Respitide adalah obat untuk mengontrol asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Obat ini digunakan sebagai terapi pemeliharaan jangka panjang untuk membantu mengurangi sesak napas dan mencegah kekambuhan. Respitide tidak digunakan untuk meredakan serangan asma mendadak.
Respitide mengandung fluticasone propionate dan salmeterol xinafoate. Fluticasone merupakan kortikosteroid inhalasi yang bekerja dengan cara menekan peradangan di saluran napas, sedangkan salmeterol adalah bronkodilator kerja panjang yang membantu melebarkan saluran udara sehingga napas menjadi lebih lega.

Kombinasi kedua zat aktif ini membantu menjaga saluran napas tetap terbuka, menurunkan frekuensi kekambuhan, serta meningkatkan kontrol gejala pada penderita asma persisten dan PPOK. Respitide tersedia dalam bentuk inhalation aerosol yang digunakan secara rutin sesuai anjuran dokter.
Apa Itu Respitide
| Bahan Aktif | Salmeterol 25 mcg dan fluticasone propionate mcg |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Kombinasi bronkodilator β2 agonis (salmeterol) dan kortikosteroid inhalasi (fluticasone propionate) |
| Manfaat | Mengontrol dan mencegah gejala asma, PPOK |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥4 tahun |
| Respitide untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaatnya dinilai lebih besar dibanding risikonya terhadap janin. | |
| Respitide untuk ibu menyusui | Kandungan salmeterol dan fluticasone propionate dalam Respitide dapat terserap ke dalam ASI. Jika Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. |
| Bentuk obat | Inhalation aerosol |
Peringatan sebelum Menggunakan Respitide
Sebelum memulai pengobatan dengan Respitide, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pahami. Tujuannya agar obat ini digunakan dengan aman, tepat, dan memberikan hasil yang optimal sesuai kondisi Anda:
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap salmeterol, fluticasone propionate atau obat lain yang satu golongan dengan obat ini. Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi serius akibat obat apa pun, sampaikan juga hal tersebut kepada dokter.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit liver, hipertensi, diabetes, atau gangguan tiroid, riwayat kejang, hipokalemia, glaukoma, katarak, sistem imun lemah, herpes mata, infeksi kulit, tuberkulosis, cedera atau luka pada hidung.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung koroner, gagal jantung, angina, serangan jantung, aritmia, kelainan EKG, atau adanya riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
- Konsultasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, mungkin sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan sebelum memulai pengobatan.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari interaksi yang merugikan.
- Beri tahu dokter bahwa Anda menggunakan Respitide sebelum menjalani prosedur medis, termasuk operasi gigi.
- Lakukan pemeriksaan tumbuh kembang secara rutin pada anak yang menggunakan fluticasone propionate karena penggunaan jangka panjang dapat memperlambat pertumbuhan.
- Hindari kontak dengan penderita penyakit menular, seperti campak, cacar air, atau flu, terutama saat menggunakan fluticasone propionate.
- Hindari langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi setelah menggunakan Respitide, karena obat ini dapat menyebabkan pusing atau gangguan penglihatan.
- Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping serius selama menggunakan Respitide.
Dosis dan Aturan Pakai Respitide
Dosis Respitide ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan pasien dan tingkat keparahan asma atau PPOK yang dialami.
Secara umum, dosis salmeterol dan fluticasone propionate dalam Respitide adalah:
- 1 inhalasi, 2 kali sehari
Namun, dosis ini bisa berbeda pada setiap orang. Karena itu, jangan mengubah dosis atau frekuensi penggunaan tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Cara Menggunakan Respitide dengan Benar
Agar manfaat Respitide maksimal, gunakan obat ini sesuai anjuran dokter dan petunjuk pada kemasan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Bersihkan hidung dari ingus atau kotoran, lalu kocok Respitide sebelum digunakan.
- Buka perangkat dengan menggeser tuas pada Respitide .
- Dongakkan kepala sedikit, buang napas sepenuhnya, masukkan corong Respitide ke mulut, rapatkan bibir, lalu tarik napas dalam untuk menghirup obat, tahan napas selama 10 detik, lalu hembuskan perlahan. Tutup obat setelah digunakan.
- Gunakan Respitide pada waktu yang sama setiap harinya agar pengobatan lebih efektif. Bila Anda lupa, segera gunakan obat ini saat ingat. Namun, jika sudah terlalu dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlewat. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan yang terlewat, kecuali atas petunjuk dokter.
- Selama menjalani pengobatan dengan Respitide, lakukan pemeriksaan ke dokter sesuai jadwal yang ditentukan. Pada saat kontrol, dokter akan memantau perkembangan kondisi Anda dan mungkin menyesuaikan dosis obat yang tepat.
- Jangan gunakan Respitide yang sudah kedaluwarsa.
- Simpanlah Respitide di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung. Pastikan juga disimpan jauh dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Respitide dengan Obat Lain
Beberapa obat dapat memengaruhi kerja Respitide atau sebaliknya, sehingga mengenal interaksi ini penting untuk menghindari komplikasi selama pengobatan.
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping jantung jika digunakan bersama obat beta blocker atau obat lain yang memengaruhi irama jantung.
- Peningkatan risiko terjadinya infeksi jamur mulut jika digunakan bersamaan dengan obat imunosupresan atau kortikosteroid lain.
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan dengan obat antijamur golongan azole seperti ketoconazole atau obat HIV tertentu seperti ritonavir, cobicistat.
Untuk menghindari efek interaksi yang tidak diinginkan, berkonsultasilah ke dokter jika hendak menggunakan Respitide bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Respitide
Penggunaan Respitide, berisiko menimbulkan efek samping, terutama bila penggunaannya menyalahi dosis. Efek samping yang muncul bisa berupa:
- Iritasi tenggorokan
- Suara serak
- Kandidiasis oral
- Batuk ringan setelah inhalasi
- Sakit kepala ringan
Konsultasikan diri Anda ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter.
Hentikan penggunaan Respitide dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:
- Reaksi alergi berat, seperti sesak napas, bengkak di wajah atau bibir, dan ruam gatal parah.
- Gangguan irama jantung ditandai dengan detak jantung cepat atau tidak teratur.
- Gangguan fungsi adrenal pada penggunaan jangka panjang seperti tubuh lemas, pusing, mual, atau tekanan darah turun.