Tanda lahir pada bayi dapat disebabkan oleh beragam hal. Ada penyebab tanda lahir pada bayi yang tidak berbahaya, tetapi ada juga penyebab yang berbahaya dan perlu segera ditangani.

Terbentuknya tanda lahir pada bayi diduga disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari orang tua. Sebagian tanda lahir timbul karena adanya kelainan pembuluh darah, sementara sebagian lainnya timbul karena penimbunan pigmen atau zat warna pada kulit.

Penyebab Timbulnya Tanda Lahir pada Bayi - Alodokter

Jenis-Jenis Tanda Lahir

Secara garis besar, tanda lahir terbagi menjadi dua bentuk, yaitu tanda lahir vaskular dan tanda lahir berpigmen yang masing-masing memiliki jenis yang berbeda-beda:

Tanda lahir vaskular

Tanda lahir ini disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah yang  tidak normal di bawah kulit. Bercak yang timbul biasanya berwarna ungu, merah muda, merah, atau biru. Tanda lahir vaskular terbagi lagi dalam beberapa jenis, di antaranya:

  • Bercak stroberi (hemangioma)

    Hemangioma merupakan tanda lahir berupa bercak merah yang menonjol menyerupai stroberi di kulit. Namun, bercak juga bisa berwarna biru atau ungu. Sekitar 5% bayi memiliki tanda ini setelah lahir. Biasanya, bercak akan membesar pada 6 bulan pertama, lalu menghilang sebelum anak berusia 7 tahun.

  • Ciuman malaikat (angel’s kisses)

    Tanda ini biasa juga disebut dengan salmon patch karena bentuk bercaknya menyerupai ikan salmon yang berwarna merah muda atau merah. Tanda ini cenderung muncul di area kelopak mata atau belakang leher, yang umumnya dapat menghilang sepenuhnya tanpa perawatan apa pun.

  • Noda anggur 

    Noda anggur biasanya ditandai dengan bercak berwarna merah muda kemerah-merahan saat lahir, yang kemudian berubah menjadi merah keungu-unguan. Noda anggur dapat terjadi di area tubuh mana saja, tetapi sering ditemukan di wajah dan leher.

Tanda lahir berpigmen

Penyebab tanda lahir ini adalah adanyanya kelompok sel kulit dengan pigmen yang berlebih. Bercak yang timbul biasanya berwarna cokelat. Tanda lahir berpigmen umumnya terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Tahi lalat

    Tahi lalat atau congenital melanocytic naevi yang berwarna cokelat atau hitam bisa terlihat sejak bayi dilahirkan. Ukuran tahi lalat ini beragam dan bisa terjadi di area tubuh mana saja. Seiring berjalannya waktu, tanda ini bisa mengecil atau memudar, tapi bisa juga bertahan hingga dewasa.

  • Noda kopi (café au lait)Tanda lahir yang berwarna menyerupai kopi susu ini biasanya memudar atau mengecil seiring pertumbuhan anak. Namun, ada pula yang warnanya makin pekat karena terpapar sinar matahari. Sekitar 20–50 persen bayi baru lahir mungkin memiliki 1 atau 2 tanda lahir ini.
  • Bercak MongoliaTanda lahir berwarna biru keabu-abuan yang terlihat seperti memar ini sangat umum terjadi pada bayi Asia, termasuk Indonesia. Bercak ini biasanya terlihat pada area bokong atau punggung bawah. Bercak Mongolia bisa bertahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tetapi biasanya memudar ketika anak berusia 4–6 tahun.

Apakah Tanda Lahir Berbahaya?

Kebanyakan tanda lahir tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan apa pun. Meski jarang, ada pula tanda lahir yang bisa membahayakan kesehatan sehingga perlu ditangani oleh dokter. Berikut ini adalah ciri-ciri tanda lahir yang membutuhkan penanganan medis:

  • Bercak stroberi pada wajah yang membesar hingga memengaruhi area mata, mulut, atau hidung dan menyebabkan gangguan pada penglihatan dan pernapasan
  • Noda anggur yang bercaknya berada di dekat mata dan pipi, karena kerap dihubungkan dengan gangguan penglihatan, seperti glaukoma
  • Noda kopi yang berjumlah lebih dari enam bercak, karena biasanya merupakan tanda neurofibromatosis
  • Tanda lahir yang muncul pada tulang punggung bagian bawah, karena mungkin dapat berkembang ke bawah kulit dan mengganggu saraf dan pelmbuluh darah yang menuju ke tulang belakang

Selain berdampak pada kesehatan fisik, ada sebagian tanda lahir yang bisa memengaruhi kondisi psikologis anak, misalnya tahi lalat yang sangat besar atau muncul di wajah.

Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tanda lahir bisa berupa konsumsi obat-obatan atau tindakan medis, seperti laser atau operasi.

Bila memang Anda menemukan tanda lahir pada anak Anda dengan ciri-ciri yang harus diwaspadai atau kira-kira akan mengganggu kondisi psikologisnya ketika ia tumbuh besar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penanganan yang sesuai.