Gusi berdarah mungkin pernah Anda alami ketika menyikat gigi terlalu keras. Namun, terkadang keluhan ini bisa muncul akibat kondisi kesehatan tertentu. Untuk menanganinya, Anda bisa menggunakan obat gusi berdarah sesuai dengan penyebabnya.

Selain karena menyikat gigi terlalu keras, ada banyak hal yang dapat menyebabkan gusi berdarah, di antaranya gigi copot, tindakan medis pada gigi, cedera, atau penggunaan sikat gigi berbulu kasar.

Obat Gusi Berdarah dan Penyebabnya - Alodokter

Gusi berdarah sering kali bisa berhenti dengan sendirinya. Namun, jika keluhan ini sering Anda rasakan, penggunaan obat gusi berdarah mungkin akan diperlukan.

Berbagai Jenis Obat Gusi Berdarah

Jika gusi Anda sering berdarah, berikut ini adalah beberapa pilihan obat gusi berdarah yang bisa Anda gunakan:

1. Larutan air garam atau hidrogen peroksida

Salah satu pilihan obat gusi berdarah yang mudah ditemukan adalah dengar berkumur air garam. Untuk menggunakannya, campurkan segelas air hangat dengan setengah sendok teh garam, lalu berkumurlah selama beberapa menit dan lakukan sebanyak 3–4  kali sehari.

Selain air garam, Anda juga bisa menggunakan obat kumur yang mengandung hidrogen peroksida setelah menyikat gigi sebagai obat gusi berdarah.

Kedua larutan tersebut berfungsi untuk mengurangi iritasi dan pembengkakan gusi, membersihkan sisa makanan di gigi dan gusi, serta menghentikan perdarahan pada gusi.

2. Suplemen vitamin

Gusi berdarah bisa juga diatasi dengan mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung vitamin C, vitamin K, dan vitamin B. Hal ini karena kekurangan vitamin-vitamin tersebut dapat membuat gusi Anda jadi mudah berdarah.

Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar lebih kuat melawan infeksi penyebab gusi berdarah, sedangkan vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan. Vitamin B penting dikonsumsi untuk mencegah anemia defisiensi vitamin B12 yang dapat menyebabkan gusi berdarah.

3. Asam traneksamat

Asam traneksamat adalah jenis obat yang digunakan untuk membantu pembekuan darah agar perdarahan cepat berhenti. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati gusi berdarah yang parah atau perdarahan akibat gangguan pembekuan darah. Meski demikian, obat ini hanya bisa diperoleh melalui resep dokter.

4. Transfusi darah

Perdarahan spontan, seperti mimisan, perdarahan saluran cerna, hingga gusi berdarah, terkadang bisa disebabkan oleh penurunan trombosit. Trombosit merupakan jenis sel darah yang berfungsi untuk menghentikan perdarahan ketika terjadi luka.

Untuk mengobati gusi berdarah atau perdarahan di bagian tubuh lain akibat penurunan jumlah trombosit, diperlukan transfusi darah.

Selain dengan obat-obatan di atas, gusi berdarah juga bisa diobati dengan kompres dingin pada gusi. Untuk mengobati gusi berdarah yang disebabkan oleh infeksi bakteri, Anda bisa menggunakan antibiotik sesuai resep dokter.

Agar gusi berdarah tidak sering terjadi atau kambuh kembali, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Jaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi 2 kali sehari menggunakan sikat gigi berbulu halus.
  • Setelah menyikat gigi, bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi.
  • Gunakan obat kumur yang tidak mengandung alkohol.
  • Batasi konsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung gula.
  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Terapkan pola makan bergizi seimbang, termasuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur

Kondisi atau Penyakit yang Menyebabkan Gusi Berdarah

Selain karena cara menyikat gigi yang kurang tepat, gusi berdarah juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit atau kondisi tertentu, seperti:

Penyakit gigi dan gusi

Masalah pada gigi dan gusi, seperti gingivitis, merupakan penyebab utama gusi berdarah. Kondisi ini umumnya diakibatkan oleh timbunan plak atau sisa makanan dan bakteri di gigi yang tidak dibersihkan.

Gingivitis yang bertambah parah dan tidak diobati bisa menyebabkan periodontitis yang dapat merusak gigi dan gusi. Kondisi ini bahkan bisa membuat gigi tanggal.

Perubahan hormon selama kehamilan

Meningkatnya hormon kehamilan, seperti estrogen dan progesteron, dapat membuat gusi menjadi bengkak, sensitif, dan mudah berdarah. Hal inilah yang kerap menjadi penyebab gusi berdarah pada ibu hamil. Meski demikian, kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya setelah melahirkan.

Kekurangan vitamin

Pola makan yang kurang sehat atau gangguan penyerapan nutrisi pada saluran cerna bisa membuat tubuh kekurangan vitamin C, vitamin B, dan kekurangan vitamin K. Kekurangan nutrisi-nutrisi tersebut dapat menyebabkan gusi menjadi mudah berdarah.

Penyakit tertentu

Gusi berdarah yang terjadi secara mendadak dan sulit berhenti terkadang bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti anemia pernisiosa atau anemia akibat kekurangan vitamin B12, gangguan pembekuan darah, sirosis, leukemia, diabetes, dan gangguan autoimun, seperti ITP.

Selain beberapa penyebab di atas, gusi berdarah juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan, misalnya obat pengencer darah, obat antikejang, obat penurun tekanan darah, dan kemoterapi.

Sebagian besar kasus gusi berdarah dapat membaik sendiri dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari tanpa pengobatan khusus. Namun, jika gusi berdarah yang Anda derita tidak kunjung membaik atau justru semakin memburuk, segeralah berkonsultasi ke dokter gigi untuk mendapatkan obat gusi berdarah yang tepat.