Bimacyl adalah obat yang bermanfaat untuk meringankan nyeri, seperti pada sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, dan radang sendi. Selain itu, obat ini juga dapat menurunkan demam. Bimacyl dijual bebas dalam sediaan tablet.

Dalam tiap tablet Bimacyl, terkandung 200 mg ibuprofen dan 350 mg paracetamol.  Ibuprofen tergolong obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), sedangkan paracetamol termasuk dalam kelompok obat analgetik-antipiretik.

BimacylAlodokter

Ibuprofen bekerja menghambat pembentukan prostaglandin yang menjadi pemicu gejala radang, termasuk nyeri dan demam. Sementara itu, paracetamol bekerja langsung pada pusat pengaturan nyeri dan suhu di otak untuk meredakan nyeri dan menurunkan suhu tubuh saat terjadi demam.

Apa Itu Bimacyl

Bahan aktif Ibuprofen dan paracetamol
Golongan Obat bebas terbatas
Kategori Analgetik-antipiretik/obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
Manfaat Meredakan nyeri dan menurunkan demam
Dikonsumsi oleh Dewasa ≥18 tahun
Bimacyl untuk ibu hamil dan menyusui Kehamilan trimester 1 dan 2
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping ibuprofen terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Kehamilan trimester 3
Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan ibuprofen berisiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Kandungan ibuprofen dan paracetamol dalam Bimacyl dapat terserap ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan produk ini jika Anda sedang menyusui.
Bentuk obat Tablet

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Bimacyl

Bimacyl tidak boleh digunakan sembarangan. Berikut ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Bimacyl:

  • Jangan mengonsumsi Bimacyl jika alergi terhadap paracetamol, ibuprofen, atau obat OAINS lain, seperti naproxen. Jika ragu, beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki sebelum menggunakan obat ini.
  • Hindari penggunaan obat yang mengandung ibuprofen, seperti Bimacyl, jika pernah mengalami gejala asma, biduran, atau alergi, setelah mengonsumsi aspirin atau obat OAINS.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Bimacyl jika pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, anemia, penyakit liver, stroke, penyakit jantung, atau hipertensi.
  • Jangan mengonsumsi obat yang mengandung ibuprofen tanpa arahan dokter jika pernah mengalami tukak lambung atau perdarahan saluran pencernaan, gagal jantung berat, gagal ginjal, atau asma.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol saat menggunakan Bimacyl, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan saluran cerna dan kerusakan hati.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Bimacyl jika Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol atau menderita kecanduan alkohol.
  • Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan Bimacyl jika sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Bimacyl tidak boleh digunakan pada trimester ketiga kehamilan karena berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan, atau gangguan jantung dan ginjal pada janin.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal konsumsi Bimacyl jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang berat setelah mengonsumsi Bimacyl.

Dosis dan Aturan Pakai Bimacyl

Berdasarkan kandungan obatnya, rekomendasi dosis Bimacyl untuk orang dewasa adalah 1 tablet, tiap 6 jam sekali bila diperlukan. Durasi pengobatan maksimal 10 hari.

Cara Mengonsumsi Bimacyl dengan Benar

Bacalah aturan pakai pada kemasan obat sebelum menggunakan Bimacyl, atau ikuti anjuran dokter. Jangan minum Bimacyl melebihi dosis yang dianjurkan tanpa seizin dokter.

Bimacyl sebaiknya dikonsumsi bersama makanan, misalnya dengan lumatan pisang. Bisa juga diminum dengan air putih maupun susu untuk mencegah timbulnya sakit maag. Jangan berbaring sampai 10 menit setelah mengonsumsi obat ini.

Penggunaan Bimacyl bisa segera dihentikan begitu keluhan mereda. Periksakan diri ke dokter jika nyeri belum reda setelah 10 hari, atau demam belum turun setelah 3 hari mengonsumsi Bimacyl.

Simpan Bimacyl di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Bimacyl dengan Obat Lain

Mengingat Bimacyl mengandung ibuprofen dan paracetamol, efek interaksi yang bisa terjadi jika produk ini digunakan bersama obat tertentu adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan saluran cerna jika digunakan bersama aspirin, warfarin, obat kortikosteroid, atau obat antidepresan jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), seperti escitalopram atau fluoxetine
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan dengan ciclosporin atau tacrolimus
  • Peningkatan risiko efek samping dari lithium, methotrexate, atau digoxin
  • Peningkatan risiko timbulnya kejang jika digunakan bersama antibiotik quinolone, seperti ciprofloxacin atau levofloxacin
  • Peningkatan risiko terjadinya kelainan darah jika digunakan bersama zidovudin
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan warfarin
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika paracetamol digunakan dengan zidovudine, cotrimoxazole, atau isoniazid
  • Penurunan efektivitas dari ACE inhibitor atau ARB sebagai obat antihipertensi
  • Penurunan penyerapan paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Bimacyl bersama obat-obat lain, terutama yang digunakan secara rutin.

Efek Samping dan Bahaya Bimacyl

Efek samping yang bisa terjadi setelah minum obat yang mengandung kombinasi ibuprofen dan paracetamol adalah:

  • Sakit perut atau nyeri ulu hati
  • Mual dan muntah
  • Diare atau malah sembelit
  • Pusing
  • Kantuk

Konsultasikan ke dokter jika keluhan tersebut tidak segera mereda atau makin berat. Hentikan konsumsi Bimacyl dan segera ke dokter jika jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius seperti berikut ini:

  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan buram
  • Kesulitan menelan atau sakit saat menelan
  • Gangguan pendengaran, termasuk telinga berdenging
  • Memar atau perdarahan yang tidak wajar
  • Gangguan fungsi hati, yang bisa ditandai dengan nyeri di perut kanan atas, urine keruh atau berwarna gelap, tinja berwarna pucat, serta mata atau kulit berwarna kekuningan
  • Perdarahan saluran cerna, yang gejalanya bisa berupa muntah darah atau muntah seperti ampas kopi, BAB berdarah, atau BAB berwarna hitam dan kental seperti aspal
  • Gangguan ginjal, dengan keluhan berupa nyeri saat buang air kecil, urine sedikit atau tidak keluar sama sekali, bengkak di tungkai atau kaki, mudah lelah dan sesak napas

Segera cari pertolongan medis jika timbul gejala serangan jantung atau stroke, seperti nyeri dada yang menjalar hingga ke rahang dan bahu, mati rasa atau lumpuh sebelah badan, bicara cadel, atau sesak napas.