Perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan sering membuat para orang tua penasaran. Ini karena banyak orang percaya bahwa ciri-ciri kehamilan, mulai dari bentuk perut hingga selera makanan, bisa menunjukkan jenis kelamin janin.
Sejak awal kehamilan, banyak orang tua yang sudah penasaran dengan jenis kelamin buah hatinya. Berbagai perubahan pada tubuh Bumil, seperti bentuk perut ibu hamil, perubahan kulit, hingga makanan yang diidamkan, dianggap sebagai perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan. Namun, benarkah begitu?

Mengetahui Fakta Perbedaan Hamil Anak Laki-Laki dan Perempuan
Secara medis, tidak ada perbedaan fisik spesifik antara hamil anak laki-laki dan perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan tubuh selama kehamilan lebih disebabkan oleh hormon, kondisi kesehatan ibu, serta tumbuh kembang janin, bukan karena perbedaan jenis kelamin janin.
Misalnya, salah satu mitos seputar perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan adalah bentuk perut ibu hamil. Konon, perut yang terlihat runcing menandakan anak laki-laki, sedangkan perut melebar dikatakan ciri anak perempuan.
Faktanya, bentuk perut dipengaruhi oleh posisi janin, bentuk rahim, kekencangan otot perut, dan jumlah kehamilan sebelumnya. Jadi, perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan tidak bisa dilihat hanya dari bentuk perut.
Selain itu, ada anggapan bahwa perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan tampak dari makanan yang diidamkan. Ibu hamil anak perempuan dipercaya lebih sering ingin makanan manis, sedangkan hamil anak laki-laki lebih suka makanan asin atau gurih. Faktanya, perubahan selera makan pada ibu hamil lebih banyak disebabkan oleh perubahan hormon dan kebutuhan nutrisi tubuh ibu hamil, bukan karena perbedaan jenis kelamin janin.
Perubahan kulit juga sering dikaitkan dengan perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan. Munculnya jerawat dianggap tanda mengandung anak perempuan, sedangkan kulit lebih cerah dikaitkan dengan anak laki-laki. Faktanya, hal tersebut terjadi karena perubahan hormon selama kehamilan, bukan karena jenis kelamin janin.
Jadi, perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan tidak terbukti secara medis. Satu-satunya cara untuk mengetahui jenis kelamin secara pasti adalah melalui pemeriksaan medis, seperti pemeriksaan USG dan tes DNA.
Cara Mengetahui Perbedaan Hamil Anak Laki-Laki dan Perempuan dengan Akurat
Untuk mengetahui perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan dengan pasti, hanya pemeriksaan medis yang dapat diandalkan. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan:
1. Pemeriksaan USG pada trimester kedua
Pemeriksaan USG biasanya dilakukan saat usia kehamilan 18–22 minggu. Pemeriksaan ini cukup akurat dalam menentukan hamil anak laki-laki atau perempuan jika posisi janin memungkinkan.
2. Amniosentesis
Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel air ketuban untuk memeriksa kromosom janin. Selain untuk mendeteksi jenis kelamin janin, amniosentesis juga digunakan untuk mendeteksi kelainan genetik.
3. Chorionic villus sampling (CVS)
CVS adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan plasenta. Selain bisa mengetahui hamil anak laki-laki atau perempuan, CVS juga membantu mendeteksi kelainan genetik sejak trimester pertama.
4. Tes darah NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing)
NIPT dapat dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu dengan memeriksa DNA janin yang terdapat dalam darah ibu. Selain mendeteksi kelainan kromosom, NIPT juga bisa menentukan jenis kelamin janin dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Menebak perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan memang menyenangkan. Namun, yang paling penting adalah memastikan kesehatan ibu dan janin tetap optimal hingga waktu persalinan tiba.
Apabila Bumil ingin memastikan jenis kelamin janin atau memiliki kekhawatiran lain selama kehamilan, jangan ragu untuk konsultasi melalui chat online bersama dokter di aplikasi Alodokter. Pemeriksaan medis bukan hanya memastikan jenis kelamin, tetapi juga bisa memantau kesehatan ibu dan janin agar tetap optimal selama hamil.