Naspro adalah obat untuk meredakan nyeri ringan, seperti sakit kepala, nyeri otot, atau nyeri haid. Obat ini juga mampu membantu menurunkan demam dan mengurangi peradangan.
Naspro mengandung acetylsalicylic acid atau acetosal yang bekerja dengan cara menghambat enzim tertentu dalam tubuh sehingga rasa sakit, peradangan, dan pembekuan darah bisa berkurang. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan bisa dibeli tanpa resep dokter.

Selain itu, dalam dosis rendah, Naspro dapat membantu mencegah penggumpalan darah. Manfaat ini sangat penting bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke.
Apa Itu Naspro
| Bahan aktif | Acetylsalicylic acid 300 mg |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Analgesik-antipiretik, antiplatelet, antiinflamasi nonsteroid (NSAID) |
| Manfaat | Meredakan nyeri dan demam, mencegah penggumpalan darah pada penyakit jantung atau stroke |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Naspro untuk ibu hamil | Kehamilan trimester pertama dan kedua |
| Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. | |
| Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali jika dokter menyarankan demikian. | |
| Kehamilan trimester ketiga | |
| Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. | |
| Naspro untuk ibu menyusui | Kandungan acetylsalicylic acid dalam Naspro dapat terserap ke dalam ASI. Penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Naspro
Agar Naspro dapat bekerja secara optimal dan tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan, penting untuk memperhatikan hal-hal berikut sebelum mengonsumsinya:
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap aspirin atau obat lain yang satu golongan dengan obat ini. Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi serius akibat obat apa pun, sampaikan juga hal tersebut kepada dokter.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit liver, ginjal, jantung, asma, hemofilia, trombositopenia, gout, defisiensi G6PD, dispepsia atau polip hidung.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat masalah perdarahan di saluran pencernaan seperti muntah darah atau BAB berdarah, maag atau tukak lambung.
- Beri tahu dokter jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, karena Naspro dapat memengaruhi proses pembekuan darah.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana untuk hamil.
- Sampaikan kepada dokter semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda konsumsi, untuk mencegah efek interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Hindari merokok dan minum alkohol saat menggunakan Naspro, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan lambung atau usus.
- Jangan memberikan obat ini kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun yang sedang atau baru sembuh dari infeksi virus seperti flu atau cacar air, karena dapat menyebabkan sindrom Reye yang berbahaya.
- Segera temui dokter jika Anda mengalami alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Naspro.
Dosis dan Aturan Pakai Naspro
Dosis Naspro dapat berbeda untuk setiap individu dan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi medis serta respons tubuh terhadap pengobatan. Berikut adalah rekomendasi dosis aspirin yang terkandung dalam Naspro berdasarkan tujuan penggunaannya:
Tujuan: Penanganan awal stroke, angina pektoris, dan serangan jantung
- 150–300 mg, 1 kali sehari.
Tujuan: Pencegahan penyakit kardiovaskular pada pasien risiko tinggi
- Dosis jangka panjang: 75–150 mg, 1 kali sehari.
Tujuan: Sebagai penurun demam atau nyeri ringan hingga sedang
- 300–900 mg, diminum setiap 4–6 jam. Maksimal 4.000 mg per hari.
Tujuan: Penyakit osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis
- 3.000–4.000 mg per hari, dibagi dalam beberapa dosis sesuai anjuran dokter.
Cara Menggunakan Naspro dengan Benar
Selalu ikuti petunjuk dokter dan baca label pada kemasan obat. Jangan mengonsumsi Naspro secara sembarangan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa sepengetahuan dokter.
Agar Naspro dapat bekerja maksimal dan aman di dalam tubuh, penting untuk mengetahui cara penggunaannya yang benar seperti dijelaskan di bawah ini:
- Minumlah Naspro setelah makan untuk mengurangi risiko terjadinya iritasi pada lambung.
- Telan tablet Naspro secara utuh dengan bantuan segelas air putih. Jangan menghancurkan, membelah, atau mengunyah tablet, kecuali jika ada keterangan khusus pada kemasan atau anjuran dari dokter.
- Konsumsilah Naspro pada waktu yang sama setiap hari agar efek obat tetap optimal. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu Anda ingat. Namun, jika waktu minum berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan lanjutkan dengan dosis berikutnya sesuai jadwal. Jangan pernah menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlupa.
- Segera konsultasikan ke dokter jika keluhan tidak membaik dalam 3 hari setelah penggunaan Naspro.
- Simpan Naspro di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Naspro dengan Obat Lain
Penggunaan Naspro bersama dengan obat-obatan tertentu bisa meningkatkan risiko efek samping atau menurunkan efektivitas pengobatan. Berikut adalah beberapa interaksi obat yang perlu Anda ketahui:
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan atau luka di saluran cerna jika digunakan bersama obat kortikosteroid, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) lain, seperti ibuprofen atau parecoxib, atau obat antidepresan golongan SSRI, seperti sertraline dan paroxetine
- Penurunan efektivitas obat probenecid, obat diuretik, maupun obat antihipertensi golongan ACE Inhibitor atau penghambat beta jika digunakan bersama Naspro.
- Penurunan efektivitas aspirin jika diminum bersama obat antasida.
- Peningkatan risiko terjadinya kelainan darah serius jika dikonsumsi bersama methotrexate.
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersamaan dengan obat pengencer darah lain, seperti heparin atau clopidogrel.
- Peningkatan risiko terjadinya asidosis dan gangguan sistem saraf pusat jika digunakan bersama acetazolamide.
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat lain jika digunakan bersamaan dengan phenytoin, lithium, digoxin, asam valproat, obat golongan sulfonamida atau vancomycin.
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan bersama dengan ciclosporin atau tacrolimus.
- Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan obat antidiabetes sulfonilurea, insulin atau thiopental.
- Peningkatan risiko terjadinya sindrom Reye jika digunakan dengan vaksin varicella
- Penggunaan aspirin bersama metoclopramide atau domperidone dapat meningkatkan penyerapan aspirin dan risiko iritasi lambung, nyeri ulu hati, mual, muntah, perdarahan saluran cerna, atau efek toksik aspirin lainnya.
Selalu konsultasikan ke dokter mengenai semua obat yang sedang Anda konsumsi untuk mencegah interaksi yang tidak diinginkan.
Efek Samping dan Bahaya Naspro
Penggunaan Naspro dapat menimbulkan beberapa efek samping. Segera konsultasikan diri ke dokter jika muncul efek samping berikut selama pemakaian Naspro, seperti:
- Rasa panas di dada (heartburn)
- Sakit kepala ringan
- Kantuk
- Sakit perut
Jika ragu atau mengalami gejala yang tidak biasa, segera hubungi dokter atau gunakan layanan Chat Bersama Dokter di Alodokter, atau buat janji untuk konsultasi langsung di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik.
Hentikan penggunaan Naspro dan segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:
- Mual atau muntah terus-menerus dan tidak kunjung membaik
- Tubuh mudah memar atau sering mimisan tanpa sebab jelas
- Pendengaran menurun atau telinga terasa berdenging
- Jarang buang air kecil atau sama sekali tidak keluar urine
- Badan terasa sangat lelah, tidak seperti biasanya
- Warna urine menjadi gelap
- Mata atau kulit terlihat menguning
- Sakit perut hebat yang terus menerus
- BAB berwarna hitam
- Muntah berwarna hitam, mirip bubuk kopi
- Tiba-tiba sulit bicara atau jadi gagap
- Penglihatan tiba-tiba terganggu