Nanah yang muncul di tubuh merupakan pertanda adanya infeksi, yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Tidak hanya di permukaan kulit, nanah juga bisa terbentuk di organ dalam, seperti saluran kemih, mulut, mata, otak, dan paru-paru. Simak berbagai penyebab munculnya nanah di tubuh dan cara penanganannya berikut ini!

Nanah dapat dikenali sebagai cairan kental berwarna putih kekuningan, terkadang berwarna hijau atau coklat dan berbau tak sedap. Cairan nanah mengandung sel darah putih, bakteri, dan jaringan tubuh yang mati.

Penyebab Munculnya Nanah di Tubuh - Alodokter

Penyebab Terbentuknya Nanah

Nanah muncul sebagai reaksi alami tubuh ketika melawan infeksi, atau respons peradangan pada tubuh terhadap infeksi bakteri, dan kadang juga terhadap jamur.

Infeksi akan menimbulkan nanah ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka, terhirup saat batuk atau bersin, dan akibat kebiasaan yang tidak higienis. Ketika terjadi infeksi di bagian tubuh tertentu, sel darah putih yang disebut neutrofil akan berkumpul pada bagian tubuh tersebut dan berperang melawan bakteri penyebab infeksi. Selama proses tersebut, banyak sel darah putih dan jaringan tubuh lain di sekitarnya yang mati. Nah, akumulasi sel darah putih dan jaringan tubuh yang mati inilah yang kemudian disebut nanah.

Banyak jenis infeksi yang dapat menyebabkan munculnya nanah. Penyebab yang paling umum adalah infeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes.

Bagian Tubuh yang Rentan Terinfeksi Bakteri dan Memunculkan Nanah

Dalam kaidah medis, nanah yang terbentuk dan menumpuk di dekat jaringan tubuh disebut abses. Bila nanah berada pada atau di dekat permukaan kulit disebut pustul atau bisul. Nanah juga bisa muncul pada organ tubuh bagian dalam, seperti tulang, otak, paru-paru, dan saluran pencernaan. Berikut beberapa anggota tubuh yang rentan terinfeksi bakteri dan menyebabkan munculnya nanah atau abses:

  • Kulit
    Nanah atau abses yang timbul biasanya dikarenakan oleh folikel rambut yang terinfeksi, atau disebut bisul. Jerawat yang parah sebagai akibat dari penumpukan kulit mati, minyak, dan bakteri juga bisa menyebabkan munculnya nanah. Selain itu, luka terbuka pada kulit juga rentan terhadap infeksi yang bisa memicu timbulnya nanah.
  • Mulut
    Kondisi mulut yang lembap dan hangat menjadi lingkungan hidup yang tepat bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Bakteri ini kemudian bisa menimbulkan abses gigi dan abses gusi ketika gigi Anda retak atau berlubang.
  • Saluran kemih
    Nanah pada saluran kemih umumnya terjadi ketika Anda mengalami infeksi saluran kemih (ISK), misalnya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli yang ada di usus besar masuk ke dalam saluran kemih akibat cara membersihkan kelamin setelah buang air besar yang salah (dari belakang ke depan). Ketika itu terjadi, nanah yang keluar bersamaan dengan urine akan membuat urine terlihat keruh.
  • Mata
    Infeksi yang terjadi di mata sering ditemui pada kondisi mata merah akibat infeksi bakteri. Saluran air mata yang tersumbat dan penimbunan kotoran di mata juga bisa memicu infeksi yang menghasilkan munculnya nanah di mata.
  • Paru-paru

Infeksi pada paru-paru dapat menyebabkan timbunan nanah. Nanah dapat terkumpul pada lapisan selaput pelindung paru-paru (pleura) atau di jaringan paru itu sendiri. Nanah yang terkumpul pada lapisan pleura secara medis disebut empiema, sedangkan nanah yang terbentuk dan tertimbun pada jaringan paru disebut abses paru.

  • Otak

Infeksi otak bisa menimbulkan terbentuknya nanah di otak. Kondisi ini disebut abses otak, dan terjadi ketika jaringan otak terserang oleh bakteri atau jamur, yang kemudian menyebabkan reaksi peradangan yang menghasilkan nanah. Bakteri atau jamur ini bisa masuk ke otak dari bagian tubuh lain, misalnya rongga sinus lewat peredaran darah, atau pada saat terjadi luka di kepala karena cedera ataupun operasi.

