Merawat Anak dengan GBS

Guillain-Barré syndrome (GBS) atau sindrom Guillain-Barré merupakan penyakit langka yang dapat menyerang anak-anak. Penyakit ini mampu menyebabkan kelumpuhan pada buah hati Anda. Semakin cepat anak Anda mendapatkan perawatan, maka semakin besar kemungkinan keadaannya dapat membaik.

Guillain-Barré syndrome (GBS) adalah kondisi serius yang memerlukan rawat inap di rumah sakit sesegera mungkin, karena dapat memburuk dengan cepat. Jika tidak segera tertangani, penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

New article - GBS

Ini Perawatan untuk Penyakit GBS

Sejauh ini belum ditemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Kunci untuk mengelola GBS secara medis adalah dengan mendeteksi penyakit ini sedini mungkin. Kondisi ini biasanya bisa membaik, akan tetapi dapat mengancam nyawa apabila penanganan medis tidak segera didapatkan. Perawatan intensif dan pemantauan yang ketat dari tenaga medis diperlukan untuk merawat anak dengan GBS.

Tujuan perawatan dan pengobatan adalah untuk mencegah timbulnya gangguan pernapasan pada buah hati Anda. Hal ini karena salah satu komplikasi yang paling ditakutkan dari penyakit GBS adalah terjadinya kelumpuhan pada otot pernapasan sehingga penderitanya tidak dapat bernapas. Obat juga digunakan untuk mengendalikan rasa sakit dan kondisi lain yang mungkin muncul.

Karena itu penting untuk membawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Untuk mendiagnosis penyakit GBS, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang seperti tes darah, tes urine, pungsi lumbal untuk memeriksa cairan otak, dan melakukan pemeriksaan EMG (elektromiogram) untuk mendeteksi kelainan saraf pada otot.

Ada beberapa hal yang akan dipertimbangkan oleh dokter sebelum melakukan perawatan pada GBS, meliputi:

  • Usia anak.
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan.
  • Riwayat penyakit yang dimiliki.
  • Toleransi anak terhadap obat, prosedur, atau terapi tertentu.
  • Ekspektasi terhadap perawatan tersebut.

Perlu diingat, perawatan yang Anda pilih juga menentukan bagaimana dokter mengambil keputusan untuk menangani GBS yang diderita anak Anda.

Setelah beberapa hal tersebut dipertimbangkan, dokter akan mengambil langkah untuk melakukan perawatan. Berikut dua jenis perawatan yang umum diberikan untuk anak dengan GBS:

  • Pertukaran plasma darah (plasmapheresis)
    Dalam perawatan ini, plasma darah yang merupakan cairan berwarna kuning pucat di dalam darah, dikeluarkan dan dipisahkan dari sel darah. Dalam perawatan ini, plasma darah diganti dengan cairan lain. Antibodi juga dikeluarkan bersamaan dengan plasma darah, prosedur ini dapat membantu mengurangi peradangan yang merusak saraf, sehingga diharapkan gejala penyakit GBS dapat membaik.
  • Terapi imunoglobulin
    Imunoglobulin yang mengandung antibodi sehat dari donor darah diberikan melalui suntikan pada pembuluh darah. Imunoglobulin berdosis tinggi ini mampu menghambat kerja antibodi yang merusak saraf dan menyebabkan penyakit GBS ini.

Sebagian penderita penyakit GBS mungkin perlu duduk di kursi roda atau menggunakan alat bantu berjalan, hingga kekuatannya kembali seperti sedia kala. Selain itu, mungkin anak Anda membutuhkan fisioterapi setelah menyelesaikan perawatan di rumah sakit, guna membantu pemulihan dan memperbaiki gerakan tubuhnya.

Jika anak Anda mengalami penyakit GBS, dibutuhkan kesabaran yang ekstra dalam merawatnya. Bantulah anak Anda untuk menjalani pemulihan, hiburlah dirinya, dan ikuti saran dokter yang merawat agar proses perbaikan kondisinya dapat berjalan dengan lancar.

Kendati GBS merupakan penyakit yang berat, namun sebanyak 85 persen penderita penyakit ini dapat mengalami pemulihan dalam waktu 6 hingga 12 bulan. Dan mayoritas penderita GBS mampu kembali melakukan aktivitasnya dengan normal.

Jika terdapat keluhan pada anak yang mengarah ke penyakit GBS, jangan menunda untuk membawanya berkonsultasi ke dokter. Semakin awal GBS terdeteksi dan ditangani, maka semakin tinggi kemungkinannya untuk mengalami perbaikan serta terhindar dari komplikasi berbahaya.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi