Tidak semua luka robek bisa dirawat sendiri. Luka robek yang dalam dan disertai perdarahan hebat merupakan contoh luka yang perlu ditangani dokter dan mungkin perlu dijahit. Pasalnya, jika luka robek tidak dijahit, dapat terjadi sejumlah komplikasi serius dan bahkan mengancam nyawa.

Hampir setiap orang pernah mengalami luka robek. Umumnya, luka robek terjadi akibat terjatuh, tertusuk atau tergores benda tajam, dan kecelakaan lalu lintas.

Risiko Luka Robek yang Tidak Dijahit - Alodokter

Luka robek kadang tidak perlu dijahit dan bisa dirawat secara mandiri di rumah. Namun, jika terjadi luka robek yang serius, Anda harus segera mencari perawatan medis, terutama jika ada perdarahan yang banyak atau jika perdarahan berlangsung lebih dari 20 menit.

Dalam kondisi tersebut, luka robek perlu ditangani oleh dokter dan mungkin perlu dijahit untuk menghentikan perdarahan dan mencegah sejumlah komplikasi serius.

Kriteria Luka Robek yang perlu diperiksakan ke Dokter

Berikut ini adalah beberapa kriteria luka robek yang perlu diperiksakan ke dokter:

  • Kedalaman luka lebih dari 1 cm
  • Perdarahan tidak berhenti dengan penekanan langsung pada luka
  • Perdarahan berlangsung lebih dari 20 menit
  • Luka terjadi akibat kecelakaan yang serius

Risiko Luka Robek Tidak dijahit

Risiko utama dari luka robek yang tidak dijahit adalah terjadinya infeksi. Luka yang terinfeksi dapat dikenali dengan tanda-tanda berupa keluarnya nanah berwarna hijau, kuning, atau coklat dengan bau busuk, dan terkadang juga disertai demam.

Ada beberapa jenis infeksi serius dan mengancam nyawa yang dapat terjadi akibat luka robek tidak dijahit, yaitu:

Tetanus

Tetanus dapat menyebabkan kekakuan rahang dan leher, kejang, hingga kematian. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Biasanya, gejala infeksi tetanus muncul 4–21 hari setelah luka terinfeksi.

Fasciitis nekrotikans

Fasciitis nekrotikans adalah infeksi parah pada jaringan lunak yang dapat disebabkan oleh beragam jenis bakteri, di antaranya Clostridium dan Streptococcus. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam nyawa, seperti sepsis dan gagal ginjal.

Selulitis

Selulitis adalah infeksi pada kulit yang tidak langsung bersentuhan dengan luka. Umumnya, selulitis disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus dan Staphylococcus aureus. Jika tidak ditangani dengan benar, selulitis dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti:

Selain infeksi, luka robek yang dibiarkan terbuka tanpa dijahit juga berisiko gagal sembuh atau luka sembuh lebih lama dari semestinya. Hal ini dapat berdampak pada kondisi psikologis pasien. Pasien dapat merasa frustasi karena lukanya tidak kunjung sembuh.

Perlu atau tidaknya luka dijahit tergantung pada tinggi rendahnya risiko luka mengalami infeksi. Pemulihan luka yang dibiarkan sembuh secara alami dikenal sebagai penyembuhan luka secara sekunder.

Umumnya, luka yang dibiarkan terbuka oleh dokter dan tidak dijahit adalah luka robek yang sudah terinfeksi atau mengandung benda asing atau material yang berpotensi menginfeksi. Untuk menanganinya, dokter akan membersikan luka tersebut dengan cairan irigasi dan membuang jaringan yang mati.

Pada intinya, luka robek bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan, karena dapat menimbulkan beragam komplikasi berbahaya. Oleh karena itu, jika Anda mengalami luka robek, baik besar maupun kecil, sebaiknya periksakan ke dokter. Dokter akan menentukan penanganan yang tepat dan aman untuk luka Anda.

Ditulis oleh:

dr. Sonny Seputra, M.Ked.Klin, Sp.B, FINACS
(Dokter Spesialis Bedah)