Demam berdarah adalah penyakit infeksi akibat virus Dengue yang menular melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini menimbulkan gejala demam tinggi, sakit kepala, serta nyeri tulang dan otot. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah berisiko mengancam nyawa.

Ketika memasuki musim pancaroba hingga musim hujan, Anda perlu lebih waspada terhadap penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, termasuk demam berdarah dengue (DBD). Curah hujan dan kelembapan yang meningkat membuat tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti menjadi lebih banyak sehingga risiko penularan DBD pun meningkat.

Demam Berdarah - Alodokter

Demam berdarah dengue dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus Dengue. Setelah menggigit orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut dapat menularkan virus kepada orang lain melalui gigitan berikutnya.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk mengatasi infeksi virus Dengue. Namun, untuk membantu meredakan demam dan nyeri akibat DBD, Anda bisa menggunakan paracetamol sebagaimana yang direkomendasikan oleh WHO.

Penyebab Demam Berdarah

Demam berdarah dengue disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Seseorang bisa terinfeksi tersebut setelah digigit oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang telah terinfeksi virus Dengue terlebih dahulu.

Nyamuk penyebab demam berdarah biasanya aktif dan menggigit pada pagi hingga sore hari. Nyamuk ini dapat berkembang biak di berbagai wadah yang menampung air, misalnya bak mandi atau ember.

Demam berdarah tidak menular antarmanusia secara langsung melalui kontak biasa. Namun, ibu hamil dapat menularkan demam berdarah kepada janin yang dikandungnya selama masa kehamilan atau ketika proses persalinan.

Faktor risiko demam berdarah

Risiko penularan demam berdarah dapat meningkat pada musim hujan karena kondisi tersebut mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, seseorang juga lebih berisiko terkena DBD jika ia berada di daerah dengan kasus demam berdarah yang tinggi, terutama bila area tersebut padat penduduk.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penderita DBD mengalami demam berdarah dengan gejala lebih berat, yaitu:

  • Berusia anak-anak atau lansia
  • Sedang hamil
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
  • Pernah menderita demam berdarah sebelumnya

Gejala Demam Berdarah

Gejala utama demam berdarah adalah demam tinggi yang timbul secara mendadak. Demam akibat DBD umumnya berlangsung selama 2–7 hari dan dapat mencapai 40°C. Namun, demam tinggi saja tidak cukup untuk membedakan DBD dari penyakit lain karena keluhan awalnya bisa mirip flu atau penyakit demam lainnya.

Demam lebih patut dicurigai sebagai DBD jika disertai gejala khas, seperti:

  • Lemas
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Sakit otot dan sendi
  • Hilang nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Ruam kemerahan yang timbul atau tidak timbul

Demam kemudian dapat turun dan pasien mungkin merasa lebih baik. Namun, penurunan demam tidak selalu berarti pasien sudah membaik. Sebagian pasien justru bisa memasuki fase kritis saat demam mulai mereda, biasanya sekitar hari ke-3 sampai hari ke-7 sejak gejala pertama muncul.

Pada fase tersebut, kebocoran plasma dari pembuluh darah dapat terjadi sehingga volume cairan dalam sirkulasi berkurang. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan tekanan darah turun hingga terjadi syok.

Kapan Harus ke Dokter

Periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda mendadak demam tinggi disertai gejala awal demam berdarah lainnya. Penderita DBD juga perlu diawasi secara ketat ketika demam mulai mereda karena sebagian penderita dapat memasuki fase kritis pada tahap ini.

Tanda bahaya yang perlu diawasi pada fase ini antara lain:

  • Nyeri perut yang berat
  • Muntah-muntah tidak kunjung berhenti
  • Sangat lemas atau mengantuk
  • Gelisah atau mudah marah
  • Gusi berdarah atau mimisan
  • Muntah darah atau muntah seperti bubuk kopi
  • Buang air besar berdarah atau berwarna hitam
  • Jantung berdebar
  • Napas cepat
  • Tangan dan kaki terasa dingin, pucat, dan lembap
  • Tidak buang air kecil selama lebih dari 4–6 jam

Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul tanda bahaya tersebut.

