Revatio adalah obat resep dengan kandungan sildenafil, yang digunakan untuk mengobati hipertensi arteri pulmonal. Bila dikonsumsi sesuai aturan dokter, Revatio dapat meningkatkan kemampuan fisik penderita hipertensi pulmonal dalam berolahraga.

Sildenafil di dalam Revatio merupakan obat penghambat phosphodiesterase type 5 (PDE5). Sildenafil bekerja dengan cara melemaskan dan melebarkan pembuluh darah di paru-paru, agar tekanan pembuluh darah berkurang dan darah bisa mengalir dengan lancar. 

Revatio

Selain untuk hipertensi arteri pulmonal, sildenafil dalam Revatio juga dikenal sebagai obat untuk disfungsi ereksi atau impotensi. Penggunaan Revatio harus berdasarkan arahan dokter karena dosis dan cara pakainya akan berbeda sesuai dengan kondisi yang sedang diobati.

Produk Revatio

Revatio hadir dalam kemasan tablet dan sirop kering dengan masing-masing jumlah sildenafil pada tiap produknya adalah:

  • Revatio 20 mg Tablet, dengan bahan aktif 20 mg sildenafil per tablet
  • Revatio 10 mg Sirop Kering, yang mengandung 10 mg sildenafil per ml

Apa Itu Revatio

Bahan aktif Sildenafil
Golongan Obat resep
Kategori Obat penghambat phosphodiesterase-5 (PDE5)
Manfaat Mengobati hipertensi arteri pulmonal
Mengatasi disfungsi ereksi (impotensi) atau lemah syahwat
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak 
Revatio untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Jika Anda sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini.
Revatio untuk ibu menyusui Diskusikan dengan dokter apabila Anda perlu menggunakan obat ini selama menyusui. 
Bentuk obat Tablet dan sirop kering

Peringatan sebelum Menggunakan Revatio

Revatio merupakan obat resep sehingga penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini adalah:

  • Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Revatio tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap sildenafil.
  • Jangan menggunakan Revatio bila sedang menjalani terapi dengan obat golongan nitrat. Konsumsi obat berbahan sildenafil bersama nitrat dapat menimbulkan hipotensi berat yang berakibat fatal.
  • Hindari penggunaan produk mengandung sildenafil, termasuk Revatio, jika sedang mengalami hipotensi, gagal ginjal, retinitis pigmentosa, gagal hati, atau buta parsial akibat neuropati optik iskemik anterior nonarteritik.
  • Jangan mengonsumsi Revatio bila baru-baru ini atau dalam 6 bulan terakhir mengalami serangan jantung maupun stroke.
  • Sampaikan ke dokter jika Anda memiliki penyakit jantung, termasuk aritmia dan angina pektoris. Obat yang mengandung sildenafil tidak boleh digunakan oleh penderita gagal jantung atau angina tidak stabil.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita hipertensi, penyakit ginjal, tukak lambung, penyakit liver, perdarahan saluran cerna, anemia sel sabit, penyakit vena oklusif paru, leukemia, kanker darah jenis multiple myeloma, priapismus, atau penyakit Peyronie.
  • Informasikan kepada dokter jika terdapat kondisi yang menyebabkan gangguan saraf mata, seperti diabetes, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, atau usia >50 tahun.
  • Jangan memberikan Revatio kepada anak usia di bawah 18 tahun, kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Revatio jika sedang menggunakan obat secara rutin, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Informasikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Revatio jika direncanakan untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. 
  • Jangan mengemudi atau menjalankan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan jika timbul pusing atau gangguan penglihatan setelah minum Revatio. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol atau jus grapefruit selama menggunakan Revatio agar tidak terjadi efek samping. Jangan pula mengonsumsi obat impotensi yang lain bersama Revatio, kecuali jika dokter menyarankannya.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Revatio.

Dosis dan Aturan Pakai Revatio

Dokter akan memberikan dosis dan menentukan lama pengobatan sesuai dengan usia dan kondisi yang dialami pasien. Berikut adalah dosis umum Revatio tablet dan sirop kering berdasarkan kondisi yang ditangani:

Kondisi: Disfungsi ereksi atau impotensi

  • Dewasa: 50 mg, yang dikonsumsi 1 jam sebelum melakukan hubungan seksual. Dosis maksimal: 100 mg per hari.

