Ada banyak alasan kemunculan benjolan di belakang kepala. Meski umumnya tidak berbahaya, Anda patut waspada ketika benjolan disertai rasa sakit kepala, muntah, berdarah, atau jika ukurannya terus membesar.

Benjolan di belakang kepala bisa bervariasi mulai dari ukuran, warna, dan bentuknya. Ada yang lembek, keras, membuat gatal, mengganggu penampilan, atau tidak terasa nyeri sama sekali. Benjolan di belakang kepala yang berbahaya yaitu bila disertai nyeri dan sakit kepala berkepanjangan meski sudah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

Penyebab Benjolan di Belakang Kepala dan Kapan Harus Waspada - Alodokter

Penyebab Munculnya Benjolan di Belakang Kepala

Beberapa penyebab munculnya benjolan di belakang kepala yaitu:

  • Benturan atau kecelakaan
    Benjolan dapat muncul ketika kepala berbenturan dengan objek yang keras atau terjadi cedera kepala. Hal ini merupakan reaksi tubuh untuk menyembuhkan diri.
    Benjolan di belakang kepala dapat menyebabkan memar atau hematoma pada kulit kepala. Benjol berwarna keunguan adalah tanda bahwa Anda mengalami pendarahan di bawah kulit. Benturan yang kuat memang dapat menyebabkan benjolan besar bahkan pendarahan pada otak, akan tetapi umumnya benjolan akan hilang dalam beberapa hari. Namun jika setelah benturan, Anda sampai kehilangan kesadaran, muntah, atau kejang, segera periksakan diri dokter.
  • Rambut yang gagal tumbuh
    Rambut gagal tumbuh biasanya ditemukan pada orang yang suka bercukur. Kondisi ini terjadi ketika rambut yang mestinya tumbuh menembus kulit, malah masuk ke dalam kulit. Rambut yang terjebak di dalam kulit ini umumnya menyebabkan benjolan kecil kemerahan. Meski tidak berbahaya, kondisi ini juga bisa menjadi infeksi dan bisul.
  • Folikulitis (infeksi pada folikel rambut)
    Folikulitis adalah infeksi atau peradangan pada folikel rambut, umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur. Benjolan folikulitis berwarna merah atau putih, dan berukuran kecil seperti jerawat. Kondisi ini tidak berbahaya, namun dapat menimbulkan gatal, kerontokan, dan kebotakan.
  • Karsinoma sel basal
    Karsinoma sel basal yaitu tumor yang tumbuh di lapisan terdalam kulit dan bersifat ganas. Kondisi ini merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan. Warnanya bisa merah atau pink dengan bentuk seperti luka, bekas luka, atau benjolan. Penyebabnya adalah paparan sinar matahari yang intens.
  • Lipoma
    Lipoma merupakan tumor lemak jinak yang terasa lembek dan lembut ketika dipegang dan bisa bergeser. Lipoma terbilang jarang muncul di kepala, dan lebih sering muncul di bahu dan leher. Lipoma tidak menimbulkan rasa nyeri. Meski demikian, jika ukurannya terus membesar, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi pengangkatan tumor.
  • Kista epidermoid
    Kista epidermoid umumnya tumbuh di bawah kulit wajah dan kulit kepala. Ukurannya bisa besar ataupun kecil, dan seringkali tidak menimbulkan rasa sakit. Penyebab kista epidermoid adalah penumpukan keratin, yang merupakan protein pembentuk kulit. Jika tidak mengganggu, kista ini biasanya tidak perlu diobati karena tidak berbahaya.
  • Kista pilar
    Sama dengan kista epidermoid, kista pilar berbentuk benjolan dan umumnya tumbuh di kulit kepala. Kista ini juga tidak menyebabkan nyeri, namun bisa mengganggu penampilan apabila ukurannya besar.
  • Keratosis seboroik
    Keratosis seboroik merupakan benjolan kecil mirip tahi lalat atau kutil, yang biasanya tumbuh di kepala atau leher orang lanjut usia. Bentuknya agak mirip dengan kanker kulit, namun keratosis seboroik sebenarnya jinak dan tidak berbahaya. Namun, Anda tetap bisa menghilangkannya melalui prosedur cryotherapy (bedah beku) atau bedah listrik, yang dikerjakan oleh dokter.
  • Pilomatriksoma
    Pilomatriksoma adalah tumor di folikel rambut yang bersifat jinak. Tumor ini lebih umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Benjolan umumnya tidak menimbulkan sakit dan muncul pada leher, wajah, atau kepala, namun bisa juga muncul di bagian tubuh lain.
  • Eksostosis
    Eksostosis adalah pertumbuhan abnormal di atas tulang. Kondisi ini jarang terjadi pada kepala dan penyebabnya belum diketahui secara pasti. Eskostosis bisa menimbulkan rasa nyeri, namun bisa juga tanpa nyeri sama sekali. Penanganan kondisi ini umumnya dilakukan jika sudah terjadi komplikasi.

Kapan Benjolan di Belakang Kepala Dikatakan Berbahaya?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebanyakan benjolan di belakang kepala tidak berbahaya. Namun perlu diingat, benjolan di belakang kepala membutuhkan pemeriksaan dan penanganan segera jika diiringi dengan:

  • Muntah.
  • Penurunan kesadaran atau pingsan.
  • Gangguan keseimbangan atau koordinasi tubuh.
  • Nyeri yang hilang timbul.
  • Sakit kepala yang tidak membaik meski sudah minum obat pereda nyeri.
  • Memiliki riwayat gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia.
  • Pernah menjalani operasi otak atau pembedahan kepala sebelumnya.

Benjolan di belakang kepala juga sebaiknya mendapat pemeriksaan dokter jika ukurannya semakin membesar atau berubah menjadi luka terbuka. Jika Anda khawatir dengan benjolan di belakang kepala meski tidak merasa nyeri, kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh demi mengantisipasi kemungkinan berbahaya.