Rhetoflam adalah obat untuk meredakan nyeri dan peradangan pada otot, sendi, atau area tubuh lain akibat cedera, keseleo, memar, maupun radang sendi. Rhetoflam gel mengandung bahan aktif 2,5% ketoprofen yang hanya bisa digunakan di permukaan kulit.
Ketoprofen dalam Rhetoflam merupakan golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat pemicu nyeri dan peradangan di tubuh. Alhasil, keluhan bengkak, nyeri, dan kemerahan dapat berangsur-angsur mereda.

Apa Itu Rhetoflam
| Bahan aktif | Ketoprofen |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) |
| Manfaat | Meredakan nyeri dan peradangan pada sendi dan otot |
| Digunakan oleh | Dewasa dan remaja usia ≥12 tahun |
| Rhetoflam untuk ibu hamil | Usia kehamilan <20 minggu |
| Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan ketoprofen sediaan gel terhadap ibu hamil maupun janin. | |
| Oleh karena itu, obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, kecuali jika disarankan oleh dokter. | |
| Usia kehamilan ≥20 minggu | |
| Kategori D: Ada bukti bahwa ketoprofen berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. | |
| Rhetoflam untuk ibu menyusui | Produk ketoprofen topikal, seperti Rhetoflam, tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui. |
| Bentuk obat | Gel |
Peringatan sebelum Menggunakan Rhetoflam
Sebelum menggunakan Rhetoflam, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Rhetoflam tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang atau pernah menderita serangan asma atau reaksi alergi yang berat setelah menggunakan aspirin atau obat lain dari golongan OAINS, seperti diclofenac topikal.
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki penyakit jantung, penyakit liver, atau penyakit ginjal.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter jika Anda sedang hamil atau menyusui. Hindari penggunaan obat oles yang mengandung ketoprofen jika usia kehamilan sudah masuk minggu ke-20.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum memakai Rhetoflam jika Anda sedang menggunakan obat tertentu, termasuk obat oles lain, produk herbal, dan suplemen. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya interaksi antarobat.
- Hindari penggunaan Rhetoflam pada kulit yang sedang bermasalah, seperti luka, iritasi, jerawat, eksim, atau infeksi.
- Jangan menggunakan Rhetoflam di area dekat mata, mulut, anus, atau kelamin, termasuk vagina.
- Gunakanlah tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari selama menggunakan Rhetoflam sampai dengan 2 minggu setelah pemakaian terakhir. Obat ini dapat menyebabkan kulit lebih mudah terbakar sinar matahari. Hubungi dokter jika muncul sunburn atau luka lepuh pada kulit.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Rhetoflam.
Dosis dan Aturan Pakai Rhetoflam
Rhetoflam digunakan dengan cara dioleskan tipis-tipis pada bagian tubuh yang terasa nyeri atau meradang. Dosis umumnya adalah 2–4 gram atau sekitar 5–10 cm gel, 2–4 kali sehari. Lama pengobatan dengan Rhetoflam sebaiknya tidak lebih dari 7 hari.
Cara Menggunakan Rhetoflam dengan Benar
Ikuti anjuran dokter serta aturan pakai yang tertera pada kemasan sebelum menggunakan Rhetoflam. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat tanpa persetujuan dokter.
Penggunaan Rhetoflam akan lebih efektif jika digunakan dengan cara yang benar, seperti dijelaskan di bawah ini:
- Sebelum mengoleskan Rhetoflam, cucilah tangan dan bersihkan bagian tubuh yang akan diolesi obat, lalu keringkan.
- Oleskan Rhetoflam secara merata pada bagian yang terasa nyeri.
- Jangan menutup area yang sedang diobati dengan perban.
- Cucilah tangan sampai bersih setelah memakai Rhetoflam, kecuali jika Anda menggunakan obat ini pada area tangan.
- Hati-hati saat mengoleskan Rhetoflam pada kulit. Jangan sampai obat ini mengenai mata, hidung, bagian dalam mulut, anus, dan area kelamin. Segera bersihkan area tersebut dengan air mengalir jika terkena obat.
- Obat ini bisa digunakan sesuai kebutuhan dan dihentikan setelah kondisi membaik.
- Hentikan penggunaan Rhetoflam dan konsultasikan ke dokter jika nyeri tidak membaik setelah pemakaian rutin selama 7 hari. Anda bisa menghubungi dokter lewat chat guna memastikan kondisi Anda dan mendapat penanganan yang cepat.
- Simpan Rhetoflam di tempat bersuhu ruangan serta terhindar dari panas dan lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Rhetoflam yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Rhetoflam dengan Obat Lain
Ketoprofen dalam bentuk obat oles dapat terserap ke dalam darah dalam jumlah yang sedikit. Karenanya, obat ini jarang menimbulkan efek interaksi saat digunakan bersama obat lain. Meski demikian, penggunaan aspirin bersama obat NSAID, termasuk ketoprofen, bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, mintalah persetujuan dokter jika hendak menggunakan obat lain bersama Rhetoflam.
Efek Samping dan Bahaya Rhetoflam
Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan Rhetoflam:
- Gatal
- Kemerahan
- Panas atau nyeri di area kulit yang diobati
Lakukan konsultasi online dengan dokter jika efek samping di atas tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Hentikan penggunaan Rhetoflam dan segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius berupa:
- Pembengkakan pada wajah, bibir, maupun lidah
- Sesak napas
- Ruam kulit gatal di seluruh tubuh
- Kulit yang diobati tampak bengkak dan melepuh setelah terpapar sinar matahari