Diagnosis Demam Berdarah

Diagnosis demam berdarah dilakukan dengan menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat perjalanannya, dan kejadian DBD di wilayah tempat tinggal pasien.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pada pemeriksaan awal, dokter akan melakukan tourniquet test dengan alat pengukur tekanan darah. Tujuannya adalah untuk memeriksa risiko terjadinya kebocoran pembuluh darah.

Guna memastikan diagnosis, dokter juga dapat melakukan rangkaian tes darah berikut ini:

  • Pemeriksaan antigen NS1, untuk mendeteksi antigen virus Dengue, terutama pada fase awal infeksi
  • Pemeriksaan serologi IgG dan IgM dengue, untuk mendeteksi antibodi yang melawan virus Dengue
  • Hitung darah lengkap, untuk memantau kadar trombosit dan sel darah putih
  • Pemeriksaan hematokrit, untuk menilai kenaikan kadar hematokrit karena penurunan volume cairan darah (plasma) yang dapat terjadi akibat kebocoran pembuluh darah
  • Tes fungsi hati, untuk menilai gangguan fungsi hati yang dapat terjadi pada infeksi Dengue

Pengobatan Demam Berdarah

Sebagaimana panduan WHO, pengobatan demam berdarah berfokus pada perawatan untuk meredakan gejala, memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi, menjaga kondisi tubuh, serta mencegah komplikasi hingga infeksi membaik dengan sendirinya. 

Penanganan demam berdarah tahap awal bisa dilakukan di rumah selama tidak terdapat tanda bahaya. Namun, selama perawatan mandiri, pasien harus diawasi secara ketat.

Selain itu, untuk mempercepat pemulihan, pasien perlu:

  • Mencukupi kebutuhan cairan, terutama dengan minum air putih dan larutan oralit, jus buah tanpa tambahan gula, air kelapa, serta sup
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang
  • Beristirahat yang cukup untuk membantu memulihkan diri
  • Membantu menurunkan demam dengan kompres hangat, mandi atau berendam air hangat (tidak panas), mengatur suhu ruangan yang sejuk, dan mengenakan pakaian yang tipis dan nyaman 
  • Mengonsumsi paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri
  • Tidak menggunakan aspirin, ibuprofen, atau OAINS lainnya karena dapat meningkatkan risiko perdarahan

Jika membutuhkan perawatan di rumah sakit, dokter dapat memberikan penanganan berupa:

  • Pemberian cairan melalui infus, sesuai kondisi pasien
  • Pemantauan tekanan darah, jumlah urine, kadar trombosit, hematokrit, kadar gula darah, kadar elektrolit darah, dan fungsi hati
  • Transfusi darah atau komponen darah jika terjadi perdarahan berat atau komplikasi perdarahan yang parah

Komplikasi Demam Berdarah

Jika tidak tertangani dengan cepat, kebocoran pembuluh darah pada DBD dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, antara lain:

Sementara jika terjadi pada ibu hamil, demam berdarah dapat menyebabkan komplikasi berupa:

Pencegahan Demam Berdarah

Pencegahan demam berdarah bisa dilakukan dengan menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras atau membersihkan penampungan air
  • Menutup rapat penampungan air
  • Mendaur ulang atau membuang barang bekas
  • Plus pencegahan tambahan, seperti memakai lotion antinyamuk, memasang kawat nyamuk, fogging, atau menggunakan kelambu

PSN 3M Plus ini harus dilakukan secara berkala untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan terbebas dari nyamuk penyebab demam berdarah.

DBD juga bisa dicegah dengan menjalani vaksin dengueVaksin ini bisa diberikan sejak usia 6 tahun, terutama pada orang yang tinggal di daerah dengan kasus dengue yang tinggi atau memiliki risiko terpapar virus Dengue. Namun, pemberian vaksin perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan riwayat infeksi dengue sebelumnya sehingga sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Jika masih memiliki pertanyaan tentang demam berdarah atau vaksinasi dengue, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter lewat Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER, untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang sesuai dengan kondisi Anda.