Nufacort Krim adalah obat untuk mengatasi peradangan kulit dan infeksi bakteri ringan, seperti dermatitis atau eksim. Salep ini membantu mengurangi kemerahan, gatal, dan bengkak pada area yang terinfeksi. Nufacort Krim hanya boleh digunakan sesuai resep dan petunjuk dokter.

Kombinasi dua bahan aktif dalam Nufacort Krim yaitu hydrocortisone dan neomycin memberikan manfaat ganda. Hydrocortisone bekerja dengan cara menenangkan peradangan dan mengurangi rasa gatal, sementara neomycin sulfate berperan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. 

Nufacort Krim

Apa Itu Nufacort Krim

Bahan Aktif Hydrocortisone 10 mg dan neomycin 5 mg
Golongan Obat resep
Kategori Kombinasi kortikosteroid topikal dan antibiotik topikal golongan aminoglikosida
Manfaat Mengatasi peradangan pada kulit atau dermatitis yang disertai infeksi bakteri
Digunakan oleh Dewasa
Nufacort Krim untuk ibu hamil  Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. 
Oleh karena itu, obat oles yang mengandung hydrocortisone dan neomycin, seperti Nufacort Krim, hanya boleh digunakan selama kehamilan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya, sesuai anjuran dokter.
Nufacort Krim untuk ibu menyusui  Nufacort Krim dapat digunakan oleh ibu menyusui sesuai anjuran dokter.

Jika harus dioleskan pada puting, gunakan setelah menyusui dan selalu bersihkan sisa obat sebelum menyusui berikutnya untuk menjaga keamanan bayi.

Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Nufacort Krim

Agar penggunaan Nufacort Krim memberi hasil terbaik dan aman, pastikan memahami panduan penting berikut sebelum mengaplikasikannya:

  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami iritasi atau alergi terhadap obat oles. Sebutkan juga jenis obatnya bila memungkinkan. Nufacort Krim tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan di dalamnya.
  • Informasikan ke dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi atau iritasi kulit setelah menggunakan obat oles yang mengandung gentamicin, kanamycin, atau obat dari golongan kortikosteroid topikal, seperti betametason.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda mengalami robekan pada gendang telinga, karena obat oles yang mengandung neomycin tidak aman digunakan dalam kondisi ini.
  • Hindari penggunaan Nufacort Krim jika kulit Anda sedang mengalami tuberkulosis kulit, cacar, herpes, atau infeksi jamur, seperti kandidiasis kulit.
  • Jangan gunakan obat oles berbahan aktif hydrocortisone untuk dermatitis perioral, jerawat, rosacea, atau ruam popok. 
  • Bicarakan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki diabetes, penyakit ginjal, atau sindrom Cushing sebelum memakai Nufacort Krim.
  • Mintalah saran dokter sebelum mengoleskan Nufacort Krim pada luka besar, luka tusuk, gigitan hewan, atau luka bakar luas.
  • Pastikan memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan atau menyusui.
  • Sampaikan juga semua obat yang sedang digunakan, termasuk obat oles lain, suplemen, dan produk herbal, untuk mencegah interaksi obat.
  • Jangan mengoleskan obat lain pada area yang sedang diobati dengan Nufacort Krim kecuali atas saran dokter.
  • Hindari penggunaan Nufacort Krim pada wajah, ketiak, atau lipatan kulit, kecuali disarankan dokter.
  • Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Nufacort Krim.

Dosis dan Aturan Pakai Nufacort Krim

Penggunaan Nufacort Krim harus mengikuti petunjuk dokter, karena takarannya bisa berbeda-beda, tergantung pada usia dan kondisi kulit. Umumnya, obat ini digunakan dengan cara dioleskan tipis-tipis ke bagian kulit yang bermasalah sebanyak 3-4 kali sehari.

Selama pemakaian, hindari menutup bagian yang sudah diolesi dengan perban atau kain yang rapat, kecuali kalau dokter memang menyarankan demikian. 

Jika infeksi tidak menunjukkan perbaikan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cara Menggunakan Nufacort Krim dengan Benar

Gunakan Nufacort Krim sesuai anjuran dokter dan aturan pakai pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar manfaat Nufacort Krim dapat dirasakan secara maksimal, penting untuk menggunakannya dengan cara yang tepat. Berikut panduannya: 

  • Cucilah tangan sebelum dan sesudah menggunakan Nufacort Krim, kecuali jika tangan merupakan area yang diobati.
  • Bersihkan dan keringkan area kulit yang terinfeksi sebelum mengoleskan obat.
  • Oleskan Nufacort Krim tipis-tipis pada kulit yang terinfeksi, dan jangan sampai mengenai mata, hidung, atau mulut. Jika area tersebut terkena obat, bilas dengan air bersih.
  • Hindari penggunaan pada wajah, terutama di sekitar mata. Jangan gunakan pada luka terbuka yang luas atau luka bakar, kecuali atas anjuran dokter.
  • Gunakan Nufacort Krim pada waktu yang sama setiap harinya. Jika Anda lupa, segera oleskan begitu teringat. Namun, bila waktu penggunaan berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
  • Lakukan kontrol sesuai jadwal dokter agar kondisi dan respons Anda terhadap terapi dapat dipantau.
  • Jangan gunakan Nufacort Krim dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter karena berisiko penipisan kulit, infeksi sekunder, atau gangguan fungsi kulit.
  • Jangan menggunakan obat yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa.
  • Simpan Nufacort Krim di tempat sejuk, kering, terhindar dari sinar matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Jika setelah seminggu pemakaian Nufacort Krim kulit masih belum membaik, sebaiknya langsung tanyakan ke dokter lewat Chat Bersama Dokter agar Anda mendapatkan saran yang sesuai.

Interaksi Nufacort Krim dengan Obat Lain

Interaksi Nufacort Krim dengan obat lain belum diketahui secara pasti. Namun, penggunaan bersama produk lain pada area yang sama dapat meningkatkan risiko berikut:

  • Peningkatan risiko terjadinya iritasi kulit bisa terjadi jika digunakan bersamaan dengan obat topikal lain yang bersifat iritatif, seperti asam salisilat atau benzoil peroksida.
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping sistemik jika digunakan bersamaan dengan kortikosteroid lain, baik oral maupun topikal, dalam jangka waktu lama.

Hindari penggunaan obat lain yang berbentuk krim, salep, atau lotion pada area yang sama tanpa petunjuk dokter.

Untuk menghindari efek samping atau iritasi yang tidak diinginkan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Nufacort Krim bersamaan dengan produk kulit lainnya.

Efek Samping dan Bahaya Nufacort Krim

Penggunaan Nufacort Krim umumnya aman. Namun segera periksakan diri ke dokter jika muncul efek samping berikut selama pemakaian Nufacort Krim, seperti:

  • Iritasi ringan di area kulit yang diobati
  • Kemerahan, gatal, atau sensasi terbakar ringan
  • Kulit menjadi kering atau mengelupas

Konsultasikan ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter atau buat janji konsultasi di rumah sakit.

Hentikan penggunaan Nufacort Krim dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Reaksi alergi berat, seperti bengkak, ruam luas, atau sesak napas
  • Infeksi sekunder pada kulit akibat penggunaan jangka panjang, terutama jika dioles pada area luas, jerawat bertambah banyak, stretch mark, atau folikulitis 
  • Hypertrichosis
  • Gangguan ginjal ditandai dengan nyeri saat buang air kecil, urine keruh atau bercampur darah, jumlah urine berkurang atau bahkan tidak keluar sama sekali