Saat memasuki pergantian musim, disarankan untuk meningkatkan upaya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, sehingga Anda dapat menghindari berbagai penyakit musim pancaroba. Pada masa pergantian musim kemarau ke musim penghujan ini, ada beberapa jenis penyakit  yang bisa menyerang Anda dan keluarga.

Anak usia balita (bawah lima tahun) merupakan salah satu kalangan yang rentan mengalami infeksi virus selama musim pancaroba, meski tidak menutup kemungkinan bisa menjangkiti orang dewasa.

Musim Pancaroba Membawa Risiko Infeksi Virus - Alodokter

Jenis Penyakit Musim Pancaroba

Berikut beberapa risiko infeksi virus yang lebih tinggi pada musim pancaroba :

  • Demam berdarah dengue (DBD)

Saat musim pancaroba, terutama awal memasuki musim penghujan, kasus demam berdarah atau DBD di berbagai daerah mengalami peningkatan. Pada tahun 2014, kasus DBD dapat ditemukan hampir di seluruh propinsi di Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan karena  virus dengue dapat bertahan di iklim tropis dan semakin berkembang saat musim hujan.

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh virus dengue. Gejala DBD antara lain demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala parah, nyeri di bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, mudah memar, munculnya bintik-bintik di kulit, hingga perdarahan ringan di sekitar gusi dan hidung. Yang perlu diwaspadai adalah komplikasi dari DBD, yaitu perdarahan berat, syok, hingga kematian.

Untuk mengurangi risiko terkena DBD, penting untuk mencegah perkembangan populasi nyamuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menyingkirkan barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti kaleng, pot, atau ban bekas yang menampung air hujan. Jangan lupa juga untuk membersihkan bak mandi atau tempat minum binatang peliharaan secara teratur, serta menutupnya secara rapat.

  • Chikungunya

Gejala penyakit chikungunya sekilas hampir serupa dengan demam berdarah. Saat penyakit musim pancaroba ini diderita, demam tinggi dan nyeri sendi akan dialami. Gejala lain, seperti sakit kepala, nyeri otot, mual, ruam, dan kelelahan, juga mungkin akan dirasakan.

Umumnya, gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu seminggu.

Pada orang lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit lainnya dan juga pada bayi baru lahir, penyakit chikungunya dengan gejala yang lebih parah dapat saja terjadi. Meski jarang mengakibatkan kematian, gejala yang parah bisa menyebabkan kelumpuhan sementara.

Sebenarnya tidak ada penanganan khusus untuk chikungunya. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan yang dapat membantu meringankan demam dan nyeri sendi yang diderita. Untuk pemulihan, Anda disarankan untuk beristirahat yang cukup dan banyak mengonsumsi air putih guna mencegah dehidrasi.

Untuk mengurangi risiko terkena chikungunya, langkah yang sama dalam upaya mencegah DBD juga bisa dilakukan.

  • Zika

Sama halnya dengan DBD dan chikungunya, virus zika menyebar melalui gigitan nyamuk, namun bisa pula ditularkan melalui hubungan seksual dan transfusi darah. Virus zika dapat ditularkan ibu hamil ke janin dan bisa menyebabkan bayi menderita microcephaly (kepala bayi lebih kecil daripada normal).

Saat penyakit musim pancaroba ini diderita, Anda akan mengalami demam, nyeri sendi, sakit kepala, ruam, gatal di seluruh tubuh, mata merah, nyeri otot, nyeri punggung, hingga nyeri pada bagian belakang mata.

Gejala tersebut biasanya terjadi sekitar tujuh hari dan akan hilang dengan sendirinya. Anda disarankan untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi banyak air putih untuk meringankan gejala yang muncul.

  • Infeksi saluran pernapasan

Berdasarkan sebuah studi, infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh virus paling banyak terjadi di musim hujan. Penyakit ini paling banyak terjadi pada anak-anak balita, karena sistem imunitas anak-anak belum terbentuk sempurna.

Sebagaimana infeksi saluran pernapasan atas, gejala infeksi saluran pernapasan bawah adalah batuk. Hanya saja, batuk yang terjadi lebih berat dan kadang diiringi dengan dahak dan lendir. Gejala lain yang mungkin dialami adalah sesak napas, meningkatnya frekuensi pernapasan, rasa sesak di dada, atau bunyi mengi saat bernapas. Infeksi saluran pernapasan bawah bisa berupa bronkhitis, pneumonia, dan bronchiolitis.

Infeksi saluran pernapasan ini ditularkan melalui percikan ludah yang mengandung virus, saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Bisa juga dengan kontak tidak langsung melalui permukaan benda yang sudah terkontaminasi virus dari percikan ludah atau sentuhan tangan orang yang terinfeksi. Salah satu cara yang efektif mencegahnya yaitu menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan.

  • Influenza

Berdasarkan sebuah studi mengenai virus influenza atau flu yang menjangkiti anak-anak, diketahui kasus terbanyak terjadi saat musim hujan, termasuk di Indonesia. Virus ini akan menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Pada umumnya, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Namun pada anak balita, terutama anak berusia di bawah 2 tahun, dan lansia di atas 65 tahun, penyakit musim pancaroba ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Anda perlu beristirahat yang cukup dan mengonsumsi banyak air putih untuk meringankan gejala flu yang diderita. Pada kasus tertentu, dokter akan merekomendasikan obat antivirus untuk mengatasi penyakit flu. Sementara untuk mencegah terinfeksi virus influenza, Anda dapat melakukan vaksinasi yang dapat diulang setiap tahunnya.

Meski umumnya penyakit musim pancaroba tidak berbahaya, namun lebih baik melakukan upaya pencegahan, seperti menerapkan hidup bersih dan menjaga lingkungan tetap bersih. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjangkit berbagai penyakit yang kerap muncul di musim pancaroba.