Tuberkulosis kulit adalah jenis tuberkulosis yang terjadi di kulit. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kontak langsung dengan penderita tuberkulosis sehingga bakteri masuk ke tubuh, baik melalui pernapasan maupun kulit yang sedang luka. 

Tuberkulosis kulit (TB kulit) atau secara medis disebut skrofuloderma umumnya ditandai dengan kelenjar getah bening yang membengkak, kemerahan, dan disertai nanah. Penyakit langka ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Tuberkulosis Kulit, Kenali Penyebab dan Penanganannya - Alodokter

Meski termasuk penyakit langka, tuberkulosis kulit tetap dapat diobati. Pengobatannya tentu perlu dilakukan dengan tepat dan rutin agar bakteri penyebab ini dapat dibasmi sepenuhnya.

Tuberkulosis Kulit dan Penyebabnya

Tuberkulosis kulit atau skrofuloderma adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini merupakan jenis yang sama dengan bakteri yang menjadi penyebab tuberkulosis paru

Bakteri tuberkulosis umumnya masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan. Seiring berjalannya waktu, bakteri ini bisa menyebar ke kulit melalui aliran darah atau kelenjar getah bening sehingga memicu terjadinya tuberkulosis kulit. 

Selain itu, bakteri tuberkulosis juga bisa masuk melalui kulit yang sedang mengalami luka terbuka. Dalam kasus ini, bakteri tersebut langsung menyerang kulit dan menyebabkan tuberkulosis kulit.

Ada beberapa faktor risiko yang bisa membuat seseorang lebih rentan terkena tuberkulosis kulit, seperti:

  • Anak di bawah umur
  • Orang dewasa di atas 65 tahun
  • Orang yang menyalahgunakan NAPZA
  • Penggunaan obat intravena (IV)
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

Tuberkulosis Kulit dan Penanganannya

Penanganan tuberkulosis kulit sebenarnya sama dengan penanganan tuberkulosis paru, yaitu dengan pemberian beberapa kombinasi obat-obatan. 

Berikut ini adalah obat-obatan yang biasanya diberikan dokter untuk penderita tuberkulosis:

Perlu diketahui bahwa penanganan tuberkulosis memerlukan kedisiplinan dalam menjalani seluruh proses pengobatan. Hal ini penting untuk diperhatikan agar pengobatan dapat berjalan secara optimal. 

Ada dua fase dalam pengobatan tuberkulosis, yaitu fase awal dan fase lanjutan. Fase awal pengobatan bertujuan untuk melemahkan bakteri penyebab tuberkulosis kulit. 

Pada fase awal, bakteri sebenarnya sudah tidak dapat ditularkan, tetapi pengobatan masih harus terus berjalan untuk menghilangkan infeksi akibat bakteri. Fase ini biasanya membutuhkan waktu selama 8 minggu.

Sementara itu, fase lanjutan biasanya berlangsung lebih lama, yaitu sekitar 9–12 bulan. Fase ini dirancang untuk membasmi bakteri yang tersisa hingga tubuh steril dari bakteri tersebut. Meski begitu, keberhasilan pengobatan ini sangat tergantung pada imunitas tubuh dan kesehatan pasien secara umum. 

Selain melakukan pengobatan, tidak kalah penting bagi Anda untuk melakukan berbagai upaya pencegahan. Ada beberapa upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Melakukan vaksinasi BCG
  • Tidak melakukan kontak langsung dengan penderita TBC
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Memenuhi asupan gizi dan nutrisi
  • Berolahraga secara rutin

Perlu diingat, tuberkulosis kulit lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, melakukan upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh juga dapat mencegah tuberkulosis kulit.

Setelah mengetahui beberapa informasi mengenai penanganan tuberkulosis, penting untuk diingat bahwa pengobatan tuberkulosis kulit tergantung pada kondisi kesehatan keseluruhan dan seberapa disiplin Anda dalam menjalankan rangkaian pengobatan. Oleh karena itu, ikuti arahan dokter selama proses pengobatan berlangsung agar pemulihan berjalan secara optimal.