Nyeri di bagian dada saat bernapas sering kali dikaitkan dengan penyakit jantung. Padahal, kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti infeksi saluran napas atau cedera otot dada. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat.

Pemahaman yang baik mengenai nyeri di bagian dada saat bernapas sangat penting. Sebab, gejala yang muncul dapat mirip antara kondisi ringan dan berat, mulai dari flu, asma, pneumonia, hingga emboli paru

Nyeri di Bagian Dada Saat Bernapas, Ketahui Penyebab dan Cara Menanganinya - Alodokter

Selain itu, beberapa penyakit yang umum di Indonesia, seperti tuberkulosis (TBC) dan infeksi paru akibat bakteri juga bisa menyebabkan keluhan serupa.

Nyeri di Bagian Dada Saat Bernapas dan Penyebabnya

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan nyeri di bagian dada saat bernapas. Berikut ini adalah beberapa di antaranya, mulai dari yang ringan hingga yang berat:

1. Cedera otot atau tulang dada

Cedera otot atau tulang dada dapat menyebabkan nyeri di area dada saat bernapas. Hal ini biasanya terjadi setelah terjatuh, terbentur, atau melakukan aktivitas fisik berat, seperti mengangkat beban berlebihan. Otot dan tulang di area dada dapat mengalami peregangan atau retakan kecil yang memicu nyeri saat menghirup napas dalam.

Nyeri dari cedera otot atau tulang dada cenderung memburuk saat bergerak, batuk, atau menekan bagian yang sakit. 

2. Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek, flu, bronkitis, atau pneumonia menyebabkan peradangan pada saluran napas dan jaringan di sekitar paru-paru. Peradangan ini bisa memicu nyeri di bagian dada saat bernapas, terutama saat Anda menarik napas panjang atau batuk.

Biasanya, infeksi saluran napas juga disertai demam, batuk, pilek, atau suara napas yang tidak biasa. 

3. Asma

Pada penderita asma, saluran pernapasan mengalami penyempitan akibat peradangan dan produksi lendir berlebih. Akibatnya, timbul rasa sesak, nyeri, dan kadang suara napas mengi saat bernapas.

Serangan asma sering dipicu oleh alergen, olahraga, udara dingin, atau polusi. Jika tidak ditangani, asma bisa memburuk dan menyebabkan kesulitan bernapas yang lebih berat.

4. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan radang kantong udara di paru. Kondisi ini mengakibatkan nyeri di bagian dada saat bernapas, terutama saat batuk, demam, dan sesak napas.

Pneumonia bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Virus atau bakteri penyebab pneumonia juga bisa masuk ke dalam tubuh akibat tidak sengaja menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang belum bersih, terlebih setelah menyentuh permukaan benda yang sudah terpapar virus atau bakteri.

5. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) 

PPOK merupakan penyakit paru menahun yang gejalanya meliputi batuk kronis, lendir berlebihan, sesak napas, dan nyeri di bagian dada saat bernapas. Selain itu, kondisi ini umumnya disertai gejala lain, seperti batuk lama, penurunan berat badan, dan berkeringat di malam hari.

6. Emboli paru

Emboli paru juga bisa menyebabkan nyeri di bagian dada saat bernapas. Kondisi ini terjadi jika ada bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di paru-paru. Selain nyeri dada, emboli paru juga bisa menimbulkan keluhan berupa sesak napas berat, napas cepat, jantung berdebar, hingga bisa menyebabkan pingsan.

7. Serangan jantung

Serangan jantung juga bisa ditandai dengan nyeri di bagian dada saat bernapas dan menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang. Kondisi ini juga bisa menimbulkan keluhan keringat dingin, mual, dan sesak napas. Nyeri cenderung menetap dan tidak membaik dengan istirahat.

8. Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah kondisi di mana udara masuk ke rongga dada dan menyebabkan paru mengempis. Gejalanya berupa nyeri dada mendadak, sesak napas berat, napas pendek-pendek, bahkan terasa seperti kekurangan udara.

Pneumotoraks sering terjadi akibat trauma dada, infeksi paru berat, atau secara spontan pada orang dengan paru-paru yang lemah. 

Nyeri di Bagian Dada saat Bernapas dan Cara Menanganinya

Jika penyebab nyeri di bagian dada saat bernapas tergolong ringan, Anda bisa melakukan beberapa penanganan sederhana yang bisa dilakukan di rumah, seperti:

  • Mencukupi waktu istirahat
  • Menghindari aktivitas berat agar otot dada bisa pulih
  • Menempelkan kompres hangat di area dada yang terasa nyeri
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Memenuhi asupan cairan dengan minum air putih 8 gelas per hari
  • Menggunakan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan

Namun, jika nyeri di bagian dada saat bernapas semakin berat, menetap, atau disertai gejala darurat, seperti sesak napas berat, pingsan, atau batuk darah, segera pergi ke IGD di rumah sakit terdekat. Nantinya, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.

Berikut ini adalah beberapa penanganan medis yang mungkin akan dilakukan oleh dokter:

  • Pemberian obat antibiotik, antivirus, atau antijamur untuk mengatasi infeksi, seperti pneumonia atau TBC
  • Pemasangan infus dan pemberian cairan jika Anda mengalami dehidrasi atau kondisi gawat darurat
  • Pemberian obat pengencer darah, untuk mengatasi emboli paru
  • Pemasangan alat bantu napas, pada kasus serangan jantung atau pasien yang mengalami kesulitan bernapas berat
  • Prosedur pemasangan selang di dada (torakostomi) untuk mengeluarkan udara pada kasus pneumotoraks

Agar nyeri di bagian dada saat bernapas tidak terjadi di kemudian hari, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan pernapasan, seperti menghindari paparan asap rokok, polusi udara, serta melakukan kontrol rutin ke dokter jika memiliki penyakit kronis. Pastikan juga mengonsumsi obat sesuai resep dan mengikuti anjuran medis.

Jika Anda mengalami nyeri di bagian dada saat bernapas dan masih ragu dalam penanganannya, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat agar kondisi Anda dapat diperiksa dan ditangani dengan tepat.