Kondisi: Hipertensi pulmonal

  • Dewasa: 5 mg atau 20 mg, 3 kali sehari.
  • Anak usia 1–17 tahun dengan BB ≤20 kg: 10 mg, 3 kali sehari. 

Cara Menggunakan Revatio dengan Benar

Gunakan Revatio sesuai anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar aman dan efektif, berikut adalah cara menggunakan Revatio dengan benar:

  • Apabila hendak menggunakan Revatio sirop kering, campurkan obat ini dengan air putih sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Pakailah gelas ukur atau sendok takar yang sudah disediakan agar dosisnya akurat.
  • Jika diresepkan untuk disfungsi ereksi, konsumsilah Revatio 30–60 menit sebelum berhubungan intim. Obat ini sebaiknya diminum sebelum makan agar bekerja lebih cepat. Telan tablet obat secara utuh dengan air putih.
  • Beri tahu dokter jika penis tetap sulit ereksi atau ereksi tidak tahan lama setelah menggunakan Revatio.
  • Hubungi dokter bila timbul pusing, nyeri atau kesemutan di lengan, leher, dada, atau rahang, saat berhubungan seksual. Untuk memastikan kondisi dan mendapat penanganan yang cepat, berkonsultasilah lewat Chat Bersama Dokter.
  • Simpan Revatio di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan Revatio yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Revatio dengan Obat Lain

Kandungan sildenafil dalam Revatio bisa berinteraksi dengan obat tertentu jika digunakan secara bersamaan. Efek interaksi yang bisa terjadi meliputi:

  • Peningkatan risiko terjadinya hipotensi yang bisa berakibat fatal jika digunakan bersama obat golongan nitrat, seperti isosorbid dinitrat, nitrogliserin, atau isosorbid mononitrat
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping Revatio bila digunakan dengan ketoconazole, erythromycin, itraconazole, lopinavir-ritonavir, atau cimetidine
  • Penurunan efektivitas Revatio jika digunakan bersama rifampicin
  • Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) bergejala jika digunakan dengan penghambat alfa, seperti tamsulosin

Jangan minum Revatio bersama jus grapefruit karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Selain itu, hindari konsumsi jamu kuat selama menggunakan Revatio karena dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Agar tidak timbul interaksi obat yang berbahaya, selalu konsultasikan dengan dokter jika hendak menggunakan Revatio bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Revatio 

Konsumsi obat kuat yang terbuat dari sildenafil, seperti Revatio, bisa menyebabkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mual dan rasa panas di dada (heartburn)
  • Sakit perut
  • Hidung tersumbat atau malah meler
  • Insomnia
  • Panas atau kemerahan di wajah dan leher (flushing)
  • Diare
  • Nyeri otot atau nyeri punggung
  • Kesulitan membedakan warna hijau atau biru

Efek samping tersebut umumnya ringan dan bisa segera membaik. Hubungi dokter jika keluhan yang timbul tidak segera membaik atau bertambah parah. Guna mendapatkan penanganan awal yang cepat, Anda bisa berkonsultasi secara online. Melalui chat, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi efek samping.

Meski jarang terjadi, penggunaan Revatio juga bisa menyebabkan reaksi alergi obat, atau efek samping serius berikut ini:

  • Nyeri dada seperti tertekan atau tertindih, yang dapat menjalar ke leher, rahang, lengan, atau punggung
  • Penglihatan buram atau buta mendadak 
  • Ereksi berlangsung lebih dari 4 jam (priapismus) dan terasa nyeri 
  • Telinga berdenging (tinnitus) atau tuli mendadak
  • Denyut jantung tidak teratur (aritmia)
  • Bengkak di lengan atau kaki (edema)
  • Sesak napas
  • Mimisan
  • Pusing berat seperti akan pingsan

Apabila timbul efek samping serius setelah minum Revatio, segeralah ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.