Keluarnya darah dari vagina ketika hamil bisa menjadi suatu hal yang menakutkan, apalagi jika dicurigai sebagai darah keguguran. Akan tetapi, keguguran bukanlah satu-satunya penyebab perdarahan. Mari simak kondisi apa saja yang bisa menyebabkan perdarahan pada saat hamil.

Keguguran adalah kondisi meninggalnya janin di saat umur kehamilan masih di bawah 20 minggu. Keluarnya darah dari vagina adalah salah satu tanda keguguran.

Perdarahan saat Hamil Belum Tentu Darah Keguguran - Alodokter

Meski demikian, terjadi perdarahan saat hamil bukan berarti Anda pasti mengalami keguguran. Keluarnya darah dari vagina akibat keguguran umumnya akan disertai beberapa gejala lain.

Tanda-tanda keguguran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu tanda dari keguguran adalah keluarnya darah dari vagina, mirip seperti ketika menstruasi. Namun dalam banyak kasus keguguran, darah dan gumpalan darah yang keluar lebih banyak dibanding saat menstruasi.

Selain itu, keguguran juga dapat dikenali dengan beberapa gejala lain yang menyertainya, yaitu:

  • Bekurangnya gejala kehamilan, seperti mual atau morning sickness, secara drastis.
  • Keluar lendir atau cairan berwarna kemerahan disertai gumpalan daging atau jaringan dari vagina.
  • Muncul rasa sakit di bagian bawah perut, panggul, atau punggung bawah (kontraksi). Rasa sakit ini mirip seperti ketika menstruasi, namun biasanya terasa lebih parah.
  • Kontraksi yang muncul secara teratur tiap 5-20 menit.

Apabila saat hamil muncul darah keguguran yang disertai gejala-gejala di atas, segeralah ke dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Mengalami Perdarahan Tidak Selalu Diartikan Keguguran

Ketika mengalami perdarahan, jangan langsung panik apalagi putus asa dan menganggap bahwa hal tersebut adalah darah keguguran, sebab perdarahan di masa kehamilan juga bisa disebabkan oleh beberapa hal lain.

Di trimester pertama kehamilan, munculnya darah dari vagina mungkin bisa disebabkan oleh hubungan seks, infeksi saluran kemih, perubahan hormon, hingga tertanamnya embrio (calon janin) di dinding rahim atau yang disebut juga pendarahan implantasi.

Begitu pun halnya dengan perdarahan yang terjadi di trimester kedua atau ketiga. Perdarahan di trimester ini juga bisa disebabkan oleh hal yang sama seperti di trimester awal. Hanya saja di trimester lanjut ini, ada beberapa faktor lain yang mungkin menyebabkan munculnya darah dari vagina yang dicurigai sebagai keguguran, seperti plasenta previa dan persalinan prematur.

Cara terbaik untuk memastikan penyebab perdarahan saat hamil adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan menjalankan serangkaian tes, mulai dari pemeriksaan fisik hingga penunjang, seperti USG dan tes darah, untuk mencari tahu apakah perdarahan tersebut merupakan darah keguguran atau bukan.

Waspadai Perdarahan dan Pahami Penanganannya

Saat perdarahan terjadi, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, yaitu:

  • Perhatikan hal-hal yang menyebabkan terjadinya perdarahan tersebut, apakah karena baru melakukan hubungan seksual, mengalami cedera atau benturan pada area perut atau vagina, atau belum lama ini menjalani pemeriksaan rahim.
  • Istirahat di rumah dan jangan terlalu banyak bergerak.
  • Gunakan panty liner atau pembalut untuk mengukur banyaknya darah yang keluar. Perhatikan juga warna darahnya, apakah berwarna merah cerah, merah tua, atau cokelat dan disertai adanya gumpalan menyerupai daging.
  • Hindari berhubungan seks saat terjadi perdarahan.
  • Cukupi minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.
  • Perhatikan juga jika adanya gejala tambahan, seperti rasa nyeri di punggung, mual, kontraksi, demam, atau pergerakan bayi yang berkurang.

Jika darah yang keluar dari vagina tidak banyak dan tidak disertai gejala-gejala keguguran lain yang telah disebutkan, maka kemungkinan darah tersebut bukanlah darah keguguran. Namun untuk memastikannya, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan.