Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan, misalnya sakit gigi, nyeri haid, dan radang sendi. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 400 mg, sirup, dan suntikan.

Ibuprofen bekerja dengan cara menghalangi tubuh memproduksi prostaglandin, yaitu senyawa yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Sebagai dampaknya, nyeri dan peradangan menjadi berkurang. Selain mengatasi nyeri dan peradangan, ibuprofen juga digunakan sebagai obat penurun panas.

alodokter-ibuprofen

Meski sama-sama digunakan untuk meredakan demam, paracetamol tetap merupakan pilihan pertama. Hal ini karena paracetamol lebih minim efek samping dibandingkan dengan ibuprofen. Untuk mengatasi nyeri, peradangan, dan demam, ibuprofen dapat digunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Merek dagang ibuprofen: Ibuprofen, Intrafen, Neo Rheumacyl, Oskadon SP, Bodrex Extra, Bodrexin IBP, Procold Obat Sakit Kepala, Paramex Nyeri Otot, Novaxifen, Arbupon, Proris.

Apa Itu Ibuprofen?

Golongan Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
Kategori Obat bebas dan resep
Manfaat Meredakan nyeri, peradangan, dan demam, serta mengatasi patent ductus arteriosus.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak.
Kategori Ibu Hamil dan Menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Pada trimester 3 dan menjelang persalinanKategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.

Ibuprofen dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.

Bentuk obat Tablet, kapsul, sirup, suntik.

Peringatan Sebelum Menggunakan Ibuprofen:

  • Ibuprofen tidak boleh digunakan pada penderita gagal jantung, gangguan fungsi ginjal dan hati, serta pasien yang hendak menjalani operasi bypass jantung.
  • Sebelum menggunakan ibuprofen, beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat asma, gangguan pembekuan darah, polip hidung, tekanan darah tinggi, stroke, penyakit hati, serta gangguan sistem pencernaan.
  • Ibuprofen dapat menyebabkan gangguan ginjal, terutama pada lansia, serta orang yang sudah menderita dehidrasi, penyakit ginjal, atau gagal hati
  • Jangan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan ibuprofen, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan saluran pencernaan.
  • Ibuprofen dapat menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Hindari paparan sinar matahari langsung serta gunakan tabir surya dan pakaian yang melindungi kulit ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
  • Ibuprofen dapat menyebabkan pusing dan kantuk. Hindari melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, seperti mengemudi, setelah mengonsumsi obat ini.
  • Bila berencana menjalani operasi, beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan ibuprofen.

Dosis dan Aturan Pakai Ibuprofen

Dosis ibuprofen tergantung pada usia pasien dan kondisi yang diderita. Berikut ini adalah penjelasan mengenai dosis ibuprofen pada orang dewasa dan anak-anak:

Dosis ibuprofen untuk dewasa

Dosis ibuprofen untuk mengatasi nyeri dan peradangan, seperti radang sendi atau nyeri haid, serta demam adalah 200-800 mg, 3-4 kali sehari. Dosis maksimal per hari adalah 3,2 gram.

Dosis ibuprofen untuk anak-anak

Dosis ibuprofen untuk anak-anak dalam mengatasi berbagai kondisi penyakit dan gangguan adalah:

  • Kondisi: nyeri dan demam.

Dosis anak usia 6 bulan ke atas: 4-10 mg/kgBB setiap 6-8 jam.

Dosis maksimal per hari: 40 mg/kgBB.

Ibuprofen tidak dianjurkan untuk bayi usia di bawah 6 bulan.

  • Kondisi: penyakit juvenile idiopathic arthritis (radang sendi pada anak-anak).

Dosis: 30-50 mg/kgBB per hari, dibagi dalam 3 kali pemberian.

Dosis maksimal 2,4 gram per hari.

Dosis awal 10 mg/kgBB yang diberikan melalui infus selama 15 menit, kemudian dilanjutkan dengan dosis 5 mg/kgBB setelah 24 jam dan 5 mg/kgBB setelah 48 jam.

Cara Menggunakan Ibuprofen dengan Benar

Pastikan selalu mengikuti anjuran dokter dan membaca petunjuk pada kemasan obat, dalam menggunakan ibuprofen. Konsumsilah tablet atau kapsul ibuprofen bersama makanan untuk mengurangi risiko sakit maag. Jangan berbaring sampai 10 menit setelah mengonsumsi obat ini.

Simpan ibuprofen di tempat dengan suhu kamar. Jangan menyimpan ibuprofen di tempat yang lembap dan terkena paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan menggunakan ibuprofen bila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

Ibuprofen suntik hanya boleh diberikan oleh dokter atau oleh tenaga medis. Obat ini disuntikkan melalui pembuluh darah di lengan. Disarankan untuk minum banyak air putih selama menggunakan ibuprofen suntik untuk mencegah gangguan fungsi ginjal.

Penggunaan ibuprofen untuk infeksi virus Corona

Untuk mengatasi demam yang merupakan salah satu gejala infeksi virus Corona (COVID-19), obat penurun demam yang dianjurkan sebenarnya adalah paracetamol. Namun, bila sebelumnya Anda sudah diresepkan ibuprofen oleh dokter untuk mengatasi penyakit lain, obat ini boleh tetap digunakan untuk meredakan demam akibat infeksi virus Corona.

Jangan menggunakan ibuprofen untuk mengatasi demam akibat infeksi virus Corona bila Anda menderita asma, hipertensi, penyakit ginjal, atau penyakit asam lambung (GERD).

Interaksi Ibuprofen dengan Obat Lain

Berikut ini adalah beberapa jenis obat dan efek interaksi yang dapat terjadi bila digunakan bersamaan dengan ibuprofen:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid, pengencer darah, dan kortikosteroid, dapat meningkatkan efek samping perdarahan saluran cerna.
  • Ciclosporin dan tacrolimus, dapat meningkatkan efek samping hiperkalemia dan gangguan fungsi ginjal.
  • ACE inhibitor dan ARB, dapat menurunkan efek antihipertensi dari kedua obat tersebut.
  • Lithium dan methotrexate, dapat menaikkan risiko keracunan ibuprofen.

Efek Samping dan Bahaya Ibuprofen

Tiap obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk ibuprofen. Beberapa efek samping yang dapat terjadi saat menggunakan obat ini adalah:

  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Diare atau malah sembelit
  • Sakit maag
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Perubahan mood

Efek samping di atas cenderung tidak berbahaya, namun penting untuk tetap memeriksakan diri ke dokter bila efek samping tersebut tidak kunjung reda atau timbul efek samping yang lebih berbahaya, antara lain:

  • Gejala alergi obat, seperti gatal-gatal, wajah tampak bengkak, dan sesak napas.
  • Muntah darah atau BAB berdarah.
  • Leher kaku.
  • Gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan pembengkakan di tungkai dan frekuensi BAK yang berkurang.
  • Gangguan irama jantung.