Bila Anda mengalami masalah penampilan atau bau badan akibat bulu ketiak yang terlalu lebat dan cepat tumbuh, tidak perlu khawatir lagi. Ada beberapa cara menghilangkan bulu ketiak yang dapat Anda lakukan, mulai dari mencukurnya hingga menjalani perawatan dengan laser.

Bulu ketiak sebenarnya berfungsi untuk mengurangi gesekan dengan kulit saat seseorang sedang melakukan aktivitas tertentu, seperti berlari dan berjalan. Hal ini membuat kulit ketiak tidak mudah mengalami iritasi.

Ini 5 Cara Menghilangkan Bulu Ketiak yang Ampuh - Alodokter

Namun, ketiak merupakan area tubuh yang sering lembap karena banyak mengeluarkan keringat. Adanya bulu ketiak justru menyebabkan keringat terperangkap dan bakteri mudah berkembang biak, sehingga memicu bau badan.

Berbagai Cara Menghilangkan Bulu Ketiak

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan bulu ketiak, antara lain:

1. Mencukur bulu ketiak

Mencukur merupakan salah satu cara paling mudah untuk menghilangkan bulu ketiak. Namun, cara ini biasanya hanya bertahan 1–3 hari sebelum bulu ketiak mulai tumbuh kembali.

Untuk melakukannya, Anda disarankan untuk membasahi dan mengoleskan krim cukur terlebih dahulu pada kulit ketiak. Setelah itu, mulailah mencukur bulu ketiak sesuai dengan arah rambut tumbuh.

Meski mudah dilakukan, mencukur bulu ketiak dapat menyebabkan iritasi atau kulit terluka bila dilakukan dengan pisau cukur yang sudah tumpul. Selain itu, mencukur bulu ketiak juga dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam.

2. Mencabut bulu ketiak

Cara selanjutnya untuk menghilangkan bulu ketiak adalah dengan mencabutnya dengan alat pencabut bulu ketiak atau pinset. Cara yang satu ini dapat bertahan 3–8 minggu hingga bulu ketiak muncul kembali.

Namun, sebaiknya bersihkan pinset dengan alkohol sebelum dan sesudah mencabut bulu ketiak guna mengurangi risiko iritasi dan infeksi pada kulit ketiak.

3. Melakukan waxing

Waxing dilakukan dengan cara mengoleskan cairan lilin pada ketiak dan menempelkan kain di atas lilin tersebut. Setelah itu, kain akan ditarik dengan cepat hingga bulu ketiak tercabut sampai ke akarnya.

Metode ini dapat dilakukan setiap 3–6 minggu atau saat panjang bulu ketiak mencapai sekitar 0,5 cm. Jika terlalu pendek, cairan lilin yang digunakan tidak dapat menempel pada bulu ketiak, sedangkan bulu ketiak yang terlalu panjang juga akan sulit ditarik.

Meski dapat menghilangkan bulu ketiak, waxing berisiko menyebabkan ruam kemerahan, iritasi, dan peradangan pada akar rambut.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui cara melakukan waxing yang tepat, seperti tidak menggunakan krim retinoid sebelumnya atau menarik kain ke arah yang berlawanan dengan arah pertumbuhan rambut.

4. Menggunakan krim penghilang bulu ketiak

Krim penghilang bulu ketiak kini semakin mudah ditemukan di pasaran. Krim ini bekerja dengan cara memecah keratin rambut, sehingga bulu ketiak akan rontok atau lepas dengan mudah.

Dalam menggunakan krim penghilang bulu ketiak, Anda tidak disarankan mendiamkannya terlalu lama, karena bisa menyebabkan kulit ketiak mengalami ruam dan meradang.

Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk melakukan tes terlebih dahulu dengan cara mengoleskan krim penghilang bulu ketiak pada sebagian kecil area kulit untuk mengetahui apakah Anda memiliki alergi terhadap bahan-bahan yang terkandung di dalam krim tersebut.

5. Menggunakan metode laser atau IPL (Intense Pulsed Light)

Metode laser atau IPL merupakan cara menghilangkan bulu ketiak yang dinilai lebih efektif, karena hasilnya jauh lebih tahan lama daripada cara lainnya. Namun, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perawatan ini perlu dilakukan setidaknya 6 kali dengan jarak beberapa bulan.

Prosedur menghilangkan bulu ketiak dengan laser atau IPL berisiko menimbulkan efek samping, seperti kulit kemerahan, iritasi, perubahan warna kulit, dan munculnya jaringan parut. Oleh karena itu, prosedur ini disarankan dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Selain dengan cara di atas, pada kasus tertentu seperti orang yang mengalami pertumbuhan rambut berlebih akibat sindrom ovarium polikistik atau hirsutisme, bulu ketiak dapat diatasi dengan obat penurun hormon. Namun, hal ini hanya boleh dilakukan sesuai saran dan petunjuk dokter.

Berbagai cara menghilangkan bulu ketiak dapat dipilih sesuai kondisi dan kenyamanan Anda  Namun, bila muncul tanda-tanda iritasi atau infeksi setelah menghilangkan bulu ketiak, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.