Cara meredakan demam pada anak menjadi pengetahuan penting untuk setiap orang tua, apalagi saat musim pancaroba. Perubahan cuaca yang tiba-tiba kerap memicu turunnya daya tahan tubuh si Kecil, sehingga risiko terkena infeksi dan demam meningkat. 

Musim pancaroba membuat virus dan bakteri lebih mudah berkembang, sehingga anak-anak lebih rentan mengalami beragam gejala, seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.

Musim Pancaroba Bikin Anak Mudah Demam? CEK Dulu Keluhannya sebelum Memberi Obat - Alodokter

Ketika anak demam dan sakit, ia pun akan menjadi lebih rewel. Oleh karena itu, tidak heran banyak orang tua langsung mencari cara meredakan demam pada anak, salah satunya dengan memberikan obat penurun panas.

Namun, perlu diingat bahwa demam sebenarnya bukanlah penyakit utama, melainkan respons alami tubuh anak untuk melawan infeksi. Jadi, cara meredakan demam pada anak yang benar juga harus dengan mengamati tanda-tanda penting sebelum menentukan penanganan selanjutnya. 

CEK Dulu Saat Anak Demam 

Sebelum menentukan cara meredakan demam pada anak, jangan hanya terpaku pada angka di termometer. Lakukan Metode CEK agar Bunda dan Ayah memahami kondisi anak secara menyeluruh, apakah demam biasa (ringan hingga sedang) atau justru demam dengan nyeri dan radang. 

CEK sendiri terdiri dari ciri fisik, ekspresi anak, dan keluhan badan. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Ciri fisik

Perhatikan dengan cermat perubahan fisik pada tubuh anak. Jika anak mengalami demam biasa, kulit yang biasanya cerah mungkin tampak lebih pucat. Selain itu, matanya bisa terlihat sayu dan pucat. 

Sedangkan pada demam yang disertai dengan radang dan nyeri, ciri fisiknya lebih berat dan spesifik. Anak mungkin mengeluh atau terlihat kesakitan saat menelan makanan atau minum. Selain itu, mereka juga mungkin mengalami gusi dan gigi bengkak. 

Segera bawa anak ke dokter jika ia sangat lemah, sulit berjalan, tidak mau bergerak, atau muncul kebiruan pada kuku, kulit, dan bibir.

2. Ekspresi anak

Amati ekspresi wajah dan perilaku si Kecil. Bila anak mendadak malas bermain, sulit fokus pada aktivitas favoritnya, atau tidak menunjukkan ketertarikan seperti biasanya, ini bisa menjadi tanda kondisi tubuhnya sedang tidak nyaman.

Ketika ia mengalami demam biasa, ekspresi anak tampak lemas dan lesu. Anak yang biasanya ceria bisa saja tampak murung, mudah menangis, enggan berbicara, atau tampak bingung. 

Sementara jika mengalami demam disertai radang atau nyeri, anak justru akan rewel, gelisah, dan sulit ditenangkan. Apabila anak terlalu lemas untuk berinteraksi, atau terus-terusan mengeluh ingin dipangku, Bunda dan Ayah perlu lebih waspada. 

3. Keluhan badan

Tanyakan kepada anak mengenai apa yang ia rasakan. Pada kasus demam biasa, keluhan badan biasanya meliputi meriang dan sumeng. Sedangkan jika si Kecil mengalami demam yang disertai nyeri dan radang, ia mungkin merasakan nyeri badan dan ngilu. 

Pada anak yang belum bisa bicara, perhatikan apakah ia menolak makan atau minum, menangis saat menelan, mual, muntah, buang air kecil, atau lebih sering minta digendong. Bila anak mengeluhkan sakit perut, sensasi panas di dada, mual, sering buang air kecil, atau kedinginan, catat dengan detail. 

Riwayat keluhan ini akan sangat membantu dokter memberi saran penanganan nantinya. 

