Obat digigit tomcat dapat meringankan keluhan gatal, panas, dan luka pada kulit akibat paparan serangga ini. Terlebih, paparan racun tomcat tidak hanya menimbulkan iritasi parah, tetapi juga dapat menyebabkan luka yang memburuk jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi atau bekas luka.

Tomcat adalah serangga kecil berwarna belang kuning-hitam yang sering dianggap hama. Serangga ini biasanya sering ditemukan di sekitar rumah saat musim hujan, terlebih bila lokasinya berada di dekat sawah, ladang, kebun, hingga perairan.

Obat Digigit Tomcat serta Pertolongan Pertama yang Benar - Alodokter

Tak seperti nyamuk, tomcat tidak bisa menularkan penyakit. Namun, orang yang terkena cairan yang keluar dari tubuh tomcat, misalnya karena tergesek, terpencet, terpukul, atau tergaruk, bisa mengalami luka dan iritasi di kulitnya. 

Cairan atau racun tomcat ini juga menimbulkan sensasi melepuh, perih, dan terkadang gatal yang terasa tidak nyaman. Bila tak ditangani dengan baik, racun tomcat bisa meninggalkan bekas luka menghitam hingga dermatitis. Nah, penanganan yang tepat, seperti menggunakan obat digigit tomcat, akan membantu meredakan gejala dan mencegah infeksi.

Obat Digigit Tomcat yang Bisa Digunakan

Saat terkena gigitan atau cairan tomcat, penting sekali untuk segera melakukan pertolongan pertama sebelum menggunakan obat untuk meredakan gejala dari paparan racun tomcat.

Nah, beberapa perawatan rumahan serta obat digigit tomcat berikut bisa Anda lakukan dan gunakan di rumah:

1. Bersihkan area kulit

Saat terkena racun tomcat, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencuci area kulit yang terkena cairan dengan sabun dan air mengalir. Cara ini sangat penting untuk menghilangkan sisa racun sebelum menimbulkan iritasi lebih parah.

Usahakan membersihkan sesegera mungkin setelah kontak dengan tomcat agar efeknya tidak menyebar ke bagian lain. Setelah dibersihkan, keringkan area tersebut dengan lembut menggunakan handuk bersih sebelum menggunakan obat digigit tomcat.

2. Jangan menggaruk kulit

Walaupun rasa gatal atau perih sangat mengganggu, usahakan untuk tidak menggaruk area kulit yang terkena cairan tomcat ya. Menggaruk dapat membuat kulit terluka, memperparah peradangan kulit, dan meningkatkan risiko infeksi. 

Apabila sulit menahan keinginan menggaruk, lebih baik tutup kulit yang terpapar racun tomcat dengan kain bersih agar tidak tergaruk secara tidak sengaja. Mengontrol keinginan menggaruk adalah langkah penting agar luka cepat sembuh.

3. Berikan kompres dingin

Sebelum menggunakan obat digigit tomcat, sebaiknya berikan kompres dingin terlebih dulu. Cara ini bisa membantu mengurangi rasa perih, panas, dan bengkak pada kulit. Pertama, kompres kulit dengan kain bersih yang sudah dibasahi air dingin selama beberapa menit. 

Kompres ini juga dapat membuat sensasi tidak nyaman berkurang tanpa perlu menggosok atau menekan kulit. Ulangi kompres beberapa kali sehari jika dibutuhkan untuk membantu meredakan reaksi kulit.

4. Antiseptik

Penggunaan cairan antiseptik, seperti povidone-iodine, bermanfaat untuk membersihkan area kulit yang terpapar cairan tomcat. Antiseptik sebagai obat digigit tomcat dan pertolongan pertama bisa membantu membunuh kuman di permukaan kulit dan mencegah infeksi lebih lanjut.

Setelah membersihkan area dengan sabun dan air mengalir, oleskan antiseptik secara tipis pada luka sebelum menggunakan obat lain. Pilih antiseptik yang tidak menyebabkan iritasi dan hindari penggunaan pada luka yang sedang terbuka lebar tanpa anjuran dokter.

5. Salep kortikosteroid ringan

Setelah membersihkan luka dan menggunakan cairan atau krim antiseptik, obat digigit tomcat lainnya, seperti kortikosteroid, bisa Anda dapatkan dengan resep dokter. 

Biasanya, dokter akan meresepkan salep kortikosteroid ringan seperti hydrocortisone untuk meredakan peradangan akibat cairan tomcat. Kortikosteroid dapat membantu menenangkan kulit, mengurangi kemerahan, serta mencegah reaksi alergi makin parah. 

Penggunaan salep kortikosteroid sebaiknya sesuai anjuran dokter, terutama jika digunakan pada anak-anak atau area kulit yang luas.

6. Salep antibiotik

Salep antibiotik mungkin saja diperlukan apabila luka akibat paparan racun tomcat tampak bernanah, basah, atau mulai menunjukkan gejala infeksi, seperti kemerahan meluas atau nyeri semakin bertambah.

Dokter akan meresepkan antibiotik yang berguna untuk membunuh kuman yang masuk ke luka, sehingga mencegah kondisi semakin parah. Untuk cara memakainya, Anda bisa oleskan salep antibiotik tipis-tipis pada area yang terinfeksi setelah kulit dibersihkan terlebih dahulu.

7. Antihistamin

Antihistamin merupakan obat digigit tomcat yang bisa membantu mengurangi rasa gatal dan bengkak pada area yang terkena cairan tomcat. Obat ini juga efektif meringankan reaksi alergi ringan yang muncul di kulit, sehingga membantu Anda merasa lebih nyaman dan tidak ingin menggaruk luka. 

Penggunaan antihistamin harus mengikuti dosis dan aturan pakai yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter. Jika rasa gatal tetap tidak berkurang atau muncul reaksi alergi yang berat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Penting untuk diingat, alangkah baiknya Anda tidak menggunakan obat digigit tomcat tanpa petunjuk dan anjuran dari dokter terlebih dulu ya. Khawatirnya, kandungan obat tertentu bisa saja membuat keluhan semakin parah.

Bila digigit tomcat, melakukan penanganan awal dan jaga kebersihan kulit sangat lah penting untuk mencegah kondisi kulit yang terpapar semakin parah. Bila butuh pertolongan cepat atau konsultasi langsung, gunakan fitur Chat Bersama Dokter guna mendapatkan saran yang sesuai kondisi Anda.