Kata phthalates mungkin masih terdengar asing di telinga. Namun, tahukah kamu? Phthalates bisa ditemukan dalam banyak produk yang kerap kita gunakan sehari-hari. Paparan bahan ini disebut dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, khususnya pada anak-anak dan ibu hamil.

Phthalates adalah zat kimia yang digunakan untuk membuat plastik menjadi kokoh dan fleksibel. Selain pada plastik, phthalates juga bisa ditemukan pada sabun, sampo, cat kuku, parfum, detergen, produk perawatan kulit, dan hair spray. Bahkan, phthalates juga bisa ditemukan pada makanan yang kemasannya mengandung bahan ini.

Mengenal Phthalates, Bahan Kimia yang Disebut Berbahaya untuk Anak dan Ibu Hamil - Alodokter

Bahaya Phthalates pada Anak dan Ibu Hamil

Selain dengan mengonsumsi makanan yang sudah terpapar phthalates, zat ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui penyerapan produk perawatan kulit yang mengandung phthalates.

Menghirup aroma parfum, cat kuku, atau cat rumah, atau debu dari produk vinil dan bahan bangunan yang mengandung pthalates juga berpotensi membuat zat ini masuk ke dalam tubuh.

Pada ibu hamil, phthalates yang masuk ke dalam tubuh bisa melewati plasenta dan mengganggu janin. Bahan ini juga bisa tercampur bersama ASI, sehingga bisa masuk ke tubuh bayi. Selain itu, phthalate juga bisa masuk ke dalam tubuh anak saat ia mengisap teether atau memasukkan mainan plastik ke dalam mulutnya.

Melihat banyaknya produk yang mengandung phthalate dan mudahnya zat ini masuk ke dalam tubuh, bahaya phthalate perlu dijadikan perhatian, terlebih pada anak-anak dan ibu hamil.

Berikut adalah bahaya phthalates pada anak dan ibu hamil yang perlu kamu waspadai:

1. Gangguan motorik

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang terpapar phthalates cenderung melahirkan anak yang memiliki masalah pada pertumbuhan dan perkembangan otak. Biasanya hal ini akan terlihat pada keterlambatan dalam perkembangan keterampilan motorik dan berbicara.

2. Gangguan sistem endokrin

Sistem endokrin terdiri dari kelenjar yang bertanggung jawab atas hampir seluruh proses dalam tubuh. Nah, paparan phthalates diketahui dapat menggangu kerja sistem endokrin ini.

Pada janin, phthalates meningkatkan risiko terjadinya kelainan pada organ genital. Sementara itu, phthalates yang bersarang di tubuh anak dapat memicu pubertas dini, gangguan metabolisme dan fungsi organ tubuh, dan gangguan pertumbuhan, serta meningkatkan risiko terjadinya alergi.

3. Keguguran

Selama hamil, ibu hamil perlu menjaga asupan nutrisinya dan menghindari paparan bahan kimia yang bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan janin, salah satunya adalah phthalates.

Penelitian membuktikan bahwa ibu hamil yang terpapar phthalates dalam jumlah yang banyak memiliki kemungkinan 60% lebih tinggi mengalami keguguran dibandingkan dengan ibu yang tidak terpapar.

4. Diabetes gestasional

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa paparan phthalates dalam jumlah tinggi bisa memicu kenaikan berat badan selama kehamilan. Sementara itu, paparan phthalates dalam jumlah sedang bisa membuat ibu hamil 7 kali lipat lebih berisiko mengalami gangguan toleransi glukosa.

Pertambahan berat badan yang berlebihan dan gangguan toleransi glukosa selama kehamilan merupakan faktor risiko diabetes gestasional. Di samping itu, sekitar 50% wanita mengalami diabetes gestasional akan berisiko menderita diabetes tipe 2 setelah melahirkan.

Mencegah Paparan Phthalates pada Anak dan Ibu Hamil

Phthalates memang sulit untuk dihindari. Namun, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi paparan phthalates yang terlalu banyak. Berikut adalah caranya:

  • Batasi penggunakan plastik untuk makanan dan minuman. Beralihlah ke wadah berbadan dasar kaca, keramik, kayu, atau logam.
  • Batasi membeli makanan yang tidak dikemas menggunakan plastik, makanan kalengan, atau makanan olahan lainnya. Lebih baik, konsumsi makanan yang baru dimasak dengan kualitas bahan masakan yang baik pula.
  • Jangan memanaskan makanan atau minuman menggunakan plastik.
  • Pilihlah produk perawatan kulit yang tidak mengandung pewangi, baik itu losion, bedak, sampo, sabun atau deterjen.
  • Pilih botol susu, teether, atau mainan bayi yang berlabel bebas phthalates.
  • Pilih botol minum kemasan yang memiliki simbol 1, 2, 4, atau 5 di bawah kemasan botol.
  • Ajaklah anak untuk sering mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama sehabis bermain.
  • Pastikan setiap ruangan di dalam rumah memiliki ventilasi agar sirkulasi udara dapat berputar dengan baik.
  • Rutinlah membersihkan peralatan dirumah, termasuk karpet dan jendela rumah, yang mungkin menjadi tempat mengendapnya phthalates.

Untuk melindungi orang-orang di sekitarmu dari bahaya phthalates, khususnya ibu hamil dan anak-anak, coba terapkan cara-cara di atas, ya. Jangan lupa juga untuk selalu mengonsumsi makanan sehat. Dengan begitu, kesehatan ibu hamil serta janinnya bisa terjaga dan tumbuh kembang anak juga lebih optimal.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin memeriksakan kondisi kehamilan dan tumbuh kembang anak ke dokter kandungan dan dokter anak. Dengan pemeriksaan yang rutin, kelainan yang terjadi akibat bahaya phthalates bisa ditemukan lebih dini dan diatasi dengan lebih baik.