Musim Pancaroba Bikin Anak Mudah Demam? CEK Dulu Keluhannya sebelum Memberi Obat - Alodokter

Pilihan Cara Meredakan Demam pada Anak Sesuai Gejala

Sebelum memberi anak obat, ada beberapa langkah alami yang bisa Bunda dan Ayah terapkan sebagai cara meredakan demam pada anak, seperti:

  • Memantau suhu tubuh dan kondisi anak setiap beberapa jam dengan metode CEK
  • Memberikan cairan yang cukup, seperti air putih atau sup hangat
  • Mengompres hangat pada dahi, ketiak, atau lipatan paha
  • Menidurkan anak 

Apabila beberapa cara alami di atas masih belum mampu meredakan demam pada anak, Bunda dan Ayah dapat memberikan obat penurun panas sesuai dengan kondisi si Kecil seperti berikut ini:

Demam biasa 

Pada demam yang menyebabkan Si Kecil lemas, lesu, meriang, dan sumeng, paracetamol biasanya menjadi pilihan pertama karena aman untuk anak dan dapat membantu menurunkan demam secara bertahap. Bunda dan Ayah dapat memilih paracetamol yang mudah diserap tubuh agar efek penurunan panas dapat dirasakan lebih cepat. 

Salah satu obat yang bisa dipilih adalah Praxion, yang menggunakan paracetamol micronized dengan teknologi mikronisasi sehingga penyerapannya lebih optimal. Teknologi ini membuat penurunan demam terasa lebih cepat dan nyaman untuk anak. 

Praxion juga dapat diberikan sebelum makan karena tidak mengganggu kenyamanan lambung anak. Ini tentu menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang kesulitan memberi obat ketika anak tidak nafsu makan.

Produk ini tersedia dalam berbagai varian sesuai usia, mulai dari drops untuk bayi, suspensi untuk anak, hingga forte untuk anak usia di atas 6 tahun. Rasanya yang manis dan ringan, jadi lebih mudah diberikan kepada anak. Selain itu, waktu simpan obat setelah kemasan dibuka bisa mencapai 60 hari pada suhu di bawah 30 derajat Celcius dan terhindar dari matahari langsung.

Demam disertai nyeri dan radang

Jika demam disertai keluhan nyeri tubuh atau sulit menelan sehingga anak jadi rewel dan gelisah bahkan sampai mengganggu tidurnya, ibuprofen dapat menjadi alternatif obat demam. Hal ini karena karena ibuprofen memiliki efek antinyeri dan antiradang. 

Bunda dan Ayah bisa memilih ibuprofen yang bekerja cepat dan memiliki durasi yang panjang, agar anak tidak terlalu sering minum obat. 

Proris adalah salah satu pilihan yang dapat digunakan karena mengandung ibuprofen dengan aksi ganda untuk membantu meredakan demam, nyeri, sekaligus peradangan. Efeknya mulai terasa dalam 15–30 menit dan bisa bertahan hingga 8 jam, sehingga membuat anak tetap nyaman dan bisa tidur dengan tenang.

Proris tersedia dalam rasa jeruk dan strawberry yang tidak pahit, sehingga lebih disukai oleh anak-anak. Selain itu, obat boleh disimpan dan dapat digunakan selama 60 hari, asal ditempatkan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius dan terhindar dari matahari langsung. 

Kapan Harus ke Dokter

Jangan hanya fokus pada suhu tubuh ya. Cara meredakan demam pada anak harus diimbangi dengan memperhatikan perubahan kondisi umum anak. Nah, segera bawa anak ke dokter atau IGD apabila si Kecil terlihat:

  • Sangat lemah atau sulit dibangunkan
  • Kejang
  • Napas sesak atau berat
  • Tidak mau minum sama sekali
  • Muntah terus-menerus
  • Muncul ruam merah yang tidak memudar saat ditekan

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat anak demam. Jadi, jangan langsung memberi obat penurun panas tanpa memahami keluhan yang menyertainya ya. Selalu terapkan metode CEK (ciri fisik, ekspresi anak, dan keluhan badan) sebelum memutuskan obat yang tepat untuk anak. 

Dengan menerapkan metode CEK, cara meredakan demam pada anak bisa lebih terarah, sehingga Bunda dan Ayah tidak mudah panik dan terhindar dari pemberian obat yang tidak perlu. 

Jika Bunda dan Ayah masih ragu mengenai cara meredakan demam pada anak, manfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan panduan dan solusi yang tepat sebelum mengambil langkah lebih lanjut di rumah.