Muka merah adalah respons normal tubuh terhadap emosi kuat seperti malu, marah, stres, atau senang, dan meningkatnya aliran darah pada wajah. Muka merah disebabkan oleh aktivitas sistem saraf simpatis, yakni bagian dari sistem saraf yang berfungsi untuk mempercepat denyut jantung, menyempitkan pembuluh darah, serta meningkatkan tekanan darah. Wajah memerah juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Muka merah normal terjadi ketika muncul emosi yang memicu pelebaran pembuluh darah di wajah, sehingga aliran darah ke wajah meningkat. Namun, wajah memerah juga bisa terjadi akibat hal lain yang tidak normal, baik berupa faktor psikologis maupun faktor fisik.

Penyebab Muka Merah yang Paling Sering Terjadi - Alodokter

Penyakit yang Menyebabkan Muka Merah

Sebagian wanita mungkin senang memiliki muka yang merah merona. Namun jika warna merah di wajah terlalu pekat, bisa mengganggu penampilan dan menandakan adanya kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang biasanya menjadi penyebab muka merah, yaitu:

  • Jerawat
    Jerawat adalah penyakit kulit yang paling umum terjadi. Hampir setiap orang pernah berurusan dengan jerawat. Jerawat yang banyak dan meradang bisa membuat muka menjadi merah.
  • Rosacea
    Muka merah dapat disebabkan oleh penyakit rosacea, yakni penyakit kulit jangka panjang yang umumnya menyerang area wajah. Penyakit ini membuat kulit wajah Anda merah dan sulit untuk dihilangkan, terasa perih dan menyengat, serta tampak pembuluh darah kecil dari permukaan kulit. Selain wajah, kulit merah juga bisa terlihat pada telinga, dada, dan punggung.
  • Dermatitis seboroik
    Umumnya, dermatitis seboroik menyerang kulit kepala Anda. Akan tetapi, penyakit ini juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya, misalnya alis mata, hidung, telinga, kelopak mata, dan dada. Pada wajah, dermatitis seboroik bisa menyebabkan muka merah. Penyakit ini dapat dialami oleh orang dewasa maupun bayi.
  • Lupus
    Muka merah juga bisa disebabkan oleh penyakit lupus. Penyakit autoimun yang menyerang seluruh tubuh ini, memiliki gejala seperti nyeri otot dan sendi, ruam berwarna merah yang berbentuk seperti kupu-kupu di wajah (malar rash), dan perubahan pada kuku Anda. Penyakit ini seringkali sulit didiagnosis karena gejalanya bisa menyerupai banyak penyakit lain.
  • Menopause
    Menopause terjadi ketika siklus menstruasi wanita berakhir dan produksi hormon estrogen menurun. Sekitar 80 persen wanita yang mengalami menopause akan mengalami hot flash, yakni sensasi panas yang tiba-tiba muncul di wajah dan tubuh selama satu hingga lima menit. Hal ini sering menimbulkan muka merah pada wanita menopause.
  • Obat-obatan
    Efek samping obat-obataan, seperti kortikosteroid, calcium channel blocker, hormon tiroid, prostaglandin, rifampin, nitrogliserin, dapat membuat muka merah. Dalam beberapa kasus, warna merah tersebut kemungkinan dapat disebabkan oleh histamin, yakni zat kimia yang dilepaskan sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap obat. Kadang reaksi ini juga menimbulkan gatal dan pusing.

Penyebab Lain Muka Merah

Seperti telah dijelaskan di atas, muka merah normal terjadi sebagai respon terhadap munculnya suatu emosi. Namun selain itu, ada juga beberapa kondisi umum yang secara normal dapat menyebabkan muka merah. Di antaranya:

  • Makanan
    Makanan yang sangat pedas bisa mengubah muka Anda menjadi merah. Makanan pedas dan asam dapat membuat sistem saraf melebarkan pembuluh darah, dan menyebabkan muka terlihat merah dan berkeringat. Makanan pedas dan berbumbu yang mengandung cabai merah atau lada, bisa membuat muka menjadi merah. Makanan yang dibumbui MSG dalam jumlah berlebihan juga dapat menyebabkan muka merah.
  • Minuman beralkohol
    Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol dapat membuat muka merah, mual, dan pusing. Kondisi ini terjadi akibat pembuluh darah yang melebar.
  • Setelah berolahraga
    Ketika Anda berolahraga, pembuluh darah kapiler di wajah dan seluruh tubuh melebar dan aliran darah melalui pembuluh darah tersebut akan meningkat. Hal ini bertujuan untuk memindahkan panas yang dihasilkan tubuh ke permukaan kulit, guna mendinginkan tubuh pada waktu berolahraga. Seseorang yang mengalami muka merah setelah atau ketika berolahraga, biasanya banyak memiliki pembuluh darah pada kulit di daerah pipi dan dagunya.
  • Terbakar sinar matahari
    Muka merah juga bisa disebabkan karena terbakar sinar matahari. Ketika terpapar sinar matahari terlalu lama, kulit menjadi kemerahan dan terasa nyeri. Setelah 4-7 hari, kulit akan mengelupas.

Demikian beberapa penyebab muka merah yang bisa saja Anda alami. Segera periksakan diri ke dokter, jika muka merah tidak mereda setelah beberapa minggu, banyak jerawat yang muncul, timbul gejala lain seperti mual atau berkeringat, gatal-gatal, pusing, atau terjadi pembengkakan di area mulut.