Ada berbagai pilihan obat cacar air di apotik, baik itu obat cacar air yang dibeli secara bebas maupun dengan resep dari dokter, yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit ini. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Meski kerap terjadi pada anak-anak, penyakit ini juga dapat dialami oleh orang dewasa. Cacar air dapat ditandai dengan munculnya lepuhan merah berisi cairan yang terasa sangat gatal. Lepuhan ini dapat muncul di wajah, dada, punggung, hingga menyebar ke seluruh tubuh.

Ragam Pilihan Obat Cacar Air di Apotik - Alodokter

Dalam banyak kasus, cacar air bisa hilang dengan sendirinya serta dapat diatasi secara mandiri di rumah dengan pengobatan sederhana. Namun, gejala yang muncul terkadang membuat penderita cacar air merasa tidak nyaman, sehingga perlu mengonsumsi obat cacar air yang tersedia di apotik.

PIlihan Obat Cacar Air di Apotik

Pada dasarnya, pengobatan cacar air bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala dan risiko terjadinya komplikasi. Berikut ini adalah beberapa obat cacar air di apotik yang bisa digunakan:

1. Paracetamol

Paracetamol merupakan obat yang cukup sering digunakan untuk meredakan demam saat cacar air terjadi. Tak hanya itu, obat yang dijual bebas ini juga efektif membantu mengatasi nyeri, termasuk sakit kepala.

Dosis umum konsumsi paracetamol untuk orang dewasa adalah 1–2 tablet 500 mg, setiap 4–6 jam sekali. Sementara itu, anak-anak yang mengalami cacar air dapat diberikan paracetamol dalam bentuk sirup mengikuti dosis dan aturan pakai yang tertera pada kemasan.

2. Losion calamine

Sama seperti paracetamol, losion calamine juga termasuk obat cacar air di apotik yang dapat diperoleh tanpa resep dokter. Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan rasa gatal di kulit, sekaligus mencegah infeksi kulit akibat cacar air.

Cara penggunaan losion calamine cukup mudah, yaitu oleskan ke area kulit yang gatal dengan menggunakan kapas atau jari tangan yang bersih. Namun, pastikan untuk tidak mengoleskan losion di sekitar mata, mulut, kelamin, dan dubur.

3. Antihistamin

Antihistamin termasuk obat cacar air di apotik yang harus diperoleh dengan resep dokter. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi keluhan gatal hebat saat terkena cacar air.

Beberapa jenis antihistamin yang bisa diresepkan dokter untuk mengatasi gatal selama cacar air adalah loratadine, diphenhydramine, cetirizine, atau fexofenadine. Dosis dan aturan pakai setiap jenis antihistamin mungkin berbeda-beda, tergantung pada kondisi penderita cacar air dan sesuai dengan arahan dokter.

4. Acyclovir

Bagi orang yang berisiko tinggi mengalami komplikasi cacar air, acyclovir merupakan pilihan yang tepat untuk mempersingkat masa infeksi dan membantu mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

Obat cacar air ini tersedia dalam bentuk tablet dan salep yang bisa dibeli di apotik dengan resep dokter. Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin juga dapat menyarankan untuk menggunakan suntikan acyclovir.

Dosis umum konsumsi tablet acyclovir untuk orang dewasa dan anak-anak dengan berat lebih dari 40 kilogram adalah 800 mg, 4 kali sehari selama 5 hari. Untuk hasil yang maksimal, acyclovir tablet sebaiknya dikonsumsi sesegera mungkin setelah munculnya ruam cacar air.

Meski tidak dapat menyembuhkan cacar air, beragam obat cacar air di apotik seperti yang telah disebutkan di atas dapat menghambat aktivitas virus. Dengan demikian, gejala yang muncul lebih ringan dan risiko terjadinya komplikasi dapat dihindari.

Bila perlu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan vaksin cacar air atau vaksin varicella sebagai upaya pencegahan cacar air.

Jika obat cacar air di apotik yang digunakan menimbulkan efek samping atau menimbulkan keluhan berupa ruam disertai pusing, sesak napas, jantung berdebar, dan demam tinggi, segera periksakan diri ke dokter atau kunjungi rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan yang sesuai.