terperangkap di dalam rumah.

8. Pembakaran sampah

Sampah rumahan yang dibakar dapat menghasilkan berbagai polutan yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memicu masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan, kanker, dan kelainan kongenital.

Lakukan penanganan sampah dengan cara yang lebih aman dan sehat, misalnya dengan mengurangi, mendaur ulang, atau menggunakan kembali sampah yang masih layak sebagai bahan untuk membuat beragam produk yang unik dan bermanfaat.

Selain berbagai sumber polusi udara di atas, periksa juga benda-benda lain yang dapat menimbulkan bau tidak sedap di dalam rumah, kosongkan isi tempat sampah secara teratur, serta cek saluran pembuangan air dan WC secara rutin. Intinya, udara yang segar dan sehat seharusnya tidak berbau.  

Tips Mengatasi dan Mengurangi Polusi Udara di Dalam Rumah

Mengenali dan mencegah polusi dari berbagai sumber polusi udara di dalam rumah saja tidak cukup. Udara dari luar rumah juga bisa menjadi sumber polusi dan membawa masuk berbagai kuman penyakit ke dalam rumah.

Oleh karena itu, untuk mengurangi polusi udara di dalam rumah, Anda juga perlu melakukan hal-hal berikut ini:

  • Gunakan ventilasi dan jendela dengan penyaring atau kawat kasa untuk menyaring debu dari luar rumah.
  • Bersihkan lantai secara rutin menggunakan sapu, kain pel, atau vacuum cleaner.
  • Bersihkan seluruh perabot dan furnitur di dalam rumah, seperti sofa, karpet, dan tempat tidur, setiap hari menggunakan lap basah.
  • Tempatkan keset di depan pintu rumah dan pastikan semua orang melepas alas kaki sebelum memasuki rumah.
  • Jaga kelembapan udara di dalam rumah dengan menggunakan kipas angin atau AC untuk mencegah bakteri dan jamur berkembang biak.
  • Perbanyak tanaman di halaman sekitar rumah dan juga di dalam rumah jika memungkinkan. Tanaman akan melepaskan oksigen dan menarik karbon dioksida dari udara, sehingga udara di rumah akan lebih segar.

Tempat tinggal yang bersih dan bebas polusi dapat mendukung kesehatan Anda dan keluarga. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan di dalam rumah, termasuk kebersihan udara.

Sebaiknya periksakan diri ke dokter jika muncul keluhan atau gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh polusi udara di dalam rumah, seperti pilek, batuk, sesak napas, atau gatal-gatal. Selain mendapatkan penanganan yang tepat, Anda juga bisa bertanya kepada dokter mengenai cara mencegah polusi udara di rumah Anda.