Perut Bunyi, Ini Penyebab dan Obatnya

Malu karena perut bunyi nyaring di tengah-tengah rapat atau diskusi? Perut bunyi umumnya disebabkan oleh rasa lapar, masuknya udara ke dalam usus, serta beberapa kondisi medis yang memengaruhi sistem pencernaan. Simak penjelasan berbagai penyebab perut bunyi dan cara mengatasinya.

Borborygmi. Itu adalah istilah medis yang diberikan untuk perut bunyi alias perut keroncongan di kala kita merasa lapar. Namun ternyata, perut bunyi bukan hanya terjadi ketika kita lapar saja, melainkan juga ketika makanan sedang dicerna atau ketika ada banyak udara di dalam saluran pencernaan. Yuk, kita kulik lebih dalam fenomena alami ini.

Perut Bunyi Ini Penyebab dan Obatnya - alodokter

Berbagai Penyebab Perut Bunyi

Perut bunyi umumnya terjadi karena empat hal berikut:

Makanan dicerna

Perut bunyi lebih sering disebabkan oleh pergerakan makanan, cairan, dan udara yang bergerak di usus kita. Sebagian besar dinding saluran pencernaan kita terdiri dari lapisan otot. Saat kita makan, otot di dinding usus berkontraksi guna mengalirkan makanan sampai ke bagian akhir dari usus. Gerakan inilah yang umumnya menjadi penyebab perut bunyi. Biasanya, perut bunyi akibat gerakan usus ini terjadi beberapa jam setelah kita makan atau pada malam hari saat hendak tidur.

Lapar

Ya, lapar memang bisa membuat perut bunyi alias keroncongan. Saat kita lapar, ada zat di otak yang mengaktifkan keinginan untuk makan. Zat mirip hormon tersebut kemudian mengirim sinyal ke usus dan lambung. Akibatnya, otot dalam sistem pencernaan kita berkontraksi dan menyebabkan perut bunyi.

Perut bunyi mungkin juga berarti bahwa kadar gula darah rendah dalam tubuh kita. Akibatnya, usus kita tidak bisa mendapatkan cukup nutrisi dari darah. Intinya, perut bunyi jadi semacam pertanda atau alarm agar kita makan.

Usus kebanyakan udara

Perut bunyi biasanya disebabkan adanya gas berlebih yang bergerak maju-mundur di usus. Udara bisa masuk ke saluran pencernaan ketika kita makan terlalu cepat, makan dan bicara pada saat bersamaan, atau ketika kita minum di saat berolahraga. Kelebihan udara di saluran pencernaan juga bisa terjadi jika usus kita memproduksi terlalu banyak gas dari makanan yang tidak dicerna dengan baik dan benar.

Kondisi medis tertentu

Perut bunyi kebanyakan memang disebabkan karena proses pencernaan normal. Namun ada juga kondisi medis yang membuat perut bunyi terlalu sering atau terlalu keras, seperti:

  • Alergi makanan.
  • Diare.
  • Obat pencahar.
  • Kolitis ulserativa (radang pada rektum dan usus besar).
  • Radang usus akibat infeksi.
  • Perdarahan di saluran pencernaan.
  • Penyakit Crohn.

Di sisi lain, berkurangnya bunyi perut atau perut bunyi hilang sama sekali, juga dapat menjadi indikasi adanya suatu penyakit, seperti:

  • Infeksi rongga perut (peritonitis) atau saluran pencernaan.
  • Pembuluh darah usus tersumbat oleh bekuan darah.
  • Trauma abdomen atau cedera di perut.
  • Gangguan saraf pada usus atau ileus.
  • Kadar kalium (potasium) atau kalsium dalam darah tidak normal.
  • Pasca pembedahan pada perut.
  • Penyumbatan atau obstruksi usus akibat tumor, hernia, atau perlengketan usus.
  • Gerakan usus melambat.
  • Obat-obatan, seperti obat bius, antikolinergik, dan kodein.
  • Terapi radiasi pada perut.

Obat Perut Bunyi yang Mudah dan Sederhana

Nah, kalau Anda malu saat perut bunyi tiba-tiba dan terdengar oleh banyak orang, ada banyak cara untuk mengatasinya. Berikut beberapa metode dan obat menghilangkan perut bunyi:

  • Minum air.
  • Makan dan mengunyah pelan-pelan.
  • Makan sedikit tapi sering.
  • Batasi mengonsumsi makanan yang dapat memicu gas seperti kacang, brokoli, dan kol.
  • Kurangi konsumsi gula serta makanan dan minuman yang asam seperti soda, kopi, tomat, buah jeruk.
  • Jalan-jalan setelah makan.
  • Kelola stres.
  • Segera makan ketika lapar menyerang.

Seperti yang disebutkan di atas, perut bunyi itu memang normal terjadi. Namun akan jadi tidak normal, jika perut bunyi disertai dengan demam, mual, muntah, sembelit, diare, ada darah di tinja, perut kembung, berat badan turun tanpa sebab, atau nyeri ulu hati. Jika Anda mengalami tanda-tanda seperti itu, segeralah berobat ke dokter.

Referensi