Neo Ultraxon adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi cacing, terutama cacing gelang dan cacing kremi. Obat ini mengandung piperazine sebagai bahan aktifnya. Neo Ultraxon termasuk obat bebas terbatas dan tersedia dalam bentuk sirop.
Kandungan piperazine dalam Neo Ultraxon bekerja dengan cara melumpuhkan cacing di dalam saluran pencernaan. Mekanisme kerja tersebut membuat cacing tidak dapat berkembang biak di usus dan akan terbawa keluar bersama tinja.

Apa Itu Neo Ultraxon
| Bahan aktif | Piperazine |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Antihelmintik atau obat cacing |
| Manfaat | Mengatasi infeksi cacing atau cacingan |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak usia ≥1 tahun |
| Neo Ultraxon untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat ini. | |
| Neo Ultraxon untuk ibu menyusui | Neo Ultraxon umumnya dapat digunakan oleh ibu menyusui. Namun, ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan obat yang lebih aman, terutama jika bayi lahir prematur atau berusia kurang dari 1 bulan. |
| Bentuk obat | Sirop |
Peringatan sebelum Menggunakan Neo Ultraxon
Meski bisa dibeli bebas tanpa resep dokter, Neo Ultraxon tidak boleh digunakan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi Neo Ultraxon, yaitu:
- Jangan mengonsumsi Neo Ultraxon jika memiliki alergi terhadap piperazine. Jika ragu, beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki sebelum mengonsumsi Neo Ultraxon.
- Jangan mengonsumsi Neo Ultraxon jika menderita penyakit liver, gagal ginjal, atau jika memiliki riwayat epilepsi.
- Informasikan kepada dokter mengenai penggunaan Neo Ultraxon jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit ginjal, anemia, atau gangguan saraf pada otak.
- Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan Neo Ultraxon kepada anak.
- Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Neo Ultraxon jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
- Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Neo Ultraxon jika sedang menggunakan pirantel pamoat atau chlorpromazine. Beri tahu juga jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi interaksi obat.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Neo Ultraxon.
- Jangan langsung mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan jika Anda mengalami kantuk, pusing, atau penglihatan buram setelah mengonsumsi Neo Ultraxon.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Neo Ultraxon.
Dosis dan Aturan Pakai Neo Ultraxon
Berikut adalah dosis umum Neo Ultraxon untuk anak dan dewasa berdasarkan tujuan penggunaannya:
Tujuan: Mengatasi infeksi cacing kremi (enterobiasis)
- Dewasa dan anak >12 tahun: Dosis 2.250 mg per hari.
- Anak usia 5–12 tahun: 1.500 mg per hari.
- Anak usia 2–4 tahun: 750 mg per hari.
- Anak usia 1–2 tahun: 375 mg per hari.
Untuk mengatasi enterobiasis, Neo Ultraxon dapat dikonsumsi 1 kali sehari, atau dalam dosis terbagi selama 7 hari. Jika keluhan belum membaik atau cacing masih ada, dosis dapat diulang setelah 1 minggu.
Tujuan: Mengatasi infeksi cacing gelang (ascariasis)
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 4.500 mg.
- Anak usia 9–12 tahun: 3.000 mg.
- Anak usia 3–8 tahun: 2.250 mg.
- Anak usia 1–2 tahun: 1.125 mg.
Untuk mengatasi ascariasis, Neo Ultraxon dikonsumsi sebagai dosis tunggal pada saat makan malam. Jika pasien sembelit, disarankan untuk menggunakan obat pencahar pada pagi harinya agar cacing dapat terdorong keluar.
Cara Menggunakan Neo Ultraxon dengan Benar
Bacalah aturan pakai pada kemasan sebelum mengonsumsi Neo Ultraxon atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Pastikan untuk mengikuti cara menggunakan Neo Ultraxon dengan benar di bawah ini agar mendapat hasil pengobatan maksimal:
- Konsumsilah Neo Ultraxon sebelum atau sesudah makan.
- Kocok botol Neo Ultraxon sebelum dikonsumsi. Gunakan sendok takar atau alat takar yang tersedia dalam kemasan agar dosisnya akurat.
- Konsumsi Neo Ultraxon secara teratur sesuai petunjuk dokter agar infeksi dapat sembuh sepenuhnya. Disarankan untuk tidak melewatkan setiap dosis yang diberikan dokter.
- Infeksi cacing dapat dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain, terutama jika tinggal satu rumah dengan penderita. Guna memutus rantai infeksi dalam satu rumah, seluruh anggota keluarga dianjurkan untuk mengonsumsi Neo Ultraxon secara bersamaan meski mereka tidak mengalami gejala.
- Terapkan pola hidup bersih untuk mencegah terjadinya infeksi berulang. Biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah selesai menggunakan toilet, atau setelah beraktivitas.
- Dalam beberapa kasus, infeksi cacing kremi mungkin kambuh setelah pengobatan selesai. Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan untuk mencuci semua pakaian dan sprei yang Anda gunakan dengan air hangat.
- Konsultasikan ke dokter jika gejala cacingan tidak membaik atau justru memburuk setelah pengobatan dengan Neo Ultraxon selesai.
- Simpan Neo Ultraxon di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Neo Ultraxon dengan Obat Lain
Neo Ultraxon dapat berinteraksi dengan obat lain. Berikut adalah efek interaksi obat yang dapat terjadi antara Neo Ultraxon dengan obat lain:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat phenothiazine, seperti chlorpromazine, jika kedua obat digunakan secara bersamaan
- Penurunan efektivitas Neo Ultraxon dalam membasmi cacing jika digunakan bersama pirantel pamoat
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun bersama Neo Ultraxon.
Efek Samping dan Bahaya Neo Ultraxon
Efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi Neo Ultraxon adalah:
- Kantuk
- Sakit kepala atau pusing
- Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, kram perut, atau diare
- Otot lemas
- Penglihatan buram
Konsultasikan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung reda atau justru bertambah berat. Hentikan penggunaan obat dan segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat, atau efek samping serius, seperti linglung, kesemutan, gerakan yang tidak terkontrol, nistagmus, tremor, atau kejang.