Cinta memang bisa membuat pernikahanmu bahagia. Sayangnya, untuk membina pernikahan yang sehat, cinta saja tidak cukup, lho. Kamu dan pasangan juga perlu melakukan banyak usaha dan pengorbanan agar pernikahanmu bisa bertahan dan mencapai tujuan.

Tidak sedikit pernikahan yang bermula dari cinta berakhir dengan perpisahan. Pasalnya, pernikahan bukan semata-mata tentang hubungan romantis antara dua orang, tetapi juga melibatkan kebutuhan dan tanggung jawab yang harus dipenuhi dalam rumah tangga.

Pernikahan yang Sehat, Cinta Saja Belum Cukup - Alodokter

Kunci membina pernikahan yang sehat adalah komitmen jangka panjang antara kamu dan pasangan. Ini karena komitmen dapat berpengaruh pada perasaanmu terhadap pasangan dan cara kamu bertahan dalam pernikahan, walau pernikahanmu mungkin sedang berada dalam situasi yang sulit.

Tips Membina Pernikahan yang Sehat

Guna mempertahankan komitmen dalam rumah tangga, demi membina pernikahan yang sehat dan harmonis, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan, yaitu:

1. Memahami dan menghargai perubahan

Perlu kamu ketahui bahwa seiring bertambahnya usia pernikahan, kamu mungkin akan melihat perubahan, baik pada hubungan pernikahan atau diri pasanganmu. Perubahan ini bisa saja kamu sukai atau justru sebaliknya.

Nah, untuk membina pernikahan yang sehat, kamu harus bisa memahami, menghargai, dan beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Untuk melakukannya, cobalah ingat-ingat berbagai hal yang kamu sukai dari pasanganmu dan mengapa kamu memutuskan untuk menikah dengannya sejak awal. Dengan begitu, perubahan yang terjadi tidak akan membawa pengaruh yang buruk bagi pernikahanmu.

Selain itu, kamu juga bisa memberi pujian dan ucapan terima kasih untuk semua hal yang pasanganmu telah lakukan demi hubungan pernikahanmu.

2. Menjaga komunikasi

Menjaga komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam suatu hubungan, terutama hubungan pernikahan. Berkomunikasi secara terbuka, bisa mengenai cerita sehari-hari, perasaan, atau impian, adalah cara yang efektif untuk menumbuhkan keintiman pernikahanmu.

Jadi, cobalah sisihkan waktu paling tidak 30 menit setiap harinya untuk berkomunikasi dengan pasanganmu, tanpa adanya gangguan dari hal lain.

3. Mengelola emosi dengan baik

Keretakan rumah tangga sering kali disebabkan oleh emosi yang tidak tersampaikan. Oleh sebab itu, kamu dan pasanganmu harus mampu mengenali dan menyampaikan emosi secara langsung, dan tentunya dengan cara yang positif.

Kemudian, coba juga untuk memaafkan kesalahan pasanganmu secepat mungkin apabila ia berbuat suatu hal yang mungkin tidak kamu senangi. Sebaliknya, bila kamu yang berbuat kesalahan, minta maaflah dengan tulus kepadanya.

4. Mengelola keuangan dengan baik

Tidak sedikit pernikahan yang berakhir akibat permasalahan keuangan. Ini biasanya terjadi karena adanya perbedaan ekspektasi keuangan antara pasangan suami-istri.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, kamu dan pasangan bisa membuat kesepakatan mengenai pengelolaan keuangan, misalnya dengan membuat anggaran belanja bulanan dan rencana hidup sesuai dengan batas anggaran tersebut.

Selain itu, pikirkan juga untuk menganggarkan kebutuhan yang bersifat hiburan, seperti anggaran untuk hadiah dan liburan, karena ini juga penting untuk memperkuat hubungan pernikahanmu.

5. Menciptakan waktu yang berkualitas

Salah satu hal tersulit untuk diseimbangkan di dalam pernikahan adalah jumlah waktu yang dihabiskan bersama. Jika terlalu banyak waktu dihabiskan bersama, ini bisa menyebabkan kebosanan (marriage burnout). Namun, jika terlalu sedikit, justru bisa mengakibatkan keretakan hubungan.

Oleh sebab itu, kamu dan pasangan harus sama-sama melakukan upaya untuk menciptakan waktu yang berkualitas atau quality time, misalnya dengan berlibur, berolahraga, atau makan malam berdua. Namun, ingat juga untuk memberi ruang dan keleluasaan ya, baik bagi dirimu sendiri dan juga pasangan, agar tetap memiliki privasi.

Itu dia beberapa tips yang bisa kamu dan pasangan terapkan untuk membina pernikahan yang sehat. Jangan putus asa jika kamu dan pasanganmu masih belum mengenal dan memahami satu sama lain dengan baik, ya, karena pernikahan adalah proses belajar dan bertumbuh bersama.

Apabila kamu dan pasangan sulit mendapatkan titik terang saat menghadapi persoalan dalam rumah tangga, kalian bisa menjalani konseling pernikahan dengan psikolog. Dalam sesi konseling, psikolog akan mendengarkan permasalahan secara objektif dan menyarankan beberapa tips yang dapat membantu mempertahankan rumah tangga.