Omnicort krim adalah obat oles untuk meredakan keluhan ruam, nyeri, bengkak, dan gatal-gatal akibat peradangan pada kulit. Omnicort dapat digunakan untuk mengatasi keluhan eksim, alergi, atau ruam akibat gigitan serangga. 

Omnicort krim merupakan salah satu merek dagang dari hydrocortisone topikal. Obat ini bekerja dengan cara menekan respons sistem imun yang berlebihan saat terjadi peradangan pada kulit.

Omnicort Krim

Hydrocortisone pada Omnicort krim juga memiliki kemampuan menghambat aktivitas senyawa pemicu timbulnya radang dan gatal-gatal. Selain itu, zat aktif ini memiliki efek vasokonstriksi, yaitu mengecilkan pembuluh darah pada kulit yang meradang.

Omnicort krim tersedia dalam kemasan tube 10 gr dan 5 gr. Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Apa Itu Omnicort Krim

Bahan aktif Hydrocortisone acetate 2,5 %
Golongan Obat resep
Kategori  Kortikosteroid topikal 
Manfaat Mengatasi gatal-gatal dan peradangan pada kulit
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia >10 tahun
Omnicort krim untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping hydrocortisone topikal terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Omnicort krim untuk ibu menyusui Omnicort krim umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama mengikuti petunjuk dokter.
Jika perlu menggunakan obat ini pada puting, oleskan setelah selesai menyusui dan jangan lupa untuk membersihkan sisa obat sebelum waktu menyusui selanjutnya.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Omnicort Krim

Omnicort tidak boleh digunakan sembarangan. Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memakainya adalah:

  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami iritasi kulit atau alergi setelah menggunakan obat oles. Bila memungkinkan, sebutkan juga jenis obatnya. Omnicort krim tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap hydrocortisone.
  • Jangan menggunakan produk hydrocortisone topikal untuk mengobati rosacea, jerawat, dermatitis perioral, atau ruam popok. Untuk memastikan Omnicort krim digunakan sesuai kebutuhan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui chat jika memiliki keluhan tertentu pada kulit.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menderita sindrom Cushing, diabetes, penyakit ginjal, atau infeksi kulit, seperti herpes, cacar, kandidiasis kulit, atau tuberkulosis kulit.
  • Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Omnicort krim jika terdapat luka bakar yang luas, luka yang besar, luka tusuk, atau luka bernanah di area kulit yang akan diobati.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil atau menyusui.
  • Diskusikan mengenai penggunaan Omnicort krim jika Anda sedang menjalani terapi dengan suplemen, produk herbal, atau obat tertentu, termasuk obat oles lain. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Hindari penggunaan obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Omnicort krim kecuali atas saran dokter.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah memakai Omnicort krim.

Dosis dan Aturan Pakai Omnicort Krim

Kondisi radang kulit yang bisa diobati dengan Omnicort krim bisa berupa:

Oleskan krim Omnicort secara merata pada area kulit yang perlu diobati, 1–2 kali sehari. Lama pengobatan maksimal 7 hari atau sesuai petunjuk dokter.

Cara Menggunakan Omnicort Krim dengan Benar

Gunakan Omnicort krim sesuai arahan dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Jangan menggunakan obat ini terlalu banyak atau terlalu sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai. Tujuannya adalah agar tidak timbul efek samping akibat penggunaan yang berlebihan atau dalam waktu yang lama.

Gunakanlah Omnicort krim sesuai cara pakai berikut:

  • Pastikan untuk mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum menggunakan Omnicort krim. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
  • Oleskan krim Omnicort tipis-tipis di area kulit yang perlu diobati hingga merata.
  • Jangan menutup atau membalut area yang diolesi krim Omnicort dengan perban, kecuali diperbolehkan dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Omnicort krim, kecuali jika yang diobati area tangan.
  • Simpan Omnicort krim di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jika lupa menggunakan Omnicort krim, segera pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pemakaian berikutnya, tidak perlu mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
  • Berhati-hatilah saat menggunakan Omnicort krim. Jangan sampai obat ini mengenai mata, atau bagian dalam hidung, mulut, vagina, maupun anus. Segera bilas area tersebut dengan air bersih jika terkena obat.
  • Jangan memakai Omnicort krim lebih dari 7 hari kecuali atas persetujuan dokter. Lakukan konsultasi online jika keluhan radang kulit tidak membaik atau kambuh lagi meski sudah menggunakan Omnicort sesuai petunjuk dokter.
  • Segera temui dokter jika gejala radang kulit makin parah meski waktu pengobatan belum rampung. Manfaatkan fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER untuk memilih dokter dan rumah sakit sesuai kebutuhan Anda.
  • Jangan gunakan Omnicort krim yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat oles ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.

Interaksi Omnicort Krim dengan Obat Lain

Kecil kemungkinannya Omnicort krim untuk menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat lain. Namun, agar aman, hindari pemakaian Omnicort krim bersama produk perawatan kulit atau obat oles lain pada area kulit yang sama, kecuali atas saran dokter.

Efek Samping dan Bahaya Omnicort Krim

Sebagaimana obat pada umumnya, penggunaan Omnicort krim juga berpotensi menimbulkan efek samping. Beri tahu dokter jika keluhan di bawah ini tidak kunjung hilang atau bertambah parah:

  • Iritasi ringan, gatal, atau kemerahan
  • Kulit kering
  • Rasa panas atau perih sesaat setelah mengoleskan obat

Meski jarang terjadi, Omnicort krim bisa menimbulkan keluhan yang mengganggu, terutama jika digunakan secara berlebihan atau dalam jangka panjang dan di luar anjuran dokter.

Segera ke dokter jika pemakaian Omnicort krim menimbulkan reaksi alergi obat atau keluhan berikut:

  • Stretch mark
  • Jerawat yang banyak
  • Infeksi folikel rambut atau folikulitis
  • Kulit menipis sehingga gampang memar atau berubah warna
  • Gejala infeksi kulit, seperti kemerahan, bengkak, dan benjolan berisi nanah
  • Tumbuh bulu yang banyak atau hypertrichosis di area kulit yang diobati

Gunakanlah fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER untuk cek jadwal praktik dokter di rumah sakit dari berbagai kota, melihat review dari jutaan pengguna, hingga atur janji konsultasi dalam hitungan menit tanpa repot.