Nyeri di bagian tengkuk dapat muncul akibat otot tegang, postur tubuh yang kurang tepat, atau kondisi medis tertentu. Keluhan ini bisa menimbulkan kaku, pegal, hingga nyeri yang menjalar ke kepala atau bahu. Oleh karena itu, Anda perlu waspada bila keluhan tidak kunjung hilang atau disertai gejala lain.

Nyeri di bagian tengkuk dapat menimbulkan ketidaknyamanan akibat bagian leher belakang terasa pegal, kaku, atau nyeri. Keluhan ini sering dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, salah satunya postur tubuh yang tidak baik saat berdiri atau duduk terlalu lama di depan televisi dan komputer.

Nyeri di Bagian Tengkuk, Ketahui Penyebab dan Penanganannya - Alodokter

Pada beberapa kondisi, nyeri di bagian tengkuk bisa mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun, Anda bisa melakukan beberapa upaya sederhana sebagai penanganan awal guna meredakan dan mencegah keluhan makin memburuk.

Nyeri di Bagian Tengkuk dan Berbagai Penyebabnya

Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri di bagian tengkuk yang perlu diketahui:

1. Otot tegang

Otot tegang menjadi penyebab nyeri di bagian tengkuk yang paling umum terjadi akibat tidur atau duduk dalam posisi yang salah, terlalu lama menunduk saat bermain ponsel, atau membawa beban berat di satu sisi bahu. Hal tersebut dapat menimbulkan sensasi tengkuk terasa pegal, kaku, bahkan nyeri.

Meski begitu, keluhan akibat otot tegang biasanya akan membaik dalam beberapa waktu jika Anda menghindari faktor pemicu dan beristirahat sejenak dari aktivitas tertentu.

2. Cedera

Cedera atau gerakan mendadak, seperti terjatuh, kecelakaan, atau menoleh terlalu cepat, juga dapat menyebabkan nyeri di area tengkuk. Kondisi ini terjadi akibat otot dan ligamen di leher menegang, terkilir, atau bahkan mengalami robekan. Dampaknya, timbul rasa nyeri, kaku, dan sulit menggerakkan leher. 

Dalam beberapa kasus, keluhan ini juga bisa disertai sakit kepala, nyeri yang menjalar ke bahu, atau pembengkakan di area yang cedera.

3. Stres 

Penyebab nyeri di bagian tengkuk berikutnya adalah stres atau rasa cemas berlebihan. Soalnya, kondisi ini dapat memicu otot leher dan bahu tegang sehingga berpotensi menimbulkan rasa nyeri di bagian tengkuk. 

Selain itu, keluhan ini juga tidak jarang disertai dengan sakit kepala, bahu terasa berat, gelisah, bahkan sulit tidur. Meski begitu, keluhan ini bisa membaik dengan mengelola stres secara bijak.

4. Postur tubuh yang buruk

Postur tubuh yang buruk, seperti sering jalan atau berdiri dalam posisi membungkuk, bisa membuat otot tengkuk tegang. Akibatnya, timbul sensasi nyeri yang biasanya disertai dengan keluhan bahu terasa pegal, sakit kepala ringan, atau sulit menoleh. 

Kondisi ini umumnya sering dialami oleh orang yang bekerja atau belajar di depan komputer dalam waktu lama. Akan tetapi, keluhan ini umumnya mereda dalam beberapa hari jika Anda memperbaiki postur tubuh saat jalan atau berdiri dan rutin melakukan peregangan ringan. 

5. Saraf kejepit

Nyeri di bagian tengkuk yang menjalar ke bahu, lengan, atau tangan, serta sering kambuh atau tidak kunjung hilang, bisa menandakan saraf terjepit. Kondisi ini terjadi ketika bantalan antar tulang leher (diskus servikal) atau tulang leher itu sendiri mengalami gangguan dan menekan saraf di sekitarnya. 

Akibatnya, timbul rasa nyeri yang disertai kesemutan atau kelemahan di area tersebut. Bila terus dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini tentunya dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

6. Hipertensi dan kolesterol tinggi

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pembuluh darah di kepala dan leher bekerja lebih keras, sehingga menimbulkan rasa berat, kaku, atau nyeri di tengkuk. Sementara itu, kadar kolesterol tinggi dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis) yang mengganggu aliran darah. 

Kondisi ini juga bisa menimbulkan keluhan serupa, terutama bila aliran darah ke otot leher tidak lancar. Meski begitu, nyeri tengkuk bukan gejala khas hipertensi maupun kolesterol tinggi. 

Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol tetap diperlukan untuk memastikan apakah keluhan berhubungan dengan kedua kondisi tersebut.

Nyeri di Bagian Tengkuk dan Penanganannya

Pada sebagian kondisi, nyeri di bagian tengkuk bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Berikut ini adalah tips yang bisa Anda terapkan untuk meredakan dan mencegah keluhan makin memburuk:

  • Kompres hangat dan dingin secara bergantian selama 15 menit guna mengurangi nyeri dan peradangan serta membuat otot di tengkuk relaks.
  • Istirahat sejenak dari aktivitas fisik berat atau yang terlalu membebani area tengkuk.
  • Lakukan peregangan dan pijatan ringan.
  • Perbaiki postur tubuh saat duduk, jalan, dan berdiri.
  • Konsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai aturan.
  • Jalani fisioterapi bila memungkinkan.
  • Kelola stres dengan bijak, misalnya melakukan meditasi, yoga, atau hobi favorit.
  • Jangan terlalu sering membawa tas selempang atau tas yang terlalu membebani satu sisi bahu.

Sebagian besar kasus nyeri di bagian tengkuk dapat diatasi dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari faktor pemicunya, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Namun, bila Anda sudah melakukan beberapa perawatan sederhana di rumah tetapi nyeri di bagian tengkuk tidak kunjung hilang atau kambuh-kambuhan, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. 

Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan sesuai penyebabnya, termasuk menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, seperti CT Scan atau MRI, di rumah sakit terdekat.