Obat keloid digunakan untuk meratakan bekas luka atau mencegah ukurannya makin membesar. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari krim, gel, plester, hingga suntikan. Pemakaiannya pun harus sesuai petunjuk penggunaan agar pengobatan berlangsung efektif.

Saat kulit yang terluka sembuh, jaringan parut atau bekas luka dapat terbentuk untuk memperbaiki dan melindungi luka. Pada sebagian orang, bekas luka bisa menebal dan menonjol, bahkan ukurannya lebih besar dari luka aslinya. Bekas luka inilah yang disebut keloid.

Pilihan Obat Keloid yang Paling Ampuh - Alodokter

Keloid bisa terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi lebih sering di luka bagian dada, punggung, bahu, lengan, daun telinga, dan leher. Bekas luka ini bisa bewarna merah muda, merah, sesuai warna kulit, atau lebih gelap dari kulit sekitarnya.

Meski tidak menular dan tidak membahayakan kesehatan, keloid bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Namun, Anda bisa menggunakan obat keloid atau menjalani tindakan medis tertentu agar bekas luka ini dapat menghilang atau tersamarkan.

Ragam Pilihan Obat Keloid

Selain mencegah keloid makin besar, beberapa obat keloid juga bisa digunakan untuk meredakan gejala yang menyertainya. Dalam beberapa kasus, bekas luka keloid bisa terasa gatal dan nyeri. Ketika mulai terbentuk, keloid bisa terus tumbuh selama bertahun-tahun dan membesar.

Keloid umumnya terbentuk karena produksi kolagen yang berlebihan di area bekas luka. Oleh karena itu, pengobatan keloid sering kali berfokus pada pengurangan kolagen di area keloid.

Berikut ini adalah beberapa pilihan obat keloid yang ampuh dan umum digunakan:

Krim kortikosteroid

Kortikosteroid dapat mengurangi peradangan dan kemerahan pada kulit. Selain itu, kortikosteroid juga mampu mengurangi produksi kolagen pada bekas luka. Karena manfaatnya ini, krim kortikosteroid bisa digunakan untuk mengobati keloid dan meredakan gejalanya.

Namun, penggunaan krim kortikosteroid tidak boleh sembarangan dan membutuhkan resep dokter.

Plester atau gel silikon

Obat keloid ini ampuh digunakan untuk mencegah pertumbuhan keloid. Plester atau gel silikon bekerja paling ampuh pada bekas keloid yang baru terbentuk dan berukuran kecil. Anda juga bisa menggunakannya tepat setelah luka sembuh untuk mencegah terbentuknya keloid.

Meski bisa digunakan tanpa resep dokter, tetap ikuti aturan pemakaian yang tertera di kemasan produk. Biasanya, plester atau gel silikon ditempelkan di area keloid sebanyak 2 kali sehari, selama 8–12 minggu.

Suntikan kortikosteroid

Jika Anda memiliki keloid yang kecil, suntikan kortikosteroid juga biasanya digunakan sebagai obat keloid yang ampuh. Dokter biasanya merekomendasikan suntikan keloid ini untuk mengurangi ketebalan dan mengecilkan ukuran keloid.

Suntikan kortikosteroid diberikan secara rutin sebulan sekali hingga keloid menipis, biasanya sekitar 4–6 bulan.

Meski aman dan cukup ampuh, pengobatan keloid ini bisa menimbulkan efek samping, seperti penipisan kulit, spider vein atau pembuluh darah muncul di kulit menyerupai sarang laba-laba, dan perubahan warna kulit secara permanen.

Tindakan Medis untuk Pengobatan Keloid

Selain berbagai pilihan obat keloid di atas, ada juga beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan agar keloid bisa lebih cepat hilang atau tersamarkan, seperti:

1. Krioterapi

Keloid yang kecil bisa dikurangi atau dihilangkan dengan teknik krioterapi. Teknik ini dilakukan dengan cara membekukan bekas luka keloid dengan nitrogen cair. Pengobatan keloid dengan krioterapi juga bisa menimbulkan efek samping, seperti kulit lecet, nyeri, dan perubahan warna kulit.

2. Perawatan laser

Untuk meratakan dan menipiskan keloid yang besar biasanya dibutuhkan perawatan menggunakan laser. Laser juga bermanfaat untuk meredakan gatal dan kemerahan pada kulit akibat keloid.

Perawatan laser biasanya dilakukan melalui beberapa sesi dengan jeda 1–2 bulan. Perawatan ini juga bisa dikombinasikan dengan suntikan kortikosteroid tergantung kebutuhan.

Sama seperti tindakan medis pada umumnya, laser untuk mengobati keloid juga dapat menimbulkan efek samping, seperti perubahan warna kulit, muncul lepuhan, dan pengerasan kulit.

3. Terapi radiasi

Beberapa bekas luka keloid dapat diobati dengan terapi radiasi tingkat rendah. Ini dilakukan menggunakan sinar-X yang diarahkan ke keloid untuk mengecilkan tampilan keloid. Paparan sinar-X dapat menghancurkan sel-sel kulit yang menghasilkan kolagen.

Sinar-X pada terapi radiasi hanya menembus lapisan kulit paling atas dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, dalam kasus tertentu, sinar tersebut justru bisa menimbulkan komplikasi kulit.

Terapi radiasi umumnya hanya direkomendasikan apabila perawatan dengan kortikosteroid tidak bekerja dengan baik.

4. Operasi pengangkatan keloid

Jika keloid tidak bisa diatasi dengan berbagai pengobatan di atas, operasi pengangkatan keloid bisa dilakukan. Namun, tindakan ini biasanya jarang direkomendasikan oleh dokter. Pasalnya, bekas luka keloid sangat rentan terbentuk kembali setelah operasi.

Untuk meminimalkan risiko kembalinya bekas luka keloid, operasi biasanya dikombinasikan dengan metode perawatan lain, seperti terapi radiasi dan suntikan kortikosteroid.

Selain itu, dokter biasanya juga akan menyarankan untuk menutupi area keloid yang dioperasi menggunakan kain selama beberapa bulan untuk mencegah pembentukan bekas luka baru.

Hasil perawatan dengan berbagai pilihan obat keloid di atas sebenarnya bisa berbeda-beda setiap orang. Bahkan, setelah berhasil merata dan menghilang, keloid bisa tumbuh kembali dan terkadang lebih besar dari sebelumnya.

Untuk meminimalkan risiko terbentuknya keloid, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Jika memiliki luka, rawatlah luka dengan baik, misalnya dengan menjaga kebersihan luka dan tutupi luka dengan kain atau perban.
  • Bila luka mulai tampak mengering, tutupi bekas luka dengan plester silikon.
  • Jika muncul jerawat, hindari memencet jerawat sembarangan karena berisiko memicu terbentuknya keloid.
  • Gunakan produk perawatan kulit sesuai dengan jenis kulit.
  • Hindari tindikan dan tato apabila Anda rentan memiliki bekas luka keloid.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat keloid, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Dokter bisa menentukan jenis pengobatan yang tepat agar hasilnya maksimal dan menurunkan risiko terjadinya efek samping.