Ranacid Forte adalah obat untuk mengatasi keluhan seperti nyeri ulu hati, perut kembung, serta rasa tidak nyaman di perut akibat kelebihan asam lambung. Ranacid Forte tersedia dalam bentuk kaplet kunyah dan dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Ranacid Forte mengandung aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang termasuk dalam kelompok antasida. Kedua zat tersebut bekerja dengan menetralkan asam lambung sehingga keluhan akibat meningkatnya asam lambung dapat berkurang.

Selain dapat meredakan gejala maag, kandungan antasida dalam Ranacid Forte juga dapat mengurangi rasa perih di lambung, sensasi terbakar di dada (heartburn), dan keluhan asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Apa Itu Ranacid Forte
| Bahan aktif | 400 mg aluminium hidroksida dan 400 mg magnesium hidroksida |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Antasida |
| Manfaat | Meredakan gejala sakit maag akibat kelebihan asam lambung, termasuk pada gastritis, tukak lambung, dan ulkus duodenum |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Ranacid Forte untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan aluminum hidroksida serta magnesium hidroksida terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Antasida dalam Ranacid Forte umumnya aman digunakan sebagai penanganan awal sakit maag pada masa kehamilan. Namun, penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan oleh dokter. | |
| Ranacid Forte untuk ibu menyusui | Kandungan dalam Ranacid Forte umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama dikonsumsi sesuai aturan pakai. |
| Bentuk obat | Kaplet kunyah |
Peringatan sebelum Menggunakan Ranacid Forte
Meski merupakan obat bebas, Ranacid Forte tidak boleh digunakan sembarangan. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini:
- Jangan menggunakan Ranacid Forte jika Anda alergi terhadap kandungan di dalam obat ini. Konsultasikan ke dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki.
- Jangan menggunakan Ranacid Forte jika Anda sedang mengalami diare atau sembelit.
- Beri tahu dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, obstruksi usus, penyakit hati, atau perdarahan saluran cerna.
- Hindari menggunakan antasida dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter. Antasida dapat memengaruhi keseimbangan kadar mineral dalam tubuh
- Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan Ranacid Forte jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini dilakukan untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Ranacid Forte.
Dosis dan Aturan Pakai Ranacid Forte
Untuk meredakan gejala maag, Ranacid Forte dapat dikonsumsi sesuai dengan dosis umum penggunaannya berikut ini:
- Dewasa: 1–2 kaplet dikunyah, 3–4 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½–1 kaplet dikunyah, 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Ranacid Forte dengan Benar
Gunakan Ranacid Forte sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter. Jangan mengonsumsi obat ini melebihi atau kurang dari dosis yang dianjurkan.
Agar manfaatnya optimal, perhatikan cara penggunaan berikut:
- Konsumsilah Ranacid Forte menjelang tidur dan saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
- Kunyah kaplet hingga halus sebelum ditelan agar obat dapat bekerja secara optimal.
- Bila Anda perlu mengonsumsi obat lain, minumlah obat tersebut 2 jam setelah atau sebelum mengonsumsi Ranacid Forte.
- Hentikan penggunaan Ranacid Forte jika gejala sakit maag sudah hilang.
- Konsultasikan ke dokter jika keluhan sakit maag belum membaik setelah 2 minggu menggunakan Ranacid Forte. Obat maag yang dijual bebas tidak boleh digunakan lebih dari 2 minggu tanpa anjuran dari dokter.
- Simpan Ranacid Forte di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Ranacid Forte dengan Obat Lain
Kandungan aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida dalam Ranacid Forte dapat mengurangi efektivitas beberapa obat jika digunakan bersamaan atau dalam waktu yang berdekatan, di antaranya:
- Antibiotik, seperti ciprofloxacin, cefdinir, atau tetracycline
- Antibiotik untuk pengobatan TBC, seperti rifampicin
- Antipsikotik, seperti chlorpromazine
- Levothyroxine untuk mengatasi hipotiroidisme atau menggantikan hormon tiroid
- Obat untuk infeksi HIV, seperti dolutegravir
- Rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol
- Suplemen zat besi untuk mengatasi anemia
Untuk menurunkan risiko terjadinya interaksi obat, berikan jeda minimal 2 jam antara konsumsi Ranacid Forte dengan obat lain. Selain itu, konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Ranacid Forte bersama obat, suplemen, atau produk herbal.
Efek Samping dan Bahaya Ranacid Forte
Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Ranacid Forte adalah:
Walau jarang terjadi, Ranacid Forte juga dapat menimbulkan reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Linglung
- Napas pendek
- Detak jantung lambat atau tidak teratur (aritmia)
- Nyeri saat buang air kecil
- Tubuh terasa lemas
Jika Anda mengalami efek samping yang mengganggu setelah menggunakan Ranacid Forte, segera konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter. Dokter dapat memberikan saran atau terapi tambahan untuk mengatasinya. Jika kondisi memerlukan penanganan segera, Anda akan dianjurkan untuk datang ke IGD rumah sakit terdekat.