Refleks rooting adalah salah satu refleks alami yang muncul sejak bayi lahir. Refleks ini memegang peran penting dalam proses menyusui, karena membantu Si Kecil mencari dan mengenali puting payudara ibu sehingga bisa menyusu dengan lancar. Jadi, kebutuhan nutrisi di masa awal kehidupannya bisa terpenuhi dengan baik.
Pada minggu-minggu pertama setelah lahir, refleks rooting menjadi tanda penting bahwa sistem saraf dan perkembangan bayi berjalan normal. Ketika pipi atau sudut mulut Si Kecil disentuh secara lembut, ia akan otomatis menoleh ke arah sentuhan dan membuka mulutnya, seolah-olah sedang mencari sumber makanan. Gerakan inilah yang disebut dengan refleks rooting.

Refleks rooting biasanya sudah tampak sejak bayi lahir dan akan mulai menghilang secara bertahap ketika bayi berusia sekitar 4 bulan. Selain refleks rooting, ada juga beberapa refleks lain yang penting di awal kehidupan bayi, seperti refleks mengisap (sucking reflex) dan refleks menggenggam (grasp reflex).
Inilah Fungsi Refleks Rooting bagi Bayi
Refleks rooting memiliki beberapa fungsi penting yang mendukung proses tumbuh kembang bayi, terutama di masa awal kehidupannya, yaitu:
1. Membantu bayi menemukan puting atau dot saat ingin menyusu
Ketika pipi atau sudut mulut bayi disentuh, ia akan secara otomatis menoleh ke arah sentuhan dan membuka mulut. Reaksi ini memudahkan bayi untuk menemukan puting Bunda atau dot, sehingga proses menyusui dapat berlangsung dengan mudah dan alami.
Bagi bayi baru lahir yang belum bisa mengontrol gerakan dengan sadar, refleks ini sangat penting agar ia tidak kesulitan mendapatkan asupan ASI atau susu formula.
2. Memicu gerakan mengisap dan menelan secara otomatis
Setelah berhasil menemukan puting, refleks rooting akan memicu refleks berikutnya, yaitu refleks mengisap dan menelan. Kombinasi refleks ini memastikan bayi mampu mengisap ASI atau susu dari botol, kemudian menelannya dengan lancar.
Proses ini terjadi tanpa perlu bayi sadari atau pelajari, sehingga kebutuhan nutrisinya bisa terpenuhi bahkan sejak hari-hari pertama kehidupannya.
3. Mendukung pelekatan yang baik saat menyusu
Refleks rooting membantu bayi untuk membuka mulut lebar dan mencari posisi yang tepat pada areola, bukan hanya ujung puting. Hal ini memudahkan pelekatan payudara yang optimal, sehingga ASI dapat keluar dengan baik dan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup.
Pelekatan menyusui yang baik juga mengurangi risiko puting ibu lecet atau nyeri saat menyusui.
4. Menjadi tanda sistem saraf dan otak bayi berkembang dengan baik
Kehadiran refleks rooting menandakan bahwa sistem saraf pusat dan otak bayi berfungsi dan berkembang sebagaimana mestinya. Bayi yang menunjukkan refleks rooting dengan baik umumnya memiliki perkembangan neurologis yang sehat.
Sebaliknya, ketiadaan atau keterlambatan refleks ini dapat menjadi sinyal awal adanya masalah pada otak atau saraf, sehingga pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter perlu dilakukan sedini mungkin.
Cara Merangsang Refleks Rooting
Agar proses menyusui berjalan lancar dan Bunda bisa memastikan refleks rooting Si Kecil berfungsi dengan baik, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merangsang dan mengenalinya. Berikut ini penjelasan untuk setiap langkahnya:
1. Sentuh perlahan pipi bayi dengan jari atau puting
Untuk merangsang refleks rooting, Bunda bisa menggunakan jari yang bersih atau puting, baik puting Bunda maupun dot susu, dan menyentuh lembut salah satu sisi pipi atau sudut mulut bayi.
Sentuhan ini sebaiknya dilakukan pelan dan tidak mengejutkan, agar bayi merasa nyaman. Dengan sentuhan ini, saraf di area pipi dan mulut bayi akan langsung menerima rangsangan sehingga memicu refleks rooting.
2. Amati gerak kepala bayi
Setelah memberikan sentuhan, perhatikan reaksi bayi. Bayi dengan refleks rooting yang baik akan secara otomatis menolehkan kepalanya ke arah sentuhan tersebut, lalu membuka mulut seolah-olah sedang mencari sumber makanan. Gerakan ini biasanya terjadi spontan dan jelas.
3. Pastikan bayi dalam posisi nyaman dan tenang
Sebelum merangsang refleks rooting, pastikan bayi dalam kondisi santai, tidak lapar berlebihan, dan tidak menangis keras. Posisi yang nyaman, seperti digendong atau diletakkan di tempat tidur dengan kepala sedikit miring, akan membuat reaksi bayi lebih mudah diamati.
Hindari merangsang refleks saat bayi kelelahan atau terlalu terstimulasi, agar hasil pengamatan lebih akurat dan bayi tidak merasa terganggu.
Hal yang Harus Diwaspadai
Pada umumnya, refleks rooting muncul secara alami dan akan menghilang dengan sendirinya saat bayi memasuki usia sekitar 4 bulan. Namun, jika setelah usia 4 bulan refleks rooting masih menetap, atau justru tidak terlihat sama sekali sejak lahir, hal ini perlu diwaspadai.
Waspadai juga jika bayi mengalami kesulitan menyusu, jarang membuka mulut, atau tidak responsif terhadap sentuhan di area mulut dan pipi. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem saraf atau otot, sehingga pemeriksaan dokter penting untuk memastikan tumbuh kembang Si Kecil tetap optimal.
Refleks rooting adalah salah satu fondasi penting dalam perkembangan bayi, terutama di masa awal kehidupan. Jika Bunda merasa ada kejanggalan atau memiliki kekhawatiran tentang refleks ini, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter agar Si Kecil mendapat penanganan dan pemantauan yang tepat.
Bunda juga dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran penanganan awal yang tepat.