Penyakit Buerger adalah peradangan dan penyumbatan pada pembuluh darah di sekitar tangan dan kaki. Kondisi tersebut menyebabkan nyeri di tangan dan kaki.

Pada kasus yang parah, penyakit Buerger atau thromboangiitis obliterans dapat menimbulkan infeksi yang bisa berkembang menjadi gangrene. Gangrene adalah kematian jaringan akibat aliran oksigen dan nutrisi ke area tersebut terputus. Jika telah mencapai fase ini, penderita harus menjalani prosedur amputasi.

Penyakit Buerger - Alodokter

Penyebab Penyakit Buerger

Penyebab penyakit Buerger belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan bahwa penggunaan tembakau, baik dalam bentuk rokok, cerutu, maupun produk tembakau lainnya yang dikonsumsi, adalah faktor utama penyebab penyakit ini.

Zat di dalam tembakau diketahui dapat mengiritasi pembuluh darah yang berukuran kecil dan sedang, seperti di tangan dan kaki. Hal ini kemudian memicu peradangan yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan pembentukan gumpalan darah.

Selain tembakau, ada dua faktor lain yang diduga terkait dengan penyakit Buerger, yakni faktor genetik dan penyakit autoimun.

Penyakit Buerger lebih sering terjadi pada orang berusia 40–45 tahun, serta aktif atau pernah aktif menggunakan produk dari tembakau.

Gejala Penyakit Buerger

Penderita penyakit Buerger dapat mengalami nyeri parah di tangan dan kaki. Nyeri tersebut dapat muncul kapan saja, baik ketika penderitanya beraktivitas (klaudikasio) maupun saat beristirahat. Selain itu, nyeri juga bisa memburuk ketika penderita stres atau terpapar udara dingin.

Gejala lain dari penyakit Buerger meliputi:

  • Jari kaki dan tangan tampak pucat, memerah, atau membiru
  • Tangan dan kaki teraba dingin akibat kurangnya aliran darah (sindrom Raynaud)
  • Tangan dan kaki terasa kesemutan atau mati rasa
  • Ujung jari tangan atau kaki mengalami perubahan warna kulit atau luka kecil yang terasa nyeri

Kapan harus ke dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala penyakit Buerger seperti yang telah disebutkan di atas. Penanganan dini pada penyakit ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya perburukan dan komplikasi.

Diagnosis Penyakit Buerger

Belum ada metode pemeriksaan yang secara spesifik dapat mendiagnosis penyakit Buerger. Pemeriksaan yang dilakukan sebatas menyingkirkan kemungkinan gejala yang dialami pasien disebabkan oleh penyakit lain.

Diagnosis diawali dengan pemeriksaan riwayat kesehatan, gejala dan faktor risiko yang dimiliki pasien, serta pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa:

Tes Allen

Dokter akan meminta pasien mengepalkan tangan sekuat mungkin, kemudian membukanya. Setelah kepalan dibuka, dokter akan memeriksa aliran darah di tangan pasien. Warna tangan yang lambat kembali normal bisa menjadi tanda adanya penyakit Buerger.

Angiografi

Angiografi dilakukan dengan bantuan CT scan atau MRI. Sebelum pemindaian dilakukan, dokter akan menyuntikkan zat pewarna kontras ke dalam pembuluh darah pasien. Zat tersebut berfungsi memperjelas gambaran kondisi pembuluh darah yang ditampilkan oleh monitor.

Tes darah

Tes darah bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan penyebab penyakit Buerger, seperti lupus atau gangguan pembekuan darah.

Pengobatan Penyakit Buerger

Penyakit Buerger belum dapat disembuhkan, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya.

Penanganan yang paling efektif adalah dengan menghentikan penggunaan produk-produk tembakau, baik itu rokok, cerutu, maupun produk tembakau lain. Bila perlu, dokter akan menganjurkan pasien untuk mengikuti program atau terapi khusus yang bertujuan untuk mengatasi kecanduan rokok.

Selain menghindari penggunaan tembakau, penanganan gejala penyakit Buerger juga dilakukan dengan:

Obat-obatan

Pemberian obat-obatan bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi darah, mencegah pembentukan gumpalan darah, merangsang tumbuhnya pembuluh darah baru, atau melebarkan pembuluh darah (vasodilator). Adapun dosis dan jenis obatnya akan ditentukan oleh dokter.

Operasi

Salah satu operasi yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala penyakit Buerger adalah sympathectomy, yaitu memotong saraf yang menimbulkan nyeri. Namun, efektivitas prosedur ini dalam menangani penyakit Buerger masih diperdebatkan.

Terapi stimulasi saraf tulang belakang

Terapi ini bertujuan untuk meredakan nyeri dengan mengirimkan aliran listrik arus kecil ke saraf tulang belakang. Listrik yang dialirkan tersebut akan menghalangi kemunculan sensasi nyeri.

Komplikasi Penyakit Buerger

Penderita penyakit Buerger dapat mengalami gangrene pada jari tangan dan kaki. Kondisi ini merupakan dampak dari terhambat atau terhentinya pasokan darah ke area tersebut. Gangrene ditandai dengan mati rasa atau perubahan warna jari tangan atau kaki menjadi kebiruan atau kehitaman.

Jika jari tangan dan kaki penderita telah mencapai fase ini, dokter akan melakukan tindakan amputasi. Amputasi diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi melalui anggota tubuh yang terdampak, serta untuk menghentikan nyeri.

Walaupun jarang, komplikasi lain yang dapat terjadi akibat penyakit Buerger adalah:

Pencegahan Penyakit Buerger

Upaya pencegahan penyakit Buerger adalah dengan berhenti merokok dan menggunakan produk tembakau lainnya. Penderita yang mengalami kecanduan merokok dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai perlunya terapi untuk mengatasi kecanduan tersebut.

Selain itu, dokter juga akan menyarankan beberapa hal untuk mencegah perburukan gejala, yaitu:

  • Menghindari penggunaan obat-obatan yang dapat memicu penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah
  • Menghindari paparan udara dingin dalam waktu yang cukup lama
  • Mengenakan pakaian yang hangat ketika berada di tempat yang dingin
  • Melindungi tangan dan kaki agar terhindar dari luka cedera
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
  • Berolahraga secara rutin
  • Beristirahat yang cukup