Mual memang sudah biasa dialami oleh ibu hamil. Namun uniknya, pada sebagian wanita, mual tidak dirasakan bahkan sejak awal kehamilan. Hal ini kemudian sering memicu kekhawatiran. Apakah ini sebuah kondisi yang normal? Yuk, cari tau jawabannya di sini!

Mual saat hamil biasanya dialami saat usia kandungan masih dalam trimester pertama kehamilan. Umumnya, wanita mengalami rasa mual karena peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang menandakan bahwa plasenta berkembang di dalam tubuh. Ini merupakan hal yang umum dialami dan biasanya baru mereda pada usia kehamilan 14–20 minggu.

Normalkah Hamil Tanpa Mual? - Alodokter

Fakta Mual Saat Hamil

Sebenarnya, ibu hamil yang tidak mengalami mual tak perlu khawatir, karena setiap wanita memiliki kondisi yang berbeda saat hamil. Ada yang mengalami mual dan muntah di awal kehamilan, ada pula yang tidak, namun kandungannya tetap baik-baik saja. Selain itu, kebanyakan wanita juga baru mengalami mual saat memasuki masa kehamilan 8–14 minggu.

Mual bukanlah satu-satunya tanda kehamilan yang sehat. Memang, telah diketahui bahwa mual saat hamil adalah pertanda baik karena menandakan adanya hormon kehamilan yang tinggi.

Hal ini mungkin membuat Bumil merasa khawatir karena beranggapan kadar hormon kehamilan Bumil rendah sehingga rentan keguguran. Padahal faktanya, hal ini jarang terjadi.

Jika Bumil tidak mual-mual, kemungkinan ini disebabkan oleh tubuh Bumil yang bisa beradaptasi dengan cepat dengan kenaikan hormon kehamilan. Jadi, Bumil justru bisa dibilang termasuk dalam kelompok ibu hamil yang tubuhnya kuat dalam menghadapi perubahan pada kehamilan, lho.

Tips Menjalani Kehamilan Sehat

Daripada khawatir, lebih baik Bumil fokus untuk menyehatkan diri dan kehamilan. Nah, supaya kehamilan tetap sehat, yuk, lakukan beberapa cara berikut:

  • Jaga asupan nutrisi dengan cara menjalani pola makan yang sehat dan seimbang, sehingga kehamilan tetap sehat dan Si Kecil dalam kandungan juga tumbuh dengan kuat.
  • Jaga kebersihan asupan makanan dan minuman dan pastikan makanan diolah dengan baik hingga benar-benar matang.
  • Lakukan olahraga ringan secara teratur, misalnya jalan kaki, renang, maupun senam hamil.
  • Lakukan latihan dasar panggul dengan olahraga yang mengencangkan otot-otot panggul atau senam Kegel.
  • Hindari merokok dan konsumsi minuman beralkohol, karena kedua kebiasaan ini dapat sangat membahayakan kehamilan.
  • Batasi konsumsi kafein, baik dari kopi, teh, maupun cokelat, menjadi tidak lebih dari 200 mg per hari atau setara dengan 2 cangkir kopi.
  • Konsumsi suplemen dan vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.
  • Cukupi istirahat dan hindari aktivitas yang membuat terlalu lelah.
  • Periksakan kehamilan secara berkala ke dokter kandungan atau

Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Jadi Bumil tidak bisa menyamakan cerita Bumil dengan orang lain dan begitu juga sebaliknya. Jika Bumil tidak merasa mual saat hamil, jangan langsung berpikiran negatif, ya, apalagi sampai stres. Ini justru bisa berpengaruh pada kehamilan.

Bumil malahan bisa bersyukur karena bisa melalui kehamilan dengan tenang, tanpa harus bolak-balik muntah atau tidak nafsu makan. Namun, agar Bumil tenang, tidak ada salahnya berkonsultasi dan memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter. Jika hasil pemeriksaan baik-baik saja, tidak ada alasan bagi Bumil untuk terlalu khawatir.