Nanah yang terbentuk karena infeksi umumnya disertai dengan gejala lain. Misalnya pada infeksi atau abses yang terjadi di kulit, tanda yang bisa dilihat meliputi kulit yang memerah di sekitar abses, serta area abses yang terlihat membengkak dan terasa sakit. Abses yang terjadi di dalam tubuh atau disebut abses internal biasanya menyebabkan gejala berupa demam, meriang, lemas, dan kelelahan. Gejala tersebut mirip dengan gejala flu pada umumnya.

Nanah pada Bekas Sayatan Pascapoperasi

Setiap luka atau sayatan yang dilakukan pada saat prosedur operasi atau bedah, berisiko mengakibatkan infeksi yang disebut surgical site infection (SSI). Orang yang menjalani operasi memiliki 1-3 persen risiko mengalami infeksi tersebut.

SSI dapat memengaruhi siapa saja yang menjalani operasi, namun ada beberapa kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko kemunculannya, antara lain:

  • Menderita diabetes.
  • Merokok.
  • Obesitas.
  • Prosedur bedah yang berlangsung selama lebih dari dua jam.
  • Memiliki kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.
  • Menjalani perawatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi.

SSI terjadi karena terdapat bakteri pada peralatan bedah atau bakteri yang sudah ada di kulit Anda sendiri sebelum proses pembedahan. Gejala SSI meliputi kemerahan dan terasa hangat di sekitar lokasi operasi, nanah yang mengalir dari luka, dan demam.

Mengobati Nanah yang Muncul di Tubuh

Pengobatan nanah bergantung pada seberapa serius infeksi yang menyebabkannya. Penanganan yang umumnya dilakukan adalah:

  • Kompres air hangat
    Untuk bisul kecil di permukaan kulit, Anda bisa mengompresnya dengan air hangat untuk membantu mengeluarkan nanah. Lakukan kompres beberapa kali sehari selama beberapa menit.
  • Hindari memecahkan bisul atau abses dengan memencetnya
    Selain dapat menimbulkan luka baru, mengeluarkan nanah dengan cara seperti ini justru bisa menimbulkan infeksi yang lebih serius.
  • Pengeringan nanah melalui tenaga medis
    Untuk abses yang lebih dalam, lebih besar, atau lebih sulit dijangkau, Anda memerlukan tindakan medis berupa pengeringan, yakni mengeluarkan nanah dengan jarum atau membuat sayatan kecil pada abses. Jika abses sangat besar, dokter mungkin akan memasukkan tabung steril untuk mengeringkan nanah.
  • Antibiotik
    Untuk infeksi bakteri yang lebih dalam atau yang akan sulit sembuh, dokter akan meresepkan antibiotik oral. Untuk infeksi bernanah yang berat, seperti abses otak dan paru-paru, akan diperlukan perawatan di rumah sakit dengan pemberian antibiotik suntikan.

Langkah Pencegahan Munculnya Nanah

Kendati beberapa jenis infeksi sulit untuk dicegah, namun Anda bisa melakukan langkah untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi yang menyebabkan munculnya nanah. Anda dianjurkan untuk merawat dan menjaga luka agar tetap bersih dan kering, serta menghindari memencet jerawat atau bisul.

Jika sedang mengalami abses atau muncul nanah pada bagian tubuh tertentu, beberapa cara ini bisa dilakukan untuk menghindari penyebaran infeksinya:

  • Tidak menggunakan handuk dan tempat tidur secara bergantian atau bersamaan dengan orang lain.
  • Mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh nanah.
  • Menghindari berenang di kolam renang umum.
  • Menghindari penggunaan alat olahraga bersama.

Umumnya, nanah yang disebabkan oleh infeksi ringan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun pada infeksi yang lebih serius, dibutuhkan perawatan medis, seperti pengeringan atau drainase nanah dan pemberian obat antibiotik. Segera konsultasikan ke dokter jika munculnya nanah atau abses di tubuh tidak juga membaik setelah beberapa hari.