Saat bayi batuk pilek karena terkena flu, biasanya orang tua atau pengasuh bayi akan langsung panik menghadapinya. Obat pilek bayi kemudian dijadikan solusi praktis untuk menghentikan penderitaan Si Kecil.

Meski memang terdorong oleh niat baik, faktanya, pemberian obat pilek untuk bayi bukan pilihan yang direkomendasikan. Apalagi, jika obat tersebut merupakan obat pilek yang dijual bebas di pasaran. Bagi bayi, terutama yang berusia dua tahun ke bawah, obat flu dapat memberikan efek samping yang serius. Tidak tanggung-tanggung, nyawa bayi menjadi taruhannya.

Obat Pilek Bayi Tidak Diperlukan Si Kecil untuk Sembuh dari Flu - Alodokter

Bolehkah Memberi Obat Penurun Panas?

Perlu diingat, sebetulnya infeksi virus influenza yang menyebabkan Si Kecil terkena batuk pilek dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 5-7 hari. Jadi obat pilek bayi tidak selalu diperlukan. Pada bayi yang mengalami flu dan demam, masih diperbolehkan diberi obat penurun panas. Sebenarnya, demam ringan pada bayi merupakan tanda bahwa tubuh Si Kecil sedang berusaha untuk melawan virus.

Pemberian obat pereda nyeri, seperti paracetamol, bertujuan untuk mengurangi  ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh demam saat bayi terkena flu. Namun, jangan berharap bahwa flu akan sembuh, karena obat penurun panas memang tidak diperuntukkan untuk membasmi virus flu. Penyakit flu umumnya akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Yang harus diperhatikan oleh orang tua atau pengasuh adalah mengenai pemberian obat pereda demam ini dan usia bayi. Jika Si Kecil berusia di bawah tiga bulan, maka paracetamol atau sejenisnya tidak disarankan untuk diberikan, oleh karena pedoman dosis pemakaian bisa membingungkan. Berkonsultasilah ke dokter anak terlebih dahulu agar dapat diberikan dosis yang tepat.

Pereda panas lain yang bisa dijadikan pilihan adalah ibuprofen. Hanya saja, obat jenis ini hanya boleh diberikan kepada bayi berusia enam bulan atau lebih. Namun perlu diperhatikan bahwa meski bayi sudah berusia di atas enam bulan, jangan berikan obat ini jika Si Kecil mengalami dehidrasi, sakit perut, atau muntah berkepanjangan. Obat ini bukan obat bebas, sehingga hanya boleh diberikan berdasarkan resep dokter.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Alih-alih memberikan obat pilek bayi, beberapa tindakan di bawah ini disarankan kepada para orang tua saat bayi mereka mengalami flu:

  • Redakan demam Si Kecil
    Jika Si Kecil baru berusia 3 bulan atau lebih muda dan mengalami demam, orang tua atau pengasuh disarankan segera menghubungi dokter. Jangan sembarang memberi obat penurun panas yang dijual tanpa anjuran dari dokter. Jika ragu-ragu, hubungi dokter untuk memastikan dosis pemberian yang tepat.
  • Berikan minuman untuk mencegah dehidrasi
    Penting untuk menjaga cairan tubuh bayi, berapa pun usia Si Kecil. Bagi bayi yang berusia kurang dari empat bulan, hanya ASI atau susu formula yang dibutuhkan, bukan cairan lainnya. Jika bayi Anda telah berusia empat bulan atau lebih, Anda bisa menambahkan sedikit air putih selain ASI. Bagaimana dengan jus buah-buahan? Jus yang diencerkan dengan air putih boleh saja diberikan kepada bayi dengan syarat bahwa dia sudah berusia enam bulan ke atas.
  • Buat Si Kecil merasa nyaman
    Agar pernapasan bayi lebih baik saat mengalami pilek, cobalah membuat Si Kecil tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi. Untuk memudahkan posisi ini, tempatkan beberapa handuk di antara kepala dan kasur. Namun jangan posisikan kepala terlalu tinggi karena justru berisiko mengganggu jalan napas bayi. Hal ini berisiko menyebabkan Si Kecil mengalami kematian mendadak karena sulit bernapas. Untuk membantu Si Kecil tidur dan beristirahat lebih nyaman, Bunda dapat memberikan pijatan lembut atau memutar alunan musik yang pelan agar Si Kecil dapat beristirahat dengan lebih baik.
  • Redakan hidung tersumbat
    Ketika mengalami flu, hal yang paling mengganggu adalah hidung tersumbat. Agar bayi tidak terlalu tersiksa dengan hidung tersumbat, dokter menyarankan untuk menggunakan aspirator hidung atau semprotan hidung yang mengandung garam. Hal ini diharapkan mampu melegakan tenggorokan dari aliran lendir dan membersihkan hidung dari ingus.
  • Buatlah kamar uap hangat
    Orang tua juga bisa menempatkan air hangat di dalam bak atau menghidupkan pancuran air panas di kamar mandi. Hal ini disarankan untuk mengurangi sulitnya hidung bayi bernapas ketika flu. Temani Si Kecil duduk di dalam kamar mandi tersebut selama sekitar 15 menit. Hal ini dilakukan agar bayi yang sedang pilek bisa menghirup uap hangat yang mengisi ruangan.
  • Jaga kebersihan dan kualitas udara
    Bunda juga bisa menggunakan pelembap ruangan (humidifier) untuk menjaga kelembapan dan kualitas udara. Agar Si Kecil dapat beristirahat dengan nyaman, sekaligus mencegah perburukan gejalanya, disarankan untuk tidak merokok atau menggunakan pewangi ruangan di dalam rumah. Hal tersebut dapat merusak saluran pernapasan bayi dan membuatnya sesak napas.

Meski obat pilek bayi tidak disarankan, menghubungi dokter tetap dianjurkan, terutama jika bayi mengalami demam dengan suhu di atas 38 derajat Celsius. Bayi yang tidak mau makan dan minum, batuk yang tidak sembuh lebih dari tiga minggu, lemas, serta memiliki tanda-tanda dehidrasi juga disarankan dibawa ke dokter. Selain itu, Si Kecil juga membutuhkan pertolongan dokter jika bibir bayi terlihat membiru, telinga sakit, dan bayi susah bernapas disertai suara mengi.

sponsored by: