Pipi anak yang merah sekilas akan terlihat sangat menggemaskan. Namun jika terjadi tiba-tiba, mungkin Si Kecil mengalami sindrom pipi merah atau slapped cheek syndrome.

Sindrom pipi merah termasuk dalam golongan “fifth disease”. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi parvovirus B19, dan lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa.

Pipi Anak Tiba-tiba Tampak Kemerahan? Ini Kemungkinan Penyebabnya - Alodokter

Mengenali Gejala Sindrom Pipi Merah

Penularan sindrom pipi merah dapat terjadi lewat bersin, batuk, dan sentuhan langsung dengan benda yang terkontaminasi oleh virus ini.

Sindrom pipi merah biasanya didahului oleh gejala berupa demam, hidung berair, rewel, mudah mengantuk, dan gangguan makan. Beberapa anak mungkin akan mengalami nyeri pada sendi, otot, dan peradangan tenggorokan.

Sekitar dua sampai lima hari setelah gejala awal, pipi anak akan mulai tampak kemerahan. Ruam pada pipi ini akan diikuti oleh ruam pada tubuh dan anggota gerak anak. Ruam tersebut biasanya akan terasa gatal dan sering membuat anak menjadi tidak nyaman.

Bunda disarankan untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan Si Kecil ke dokter  jika ia mengalami demam tinggi yang tidak membaik setelah lebih dari 5 hari dan tidak mau menyusu atau makan. Terlebih jika Si Kecil memiliki gangguan kesehatan khusus, seperti penyakit thalasemia atau anemia sel sabit.

Berbagai Cara Mengatasi Sindrom Pipi Merah

Biasanya sindrom pipi merah akan sembuh dengan sendirinya setelah 1-2 minggu. Namun untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan Si Kecil akibat sindrom pipi merah ini, Bunda bisa melakukan beberapa cara berikut:

  • Pastikan Si Kecil beristirahat dengan cukup.
  • Cukupi kebutuhan cairan Si Kecil, agar ia tidak mengalami dehidrasi.
  • Bila perlu, Bunda juga bisa memberikan Si Kecil obat penurun demam, seperti paracetamol.

Bunda juga perlu mengetahui cara mencegah penularan sindrom pipi merah pada anak, yaitu mengajari anak untuk rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, serta sebisa mungkin membatasi kontak langsung dengan penderita sindrom pipi merah.

Jika sindrom pipi merah yang dialami Si Kecil tidak juga membaik meski Bunda sudah melakukan beberapa cara di atas, sebaiknya Bunda segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.