Polusi lingkungan, termasuk polusi dalam mobil memang sulit dihindari. Berada di dalam mobil, Anda mungkin merasa diri Anda aman dari asap knalpot serta polusi yang beterbangan di luar mobil. Benarkah demikian?

Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan bahwa polusi di dalam ruangan 2-5 kali lebih tinggi dibandingkan polusi di luar ruangan, salah satunya adalah polusi yang tidak Anda sadari saat sedang berada di dalam mobil. Pada umumnya, kita menghabiskan dua jam atau lebih di dalam mobil setiap hari.

Polusi Udara di Dalam Mobil - Alodokter

Hasil penelitian juga menyatakan bahwa paparan partikular berbahaya dan karbon hitam yang diderita pengendara mobil pribadi juga lebih tinggi dibandingkan pengendara sepeda, pengguna kereta, dan bus. Penelitian juga menyebutkan bahwa tingkat polusi di tengah jalan bisa lebih tinggi dibandingkan di pinggir jalan atau di trotoar.

Saat Anda berada di dalam mobil, Anda cenderung menghirup polusi dari asap knalpot kendaraan di depan Anda. Terutama jika kendaraan Anda dalam kondisi tertutup dan tidak memiliki pengaturan aliran pembuangan udara yang baik. Konsentrasi karbon monoksida dari asap knalpot ini dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, kelelahan, dan memicu kerusakan pembuluh darah, jantung, dan paru-paru.

Jika Anda berpikir bahwa membuka jendela dapat membuat aliran udara lebih baik, hal itu juga tidak sepenuhnya benar. Jika Anda terjebak dalam kemacetan, dengan kondisi cuaca panas, dan jendela mobil terbuka, polusi yang Anda hirup bisa enam kali lebih tinggi dibandingkan polusi yang diderita oleh seorang pejalan kaki.

Polusi dari Bahan Kimia

Selain polusi dari luar kendaraan, berkendara dengan mobil tertutup juga akan membuat Anda terekspos oleh polusi dari bahan-bahan kimia yang ada di mobil Anda.

Misalnya aroma atau bau mobil baru. Aroma itu sebenarnya bau bahan kimia beracun yang berasal dari interior mobil, seperti tempat duduk, setir, bantalan dan lengan kursi, penutup lantai, dasbor, serta bagian-bagian plastik di sebagian interior mobil. Bahan sintetis dan plastik yang digunakan untuk interior ini diproduksi dengan tambahan bahan-bahan kimia yang menghasilkan zat-zat berbahaya seperti benzena, toluena, dan xilena. Sering kali kadar zat yang ditemukan melebihi standar kualitas udara yang diizinkan.

Selain itu, pada siang hari, saat matahari bersinar terik, sinar UV juga dapat meningkatkan konsentrasi Volatile Organic Compounds (VOC) serta melepaskan bahan-bahan kimia lain dari interior mobil dan membawanya ke tingkat yang berbahaya. Poly brominated diphenyl ethers (PBDEs) dan phthalates (bahan kimia yang digunakan untuk melunakkan plastik) adalah sebagian di antara zat-zat kimia tersebut.

Jika terekspos secara terus-menerus, bahan-bahan kimia ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti pusing, sakit kepala, mual, alergi, dan sesak napas.

Mengurangi Paparan Polusi saat Berkendara

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi paparan polusi saat sedang berkendara.

  • Polusi udara di dalam mobil cenderung lebih tinggi ketika jam sibuk. Hindari berkendara di jam-jam sibuk atau carilah jalur alternatif yang tidak terlalu padat. Saat macet, Anda akan lebih terekspos oleh asap knalpot dari mobil di depan Anda. Asap knalpot menghasilkan polusi emisi karbon yang sangat berbahaya untuk tubuh.
  • Jika mobil Anda memiliki fungsi sirkulasi udara, gunakan fungsi tersebut untuk menciptakan aliran udara yang lebih baik. Buka jendela mobil saat berkendara di lingkungan yang asri dan udaranya bersih.
  • Saat berkendara, jaga jarak aman kendaraan Anda dari kendaraan-kendaraan dengan asap knalpot seperti truk diesel. Saat berhenti di lampu lalu lintas, tutup jendela mobil Anda dan tetap jaga jarak kendaraan. Dan saat berkendara di area yang tidak macet, Anda bisa membuka jendela mobil untuk membiarkan udara segar masuk.
  • Rajinlah merawat mobil Anda serta kebersihan di dalam mobil, karena udara pada mobil yang tidak terawat cenderung tercemar dan tidak sehat.
  • Anda tidak disarankan memakai pewangi mobil, pengharum ruangan, atau deodoran di mobil. Dan sebaiknya juga tidak merokok di dalam mobil. Paparan asap rokok dan partikel zat tersebut dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Anda memang tidak bisa mengontrol polusi yang ada di sekitar Anda, tapi Anda bisa meminimalisasi paparan polusi dengan cara-cara di atas. Atau beralihlah ke kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan, sekaligus berperan menciptakan udara dan lingkungan yang lebih sehat