Parevisan adalah obat oles untuk mengatasi infestasi kutu, seperti kutu kepala maupun kutu skabies (scabies). Obat ini dapat membasmi kutu serta telurnya, sekaligus meredakan keluhan seperti gatal hebat, ruam kemerahan, atau luka garukan akibat iritasi.
Parevisan mengandung permethrin sebagai bahan aktifnya. Obat ini bekerja dengan cara mengganggu sistem saraf serangga atau kutu penyebab infestasi pada manusia, sehingga kutu akan lumpuh dan mati.

Parevisan biasanya digunakan pada kulit yang terinfestasi, baik untuk mengatasi kutu kepala maupun kutu di tubuh. Dalam penggunaannya, sangat penting mengikuti petunjuk aplikasi pada kemasan atau arahan dari tenaga medis agar hasil pengobatan optimal dan risiko efek samping dapat diminimalisir.
Apa Itu Parevisan
| Bahan aktif | Permethrin 50 mg |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antiparasit |
| Manfaat | Mengobati kudis, kutu di kulit kepala, dan kutu kemaluan |
| Digunakan oleh | Dewasa, anak usia ≥2 bulan, dan lansia |
| Parevisan untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini |
| Parevisan untuk ibu menyusui | Obat ini aman digunakan oleh ibu menyusui. |
| Apabila perlu menggunakan Parevisan di area payudara, sebaiknya gunakan setelah selesai menyusui. Pastikan juga payudara telah bersih dari obat ini sebelum waktu menyusui selanjutnya. | |
| Bentuk obat | Krim |
Peringatan sebelum Menggunakan Parevisan
Parevisan hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Parevisan tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap permethrin.
- Parevisan tidak boleh diberikan kepada anak usia <2 bulan
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda memiliki asma.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Parevisan jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
- Konsultasikan ke dokter mengenai penggunaan Parevisan jika Anda sedang menggunakan obat atau produk herbal, terutama yang dioleskan ke kulit. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat atau produk herbal, terutama yang dioleskan ke kulit. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Hindari penggunaan Parevisan pada area kulit dengan luka terbuka, luka lecet, atau luka bakar.
- Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah memakai Parevisan.
Dosis dan Aturan Pakai Parevisan
Berikut ini adalah dosis penggunaan Parevisan berdasarkan kondisi yang ditangani:
Kondisi: Kudis (skabies)
- Dewasa, lansia, dan anak usia >12 tahun: Dosis maksimal 30 gram. Diamkan krim selama kurang lebih 8–14 jam sebelum dibilas sampai bersih dengan air.
- Anak usia 6–12 tahun: Dosis maksimal 15 gram.
- Anak usia 1–5 tahun: Dosis maksimal 7,5 gram.
- Anak usia 2 bulan sampai <1 tahun: Dosis maksimal 3,75 gram.
Kondisi: Kutu kemaluan
- Dewasa: Dosis maksimal 30 gram. Biarkan krim mengering dan bilas sampai bersih setelah 12 jam atau semalaman didiamkan.
Cara Menggunakan Parevisan dengan Benar
Baca aturan yang tertera pada kemasan terkait penggunaan Parevisan dan ikuti sesuai anjuran dokter. Jangan mengoleskan obat ini secara tebal dan lebih sering dari yang telah disarankan.
Agar efektivitas permethrin dalam Parevisan bekerja optimal, penting untuk menggunakannya dengan cara yang tepat. Berikut adalah panduan menggunakan Parevisan:
- Cucilah tangan dengan air sebelum dan setelah menggunakan Parevisan. Bersihkan juga area kulit yang ingin diobati, kemudian keringkan dengan handuk.
- Oleskan krim tipis-tipis secara merata ke seluruh tubuh, termasuk ke leher, telapak tangan, telapak kaki, sela jari, dan lipatan tubuh. Pada pasien dewasa, krim ini tidak perlu digunakan di kepala dan wajah, kecuali jika area tersebut terkena kudis.
- Pada pasien lansia dan anak-anak, obat ini perlu dioleskan secara tipis ke kulit kepala, garis rambut, dahi, pelipis, telinga, atau wajah. Ulangi pemakaian jika krim yang dioleskan ke tangan terbilas oleh air dan sabun dalam waktu 8 jam.
- Untuk mengobati kutu kemaluan, oleskan Parevisan pada area kemaluan, bokong dan anus, paha bagian dalam sampai ke lutut, dan rambut yang tumbuh dari area kemaluan sampai perut atau dada.
- Diamkan krim selama kurang lebih 8–14 jam sebelum dibilas dengan air. Jika gejala kudis tidak kunjung sembuh, terlihat ada tungau hidup, atau muncul gejala kudis baru, pakai kembali obat setidaknya 7 hari setelah pemakaian awal.
- Simpan Parevisan di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Parevisan dengan Obat Lain
Penggunaan Parevisan bersama obat kortikosteroid minum maupun kortikosteroid topikal diketahui dapat memperburuk gejala kudis. Maka dari itu, hentikan pemakaian obat kortikosteroid sebelum memulai pengobatan dengan Parevisan.
Hindari juga penggunaan produk perawatan kulit atau obat oles lain ke area kulit yang sedang diobati dengan Parevisan dalam waktu yang berdekatan atau bersamaan, kecuali jika diperbolehkan oleh dokter.
Efek Samping dan Bahaya Parevisan
Efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan obat dengan kandungan permethrin, seperti Parevisan, adalah:
- Sakit kepala atau pusing
- Sakit perut
- Mual atau muntah
- Kulit kering
- Rasa terbakar, perih, atau ruam ringan di area kulit yang diolesi Parevisan
- Gatal dan kemerahan pada area kulit yang diobati
- Mati rasa atau kesemutan di area yang diobati
Sampaikan ke dokter melalui chat jika muncul keluhan di atas, terutama bila tidak segera mereda atau makin parah. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi efek samping tersebut.
Hentikan penggunaan Parevisan dan segera cari pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Kesulitan bernapas
- Iritasi parah di area yang diobati
- Keluarnya nanah dari area yang diobati
Jika hal tersebut terjadi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.